Workshop Pendidikan Inklusif dan Pembuatan Storybook: Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD Aisyiyah Karanganyar
Majelis PAUDDasmen PDA Kabupaten Karanganyar sukses menyelenggarakan Workshop Pendidikan Inklusif di Australia dan Pembuatan Storybook yang diikuti oleh 105 guru PAUD Aisyiyah se-Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 12, 13, dan 14 Februari 2025, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep pendidikan inklusif serta keterampilan dalam pembuatan bahan ajar berbasis digital.
Kegiatan workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Bapak Drs. Agam Bintoro, M.Si., pada 12 Februari 2025. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya pendidikan inklusif bagi anak usia dini dan bagaimana peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Beliau juga mengapresiasi inisiatif Majelis PAUDDasmen PDA Kabupaten Karanganyar dalam menyelenggarakan kegiatan ini, yang dianggap sangat relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Ibu Wulansari Nurul Amanah, S.S, S.Pd., yang merupakan Guru TK ABA Ceporan Matesih. Beliau adalah penerima Beasiswa Microcredential Bidang Pengelolaan Kelas Inklusif Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat GTK PAUD DIKMAS (Ditjen GTK) Kemendikbudristek RI. Selain itu, beliau juga berhasil meraih Juara 1 tingkat Provinsi dalam Lomba Jambore GTK Hebat kategori Guru Dedikatif pada tahun 2024.
Dalam sesi presentasinya, Ibu Wulansari berbagi pengalaman dan ilmu yang diperolehnya selama mengikuti program pendidikan inklusif di Australia pada Desember 2024. Selama 10 hari di Australia, beliau mempelajari berbagai metode pengajaran untuk kelas inklusif, strategi adaptasi kurikulum, serta pendekatan berbasis teknologi untuk mendukung kebutuhan belajar anak-anak dengan latar belakang yang beragam. Para peserta workshop sangat antusias menyimak materi yang disampaikan, terutama ketika beliau membagikan contoh konkret dari praktik pendidikan inklusif yang diterapkan di berbagai institusi pendidikan di Australia.
Salah satu sesi yang paling menarik dalam workshop ini adalah pelatihan pembuatan storybook menggunakan aplikasi digital seperti Canva dan ChatGPT. Guru-guru PAUD Aisyiyah diberikan kesempatan untuk belajar cara mendesain buku cerita interaktif yang menarik bagi anak usia dini. Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, para peserta dapat menciptakan cerita yang edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Selama sesi ini, peserta diajak untuk memahami langkah-langkah dasar dalam mendesain ilustrasi, menyusun narasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak, serta menerapkan prinsip inklusivitas dalam setiap buku cerita yang mereka buat. Hasil dari sesi ini sangat menginspirasi, dengan banyak peserta yang berhasil menciptakan storybook menarik dalam waktu singkat. Beberapa di antaranya bahkan sudah siap untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing.
Pada hari kedua, kegiatan workshop dilaksanakan secara daring selama dua jam. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan teknologi kecerdasan buatan lainnya, yaitu Suno.com, sebuah platform AI yang dapat membantu dalam pembuatan lagu. Dengan bimbingan dari narasumber, para peserta belajar bagaimana cara menciptakan lagu yang sesuai dengan tema pendidikan anak usia dini. Teknologi ini memberikan kemudahan bagi guru dalam menyusun lagu-lagu pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar di kelas.
Peserta sangat antusias dalam mengikuti sesi ini, terutama karena banyak dari mereka yang belum pernah mencoba membuat lagu dengan bantuan AI sebelumnya. Dengan menggunakan Suno.com, mereka dapat menciptakan lagu-lagu yang menarik dengan lirik yang edukatif serta melodi yang sesuai untuk anak usia dini. Beberapa peserta bahkan berhasil menciptakan lagu bertema inklusivitas dan keberagaman yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Sebagai bentuk evaluasi dari kegiatan workshop, para peserta diberikan tugas mandiri yang harus diselesaikan sebagai syarat untuk memperoleh sertifikat workshop. Tugas ini mencakup pembuatan storybook digital dan lagu pembelajaran berbasis AI yang telah mereka pelajari selama sesi workshop. Hal ini bertujuan agar peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing.
Para peserta diberikan waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut dalam beberapa hari setelah workshop selesai. Hasil tugas yang dikumpulkan akan dievaluasi oleh tim fasilitator untuk memastikan bahwa setiap peserta benar-benar memahami materi yang telah disampaikan dan mampu menerapkannya dalam praktik sehari-hari.
Workshop Pendidikan Inklusif di Australia dan Pembuatan Storybook ini telah memberikan manfaat yang besar bagi para guru PAUD Aisyiyah di Kabupaten Karanganyar. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya memperoleh wawasan baru tentang pendidikan inklusif tetapi juga keterampilan praktis dalam membuat bahan ajar berbasis digital yang inovatif.
Ketua Majelis PAUDDasmen PDA Kabupaten Karanganyar menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital serta perlunya pendekatan inklusif dalam setiap aspek pembelajaran.
Dengan suksesnya workshop ini, diharapkan para guru dapat menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan inovatif bagi anak-anak didik mereka. Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pembuatan bahan ajar diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD Aisyiyah Kabupaten Karanganyar.
Workshop ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan para pendidik dapat menghasilkan terobosan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Dengan semangat belajar yang tinggi dan kemauan untuk terus berkembang, para guru PAUD Aisyiyah Karanganyar siap membawa perubahan positif dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia.
Pengirim : Peserta Lomba Menulis Berita
Nyamini Ika Lestari, SE.S.Pd (KB SCA)