Sejarah ‘Aisyiyah

Aisyiyah adalah organisasi perempuan Islam yang memperjuangkan harkat kaum muslimat Indonesia. Organisasi ini dibangkitkan oleh KH. Ahmad Dahlan bersama-sama Nyai Ahmad dahlan, istri beliau. Sehingga latar belakang kehadiran organisasi perempuan Islam ini, sama dengan latar belakang kehadiran Muhammadiyah. Namun organisasi Aisyiyah lebih memfokuskan perjuangan dan pengabdiannyandi kalangan kaum perempuan, karena pada saat itu anak-anak gadis dan kaum perempuan dipinggirkan dan dianggap tidak penting.

Organisasi muslimat di kalangan Muhammadiyah secara nasional pertama bernama “SAPA TRESNA” yang artinya siapa sayang yang diresmikan oleh KH Mukhtar pada suatu upacara dengan membuka selubung (kelambu) pada tanggal 27 Rajab 1335 H bertepatan dengan 19 Mei 1917 dan 3 tahun kemudian oleh KH. Mukhtar nama tersebut diubah dengan AISYIYAH.

Pada awal berdirinya, tujuan gerakan „Aisyiyah sekedar mendidik para gadis remaja yang berusia 15 tahun agar sedikit lebih maju dibandingkan dengan keadaan kaum perempuan saat itu, yaitu menjadi ibu yang baik dengan criteria sebagai berikut:

  1. Perempuan yang mengenal agamanya (Islam) secara lebih baik. Nyai Ahmad Dahlan merekruit 6 gadis remaja yang semua menjadi Pimpinan „Aisyiyah dan mereka diasramakan untuk belajar agama yang ini dikatakan sebagai prototype “Pondok Pesantren Putri” di Indonesia. Keenam remaja putri tersebut adalah: Siti Bariyah (adik H Fahruddin), Siti Dawimah (adik Siti Bariyah), Siti Dalalah (menantu KH. A. Dahlan), Siti Busro, Siti Wadingah, dan Siti Badilah Zuber.
  2. Berkemampuan membaca dan menulis dalam huruf Arab dan
  3. Memiliki keterampilan/kepandaian putri: memasak, menjahit, berdandan, serta merawat bayi dan balita.
  4. Mencermati dan mengamalkan budi pekerti (sopan santun, tata karma), khususnya yang berkaitan dengan kaum perempuan.

Sejalan dengan derap kemajuan zaman, Aisyiyah makin memantapkan geraknya, sehingga Insya Allah bisa menempatkan diri dan mencitrakan sebagai perempuan Muslimah yang mempunyai harga diri di tengah pergaulan masyarakat, yakni menyadari dan mengamalkan diri mereka sebagai:

  1. Insan penegak dan pengatur rumah tangga yang bijaksana
  2. Insan mandiri dan mendidik generasi penerusnya dalam arti
  3. Makhluk sosial kemasyarakatan, yang dituntut perannya dalam meningkatkan harkat dan martabat masyarakatnya, khususnya yang terkait dengan urusan kaum Muslimat. Hal ini dirumuskan secara formal dalam sejarah Aisyiyah Pusat sebagai “Landasan Idiil” yang terdiri dari 5 pokok-pokok sebagai berikut:
  • Perasaan nikmat beragama, yang akan membawa ke arah
  • Cara menuju masyarakat sejahtera diatur dalam peraturan yang bernama Agama Islam yang memimpin kepada kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat
  • Tiap manusia khususnya Muslim wajib menciptakan masyarakat
  • Untuk lebih mengifisienkan kerja tiap individu dalam melaksanakan masyarakat sejahtera, perlu dibentuk alat yang berupa organisasi dan organisasi itu adalah AISYIYAH.
  • Motif geraknya: kesadaran beragama dan secara umum AISYIYAH di tingkat nasional melalui periodisasi : (1) Masa Pertumbuhan (1917 -1942), (2) Periode Keprihatinan ( 1942 – 1965), (3) Periode Pengembangan (1965 – 1997), dan (4) Periode Pemantapan.

Latar belakang perkembangan “Aisyiyah” secara nasional inilah yang juga menggerakkan Aisyiyah di tingkat wilayah dan daerah se Indonesia termasuk di Kabupaten Karanganyar.

Kantor Pimpinan Daerah ‟Aisyiyah Karanganyar berada di kota Karanganyar, yaitu Jl. Raya Solo Tawangmangu No 90, Bejen Karanganyar, menjadi satu dengan Kantor Panti Asuhan Yatim Putri ‟Aisyiyah Karanganyar. Letak tersebut dari rumah dinas Bupati Karanganyar kira-kira 500 m ke arah Timur, dan masih berada di kompleks perkantoran wilayah Timur DPRD, DKK, BKKBN, Kementerian Agama, BPN, DKP dan tepatnya bangunan Panti Asuhan ‟Aisyiyah Karanganyar juga bergandeng pagar dengan rumah dinas Wakil Bupati Karanganyar.

Disamping letaknya yang strategis, kantor PDA Karanganyar mudah dijangkau karena dilalui berbagai jalur angkutan dan berada di pinggir jalan raya Solo Tawangmangu dengan beberapa jalur alternatif:

  • ke arah Timur : jalur ke Tawangmangu, Sarangan, dan jalan tembus ke Jawa Timur
  • ke arah Barat : jalur ke Solo dan Jogja
  • ke arah Selatan : jalur ke Wonogiri dan Sukoharjo, Gungkidul ke arah utara   :  jalur tembus ke Sragen dan Jawa Timur

Kantor Pimpinan Daerah ‟Aisyiyah Karanganyar berada di Panti Asuhan Yatim Putri Aisyiyah. Kantor PDA : Gedung Panti ‟Asuhan Yatim Putri ‟Aisyiyah Karanganyar, sebagai pusat kegiatan utama PDA Karanganyar, disamping di amal usaha yang ada di cabang dan ranting ‟Aisyiyah di Kabupaten Karanganyar. Kantor PDA Joglo Panti ‟Asuhan Yatim Putri ‟Aisyiyah Karanganyar, sebagai tempat pertemuan utama PDA Karanganyar, pengajian umum, disamping di amal usaha yang ada di Karanganyar, cabang dan ranting di Kabupaten

Sejarah Singkat Aisyiyah Karanganyar

1. Pendahuluan

Menurut cerita para sesepuh Aisyiyah Kabupaten Karanganyar, Organisasi perempuan Islam Aisyiyah Kabupaten Karanganyar sudah dirintis dan digerakakan sejak tahun 1956 dengan berbagai kegiatan untuk dakwah Islam melalui berbagai pengajian di rumah-rumah, masjid dan lapangan umum, bersama dengan Muhammadiyah. Kegiatan organisasi Islam Aisyiyah Karanganyar berjalan bergandeng tangan dengan Muhammadiyah seiring dengan perkembangan Zaman. Namun gerak langkah organisasi Islam Aisyiyah ini belum didokumentasikan dan diadministrasikan secara rapi dalam buku, catatan, atau panduan laporan kegiatan sehingga generasi penerus Aisyiyah kabupaten Karanganyar merasa kesulitan untuk mencatat berbagai kegiatan yang telah dirintis dengan segala usaha dan kemampuan oleh para pendiri dan perintis Aisyiyah Kabupaten Karanganyar sejak 1957. Dalam sejarah, ulasan sejarah singkat ini hanya disampaikan beberapa hal yang bisa terekam melalui beberapa Pimpinan Daerah Aisyiyah baik yang masih aktif dalam organisasi maupun yang aktif dari kejauhan dengan memberikan dukungan yang luar biasa demi kemajuan „Aisyiyah Karanganyar. Ada beberapa periode dalam Kepengurusan Pimpinan Daerah “Aisyiyah Kabupaten Karanganyar yang dapat kami rangkum dalam profil ini dari periode Pendirian dan Rintisan sampai dengan ditulisnya profil ini.

2.   Periode Pendirian dan Rintisan (1956-1993)

Pada masa ini kegiatan Aisyiyah Kabupaten Karanganyar di pimpin oleh Almarhmah Ibu Hj. Marwiyah Zarkasi dan Almarhumah Ibu Hj. Dahlan. Beberapa aktifis lainnya yang sangat aktif dalam Aisyiyah saat itu adalah almarhumah ibu Hj. Farida Basir, almarhumah ibu Hj. Sutini Ahmad Syamsuri, almarhumah ibu Hj. Munjiah Soetarjo, almarhumah Ibu Hj. Mukram, ibu Hj. Dasuki, ibu Hj. Mudzakir, ibu Hj. Chotijah Soenardi, ibu Hj, Sahirjan, ibu Hj. Usman, ibu Hj. Karyadi, ibu Hj. Harsono serta para sesepuh aktifis lain yang tidak bisa kami sebut satu persatu. Beliau semua menggerakkan roda organisasi „Aisyiyah yang banyak bergerak di bidang Tabligh pada saat itu.

Kegiatan kegiatan yang dilakukan pada masa itu meliputi: Urusan Tabligh, Urusan sekolah (Bustanul Atfal), Urusan Nasyatul Aisyiyah dan Urusan Umum Kemasyarakatan. Beberapa amal usaha yang didirikan para sesepuh PDA saat itu dan sampai sekarang masih berlangsung exist dan berkembang menggembirakan adalah TK Bustanul Atfal Bibis dan TK BA Kota Karanganyar. Gerak organisasi saat itu berkembang diwarnai dengan keikhlasan berjuang, berjihad, amar makruf nahi munkar. Berikut ini adalah photo beberapa tokoh „Aisyiyah yang berjuang, mengabdikan diri dan membesarkan organisasi sebagai media dakwah amar makruf nahi munkar. Kami mohon maaf tidak bias menampilkan poto tokoh yang lain karena kami belum mendapatkan dokumen poto tersebut, semoga pada pembuatan profil di masa yang akan datang dapat disajikan poto para sesepuh PDA secara lebih lengkap agar generasi muda dapat mengingat siapa dan bagaimana para pendahulu PDA berjuang demi kemajuan PDA Karanganyar saat ini.

3. Periode Transisi (1993 – 1995)

Walaupun kegiatan dakwah dan sosial „Aisyiyah dilaksanakan dengan semarak dan sangat membanggakan, namun kepengurusan „Aisyiyah pada periode ini agak belum optimal dalam organisasinya. Kegiatan Muhammadiyah saat itu sangat antusias terhadap gerakan dakwah Aisyiyah maka saat itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar Bp. Drs. H. Abdul Basir M.BA langsung menunjuk dan mendelegasikan Ibu Hj. Sri Badringah Soekirno (almarhumah) sebagai pimpinan (ketua) Pimpinan Daerah „Aisyiyah Karanganyar. Setelah ketuan PDA Karanganyar saat itu ditunjuk, kepengurusan Pimpinan Daerah „Aisyiyah langsung dilengkapi dengan komposisi sebagai berikut:

Ketua                             :  Hj. Sri Badringah Soekirno

Wakil Ketua                  :  Hj. Farida Basir.

Sekretaris I                   :  Sutini Ahmad Syamsuri

Sekretaris II                  :  Dra. Lanjar Utami.

Bendahara I                  : Nurrohmani Abdul Muid

Bendahara II                 : Hj. Chotijah Soenardi

Anggota                         :

  1. Siti Noerhajati :  Ketua Bagian Tabligh
  2. Yuyuk Agus Haryanto,BSc :  Ketua Bagian PKS
  3. Ismarati Sumarno :  Ketua Bagian Dikdasmen

Banyak kegiatan yang dilaksanakan dalam periode ini sebagai langkah untuk revitalisasi gerakan yang sudah ada sebelumnya walaupun belum terdokumentasi secara administrasi dan fisik dengan lengkap. Kegiatan yang menonjol pada periode ini adalah pengajian Akbar dan Dakwah keliling ke seluruh PCA di Kabupaten Karanganyar dengan diikuti kegiatan pasar murah dan pengobatan gratis dari para dokter PKU Muhammadiyah dan Aisyiyah. Periode ini benar- benar merupakan transisi untuk menuju kemajuan secara terorganisasi.

4.   Periode Penetapan Gerakan ‘Aisyiyah (1995 – 2000)

Mulai periode ini PDA ditetapkan melalui pemilihan pengurus secara langsung dalam forum Musyawarah Daaerah „Aisyiyah Kabupaten Karanganyar (MUSYDA). Dari Musyawarah Daerah dan pemilihan anggota pimpinan terbentuk formatur yang kemudian menentukan Kepengurusan Pimpinan Daerah „Aisyiyah periode 1995 – 2000. Pada saat itu melalui Tim terpilih, akhirnya ditetapkan Ketua PDA Karanganyar yaitu ibu Hj. Sri Badringah Soekirno (almarhumah). Susunan Pengurus periode tersebut adalah sebagai berikut:

Ketua                             :  Hj. Sri Badringah Soekirno

Wakil Ketua                  :  Hj. Farida Basir.

Wakil Ketua                  :  Hj. Muslima Mustofa

Sekretaris I                   :  Sutini Ahmad Syamsuri

Sekretaris II                  :  Dra. Lanjar Utami.

Bendahara I                  : Nurrohmani Abdul Muid, S.Ag Bendahara II                : Hj. Munjiah Soetarjo

Anggota :

  1. Siti Noerhajati :  Ketua Bagian Tabligh
  2. Yuyuk Agus Haryanto,BSc :  Ketua Bagian PKS
  3. Ismarati Sumarno :  Ketua Bagian Dkdasmen
  4. Mahmudah Hartono, S.Ag. :  Ketua Bagian Binkes dan LH
  5. Pardjono :  Ketua Bagian Ekonomi

Pada periode ini kegiatan ‟Aisyiyah semakin semarak dan mulai mengadakan konsolidasi dengan organisasi lain lembaga pemerintah khusunya yang ada di Kabupaten Karanganyar. Ada beberapa kegiatan menonjol yang dilakukan PDA Kabupaten Karanganyar yang merupakan gebrakan di bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial pada periode tersebut. Kegiatan tersebut meliputi:

  1. Pendirian Panti Asuhan Yatim Putri ‟Aisyiyah yang berada di Temu Ireng dengan Pengasuh Ibu Sri Handayani Kaelani. Namun karena tempat jauh dengan perkotaan maka tempat Panti Putri ‟Aisyiyah bertukar tempat dan akhirnya dengan Kebijakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah diputuskan bahwa Panti Asuhan Yatim Putri ‟Aisyiyah dipindahkan di Tegalasri Bejen Karanganyar dan Panti Putra Muhammadiyah menempati Panti yang berada di Temu Ireng. Pada saat itu pula diberikan pelatihan pelatihan keputrian kepada anak-anak Panti yang diampu oleh Ibu Chotijah Soenardi dan ibu-ibu PDA yang lain.
  1. Pendirian Koperasi ‟Aisyiyah yang berada di PKU Muhammadiyah Karanganyar dengan unit produksi warung di depan RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Usaha warung ini merupakan salah satu unit produksi bagian Ekonomi dan merupakan sumber dana ntuk kegiatan Pimpinan Daerah ‟Aisyiyah Karanganyar. Dan pada masa tersebut juga ada pengembangan usaha catering yang dikelola oleh para sesepun ‟Aisyiyah Karanganyar dengan pimpinan ibu Hj. Sofiah Harsono.
  2. Mendirikan Kursus Baby Sitter di PKU Muhammadiyah Karanganyar. Dengan kursus ini bisa membantu menyediakan kesempatan belajar bagi para lulusan SMP dan SMA yang tidak mampu melanjutkan kuliah untuk mendapatkan pendidikan sebagai modal mencari pekerjaan. Dengan kegiatan ini Aisyiyah semakin menampakkan kiprahnya dalam masyarakat.

5. Periode Kebangkitan Gerakan ‘Aisyiyah (2000 – 2005)

Pada periode kepengurusan ini banyak kader – kader Nasiatul Aisyiyah yang tampil dalam kepengurusan. Pembentukan Kepengurusan pada masa ini juga melalui pilihan dalam Musyawarah Daerah „Aisyiyah dengan sistim formatur. Para ibu muda yang semula banyak menangani kegiatan di Nasyatul „Aisyiyah sudah banyak yang bergabung ke Pimpinan Daerah „Aisyiyah Karanganyar. Melalui tim formatur terpilih ditetapkan ketua PDA Karanganyar yang baru dan pada saat itu terpilihlah sosok muda energik dan penuh talenta yaitu: Ibu. Dra. Hj. Siti Noerhajati. Beliau sangat aktif dan produktif sejak menjadi Ketua Majlis Tabligh. Susunan Kepengurusan PDA masa tersebut dilengkapi dengan susunan sebagai berikut:

Ketua                          :  Dra. Siti Noerhajati.

Wakil Ketua                :  Hj. Muslim Mustofa

Wakil Ketua                : Dra. Endang Sri Handayani

Sekretaris I                 : Dra. Lanjar Utami

Sekretaris II                :  Sutini Ahmad Syamsuri (almarhumah)

Bendahara I                : Nurrohmani Abdul Muid, S.Ag. Bendahara II               : Sri Handayani

Anggota:

  1. Chomsatun Ag :  Ketua Bagian Tabligh
  2. Yuyuk Agus Haryanto,BSc :  Ketua Bagian PKS
  3. Mahmudah Hartono, S.Ag :  Ketua Bagian Dikdasmen
  4. Soekadi :  Ketua Bagian Binkes LH
  5. Tatit Sukesi BA :  Ketua Bagian Ekonomi
  6. Umi Solichah :  Ketua Bagian Pembinaan Kader

Pada periode ini Aisyiyah mulai aktif terlibat dalam forum organisasi wanita Kabupaten Karanganyar yaitu Gabungan Organisasi Wanita (GOW). „Aisyiyah menjadi petugas utama dalam kegiatan kerohanian Islam baik dalam pertemuan rutin maupun pada hari besar Nasional dan Agama. Pada masa itu berbagai kegiatan di berbagai bidang digerakkan untuk menopang jalannya organisasi „Aisyiyah. Dengan semangat Pimpinan Daerah „Aisyiyah yang relative muda-muda menjadikan gerak organisasi lebih semarak, namun para sesepuh tetap konsisten dan peduli dalam menggerakkan Aisyiyah di Kabupaten karanganyar. Beberapa kegiatan yang menonjol pada periode tersebut adalah:

  1. Bagian Tabligh :  Pengajian Akbar
  2. Bagian MPKS :  Pengembangan Pendidikan Panti dengan Keterampilan Keputrian misalnya Menjahit, memasak aneka resep.Pergantian Pengasuh :  Ibu Aminah Agus Sumadi
  3. Bagian Pendidikan :  Mendirikan PAUD: SCA (2003)
  4. Bagian BINKES :  Program Periksa Kesehatan Rutin
  5. Bagian Ekonomi :  Catering Aisyiyah Mendirikan warung BUEKA Tawangmangu
  6. Bagian Kader : Penyelenggaraan Pelatihan Ketrampilan, Mubalighot, dan Pengajian Akbar.

6. Periode Pemantapan Organisasi (2005 – 2010)

Periode Kepengurusan pada masa ini juga dipilih secara langsung dalam Musyawarah Daerah „Aisyiyah Kabupaten Karanganyar dan dengan sistim formatur.     Dengan     sistim formatur      ini      bermakana     bahwa      yang mendapatkan suara terbanyak tidak secara otomatis menjadi Ketua Umum. Hal ini bisa disepakati dengan berbagai pertimbangan logis dan  pendekatan  sistem  organisasi yang humanistik.

Maka pada saat tersebut, secara kesepakatan Formatur bahwa sebagai Ketua Umum adalah Ibu Hj Umi Sholikhah, S.Pd. Pada masa kepemimpinan beliau gerak organisasi menjadi semakin mantap dan kegitan-kegiatan melalui Majlis-Majlis yang ada dioptimalkan. Kegiatan Organisasi di dalam (internal) dan lintas organisasi (eksternal) terjalin dengan baik.

Susunan pengurus periode ini adalah:

Ketua                   :  Hj. Umi Sholihah, S.Pd

Wakil Ketua        : Dra. Hj. Nuning Hidayah Sunani. M.Hum

(Koordinator MKL dan PKS)

Wakil Ketua        :  Hj. Mahmudah Hartono, S.Ag

(Koordinator Majlis Dikdasmen dan Pembinaan Kader)

Wakil Ketua       :  Dra. Lanjar Utami, M.Pd.

(Koordinator Majlis Tabligh dan Hub. Organisasi,Advokasi & LPP)

Wakil Ketua       :  Dra. Siti Noerhajati ( Koordinator Majlis Ekonomi )

Sekretaris I          : Dra. Hj. Kunti Basthona

Sekretaris II         : Hj. Sutini Syamsuri

Bendahara I         : Sri Handayani, S.Pd

Bendahara II       : Dra. Sudarti ANGGOTA :

  1. Siti Amanah,S.Pd :  Ketua Majlis Tabligh
  2. Yuyuk Agus Haryanto,BSc :  Ketua Majlis Kesejahteraan Sosial
  3. Nurrohmani Mu‟id,S.Ag :  Ketua Majlis Kesehatan dan Lingkungan Hidup
  4. Hidiyah Rohmani :  Ketua Majlis Dikdasmen
  5. Tatit Sukesi, BA :  Ketua Majlis Ekonomi
  6. Lailatul Hasanah,S.Ag :  Ketua Majlis Pembinaan Kader Majlis Tabligh

7. Periode Pemberdayaan Organisasi (2010 – 2015)

Periode ini dinamakan periode pemberdayaan Organisasi dengan makna bahwa Pimpinan Daerah „Aisyiyah mengerahkan segala potensi yang dimiliki dalam organisasi untuk kemaslahatan terhadap organisasi dan masyarakat secara umum serta lintas organisasi melalui berbagai kegiatan di bidang-bidang yang ada demi kemajuan bangsa.

Periode ini dimulai secara simbolis dengan melakukan serah terima jabatan antara Pimpinan Daerah Aisyiyah karanganyar periode 2005-2010 kepada Pimpinan Daerah Aisyiyah periode 2010-2015, yang dilaksanakan pada hari Ahad, 13 Maret 2011 di Kampus IV Universitas Muhammadiyah disaksikan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah.

NO NAMA JABATAN Bidang Tugas
1. Dra Hj. Kunti Basthona Ketua Umum Umum
2. Hj Umi Sholihah, S.Pd Wakil Ketua Koordinator                                   Bidang Kesejahteraan Sosial dan Pembinaan Kader
3. Dra Hj. Lanjar Utami, M.Pd Wakil Ketua Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi
4. Dr. Hj. Nuning H. S, M.Hum Wakila Ketua Koordinator Bidang

Kesehatan dan Lingkungan Hidup

5. Dra. Hj Siti Noerhajati, MM Wakila Ketua Koordinator Bidang Tabligh dan Hukum dan HAM
6. Sriyanti, S.PdI, M.PdI Sekretaris I Koordinator Urusan Internal

dan eksternal (lintas organisasi)

7. Dra Sri Sumarsih Sekretaris II Koordinator operasional
8. Dra Sri Sudarti Bendahara I Koordinator Keuangan

organisasi

9. HJ. Sri Handayani, S.Pd Bendahara II

Komposisi 9 Pimpinan Daerah „Aisyiyah dilengkapi dengan 8 anggota pimpinan yang masing masing menjadi ketua Majlis dengan peranan sebagai berikut:

NO MAJLIS NAMA Bidang Tugas
1. Majlis Tabligh Dra Khoiriyah Ketua Majlis
2. Majlis Pendidikan Dra Hj Hidiyah Rohmani Ketua Majlis
3. Majlis Kesehatan Darsih Al Adib, AMa. Keb Ketua Majlis
4. Majlis Pembinaan Kader Lailatul Hasanah , Sag, M.PdI Ketua Majlis
5. Majlis Kesejahteraan Sosial Hj. Nur Rohmani Muid, MM Ketua Majlis
6. Majlis Ekonomi, Tatit Sukesi, S.Pd Ketua Majlis
7. Majlis Hukum dan HAM Q. wahyuningsih, SH Ketua Majlis
8. Majlis lingkungan Hidup Dra Hj Umi Rusdiyati, M.Pd. Ketua Majlis

Pimpinan Cabang Asiyah (PCA)

Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar memilki 17 Cabang yang berada di tujuh belas

(17) kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Dengan demikian Musyawarah Cabang telah dilaksanakan di 17 Kecamatan , dan pada tahun kedua yaitu tahun 2012 telah terbentuk Pimpinan Cabang Ngargoyoso. Susunan Personalia Pimpinan cabang Aisyiyah adalah sebagai berikut :

NO KECAMA- TAN N0 SK JABATAN
Ketua Sekretaris
1. Jatipuro 015/SK-

PDA/A/IV/2011

Hj. Siti Wahyuni, S.Pd Sarmini S
2. Jumapolo 012/SK-

PDA/A/IV/2011

Hj.  Sri  Lestari,  AMa

Kes

Siti             Mutmainah,

S.Pd

3. Jumantono 014/SK-

PDA/A/VI/2011

Sunarti Junaidi Siti               Nurhayati,

S.Pd, M.Pd

4. Jatiyoso 017/SK-

PDA/A/VI/2011

Dra Risalah Sri Mulyani
5. Jenawi 011/SK- PDA/A/IV/2011 Hj. Siti Istinah Kusmiatiningsih, S.Pd
6. Matesih 016/SK-

PDA/A/VI/2011

Warsiati, S.Pd Siti               Zulaikhah,

S.Pd

7. Karanga-

nyar

009/SK-

PDA/A/IV/2011

Siti Aminah Zeni Iswati, Sag
8. Jaten 013/SK-

PDA/A/V/2011

Sri Atmini, S.Pd Sri Sumari, S.Pd
9. Colomadu 010/SK-

PDA/A/IV/2011

Subiah Watara Hj    Sri        Rohmani,

S.Ag

10 Tasikmadu 013/SK-

PDA/A/IV/2011

Hj. Marfuah, BA Sutarti, S.Pd
11 Kebakkra-

mat

008/SK-

PDA/A/IV/2011

Ir. Tri Rahayuningsih,

A. Ma

Kristina                  Agustin,

SH, AMa

12 Karangpan-

dan

020/SK-

PDA/A/VII/2011

Hj. Reni Partuti, S.Pd Suparmi, S.Pd
13 Tawangma-

ngu

023/SK-

PDA/A/VIII/2011

Siti Muryati,S.Pd Sri Mulyani
14 Gondangre-

jo

022/SK-

PDA/A/VII/2011

Yayuk                     Romdhoni,

M.Pd

Widiastuti, S.Pd
15 Kerjo 019/SK-

PDA/A/VI/2011

Hj Siti Arfiah, S.Ag Suminem, AMa.Pd
16 Mojoge-

dang

021/SK-

PDA/A/VII/2011

Sutarni Sri Yuniati, S.Pd
17 Ngargoyoso 024/SK-

PDA/A/VII/2011

Kristanti                     Handayani,

S.Pd

Reni Handayani

Disamping PCA di atas, di masing masing ranting atau kecamata juga memiliki Pimpinan Ranting „Asiyiyah (PRA) yang semuanya melaksanakan kegiatan secara terencana, terorganisasi bersama denga Cabang setempat di Kecamatan.

Potret dan Kemajuan dalam Organisasi

PDA dalam Periode 2010-2015 melakukan optimalisasi dan pemberdayaan organisasi melalui kegiatan di segala bidang yang digambarkan dalam liputan masing-masing Majlis. Namun dalam profil ini dapat digambarkan secara garis besar dalam kebijakan pimpinan dan organisasi baik internal maupun eksternal. Berikut ini adalah gambaran tersebut:

Internal Oganisasi

    1. Menyusun pembagian tugas yang jelas dengan mekanisme dan tata kerja agar fungsi managerialnya lebih optimal
    2. Meningkatkan penggalian dana organisasi melalui iuran anggota
    3. Mengikuti pelatihan adminintrasi dan kebendaharaan yang diadakan oleh Pimpinan Dearah Muhammadiyah (PDM)
    4. Memanfaatkan koordinator cabang setiap 4 bulan sekali untuk peningkatan pelaksanaan program dan konsolidasi pimpinan
    5. Memanfaatkan koordinattor Eks karesidenan untuk ajang silaturahmi dan koordinasi dalam optimalisasi pelaksanaan program
    6. Mengadakan pertemuan antar Cabang ranting dan amal usaha sebagai wahana sosialisasi program dan koordinasi
    7. Pertemuan antar pengurus rutin dilakukan dalam penyatuan langkah dan persamaan visi dan misi dalam melaksanakan program sehingga lebih terarah berkesinambungan dan optimal

Internal Pimpinan 

  1. Tidak ada pergantian pimpinan selama periode 2010 –2015
  2. Membentuk Badan Pembantu Pimpinan yaitu LPPA
  3. Mengkoordinasikan segala permasalahan yang muncul dan timbul akibat dari kurang dipahaminya regulasi organisasi dan birokrasi seperti : Pengindukan TK, Surat Keputusan Kepala atau Amal Usaha dll

Eksternal

Dalam rangka peningakatan pelaksanaan program pelatihan ekonomi kerakyatan maka PDA melakukan jejaring dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Karanganyar

  1. Mengadakan pelatihan TKI bekerjasama dengan BP2TKI
  2. Jejaring yang di dilakukan BPP dengan instansi terkait berupa kegiatan yang langsung bisa dirasakan manfaatnya dan mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh organisasi lain

Sedangkan dalam urusan pelaksanaan program, terdapat kemajuan yang sangat menggembirakan. Gambaran pelaksanaan program yang meliputi: program umum melalui Konsolidasi / Ideologi yaitu:

  1. Pengajian Pimpinan setiap bulan (Jumat ketiga)
  2. Pengajian pimpinan dan amal usaha setiap selasa pertama
  3. Mengikuti pelatihan mubalighot PDM, PWA
  4. Mengadakan pelatihan    mubalighat Aisyiyah                        dilanjutkan pembentukan Korp mubalghat Aisyiyah Karanganyar
  5. Kajian Tafsir dan Fiqih wanita dan kesehatn setiap hari Ahad di bulan Ramadhan
  6. Baitul Arqam Pimpinan, AMM, dan IGABA
  7. Mengikuti Darul Arqam diselenggarakan oleh PDM dan PWA
  8. Mensosialisasikan instruksi PPM, PPA, PWM, PWA dan PDM
  9. Mengikuti pengajian PDM setiap Jumat

Untuk Konsolidasi Organisasi dan Kelembagaan meliputi kegiatan sebagai berikut:

  1. Pelantikan PDA setelah Musyda
  2. Pelatihan administrasi
  3. Mengadakan lomba antar PCA
  4. Mengikuti lomba administrasi Qarryah Thoyyibah
  5. Koordinator PCA setiap 3 bulan sekali
  6. Menghadiri pertemuan coordinator PDA se eks karesidenan 4 bulan sekali
  7. Mengikuti Muktamar dan Musywil Musypimwil dan Rapimwil
  8. Mengadakan musypimda Aisyiyah
  9. Mengikuti musypimda Muhammadiyah Karanganyar
  10. Mengadakan milad aisyiyah setiap tahun
  11. Menghadiri resepsi milad setiap tahun
  12. BPP mengikuti rakor , menghadiri diklat sesuai dengan bidang masing – masing Selain Program Umum di atas Program Prioritas PDA Karanganyar pada periode ini meliputi:
  13. Terbentuknya Qoryah Thoyyibah

Belum semua PCA memiliki Qaryah Thoyyibah

  1. Papanisasi : hampir PCA dan PRA mempunyai mempunyai papan nama
  2. Penguatan Kader di amal usaha melalui pelatihan dan pengajian
  3. Terbentuknya komunitas di AUM dan AUA sudah sebagian terbentuk
  4. Pendataan KTAnisasi telah dioptimalkan meskipun masih ada yang belum yang memiliki KTA
  5. Penanaman Pohon telah dilakukan di beberapa tempat
  6. Gerakan Aisyiyah peduli dengan cara ikut serta dalam membantu bencana dan daerah yang membutuhkan bantuan.

Administrasi Organisasi

Dalam melaksanakan kegiatan operasional harian organisasi, Pimpinan Daerah Aisyiyah berada di kantor Panti Asuhan Yatim Putri „Aisyiyah dengan alamt Jl. Lawu No.

190 Tegalsari RT 04 /VIII Bejen Karanganyar 57716 Telp (0271) 495454 Email pda_karanganyar@yahoo.co.id, di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Karanganyar dan direncanakan akan menempati kantor PDA di Gedung Dakwah Muhammadiyah Papahan Karanganyar

Kegiatan Rapat dan Permusyawratan, dalam kegiatan sehari – hari PDA Karanganyar melaksanakan rapat pleno rutin setiap bulan .sedang rapat incidental dilaksanakan setiap ada kegiatan tertentu. Permusyawaratan setelah Musyda periode muktamat 46 yang dilaksanakan antara lain Musypimda I, II, III , Rapimda

Persuratan dilaksanakan lancar baik yang masuk, keluar, maupunlintas sektoral. Pemanfaatan TIK dalam organisasi sangat membantu komunikasi pimpinan dalam melaksanakan tugas dan penyampaian informasi penting. Hal ini dilakukan dengan membuat jejaring sosial melalui facebook, WA dan media sosial lainnya.


Visi & Misi

Visi Ideal:
Tegaknya agama Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Visi Pengembangan:
Tercapainya usaha-usaha ‘Aisyiyah yang mengarah pada penguatan dan pengembangan dakwah amar ma’ruf nahi munkar secara lebih berkualitas menuju masyarakat madani.


Struktur ‘Aisyiyah

Gerak dakwah ‘Aisyiyah tersebar dari tingkat pusat sampai ranting di seluruh Indonesia meliputi :

  • 35 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (setingkat Provinsi)
  • 459 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (setingkat Kabupaten/Kota)
  • Ribuan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (setingkat Kecamatan)
  • Puluhan Ribu Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (setingkat Desa)
  • serta Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) di PCIA Kairo-Mesir, Australia, Malaysia, Islamabad-Pakistan, Sudan, Taiwan, Turki, Hongkong, dan Jepang.

DINAMIKA GERAKAN ‘AISYIYAH: QARYAH THAYYIBAH DAN KELUARGA SAKINAH

Dakwah ‘Aisyiyah dilakukan dengan memperkokoh gerakan berbasis keluarga dan masyarakat melalui Gerakan Keluarga Sakinah dan Qaryah Thayyibah. Keluarga Sakinah merupakan usaha-usaha untuk menguatkan institusi keluarga sehingga menjadi keluarga

yang tentram, damai, berkemajuan dengan relasi yang berkeadilan untuk mencapai ridho Allah. Adapun Qaryah Thayyibah merupakan usaha-usaha untuk menciptakan lingkungan yang baik untuk kesejahteraan masyarakat melalui kelompok di jamaah/komunitas dalam berbagai aspek, seperti penguatan spiritualitas, pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, perlindungan hukum, mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan publik, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perlindungan sosial dan berta’awun (saling tolong menolong), kesadaran kewargaan.


‘Aisyiyah Memasuki Abad Kedua

‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan muslim dan komponen strategis persyarikatan Muhammadiyah yang lahir pada tahun 1917 telah melewati usia satu abad dan memasuki abad kedua. Kehadiran ‘Aisyiyah merupakan langkah ijtihad dalam menerjemahkan nilai-nilai ajaran Islam menghadapi stuktur sosial yang dipengaruhi paham agama dan budaya yang membelenggu dunia perempuan. Melalui ‘Aisyiyah perempuan muslim tidak hanya bergerak di ranah domestik tetapi juga publik untuk menunaikan peran dakwah dan tajdid yang mencerahkan kehidupan. Aktualisasi gerakan ‘Aisyiyah itu diwujudkan dalam penguatan dan pembaruan keagamaan, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, menerjemahkan Al-Ma’un untuk pembelaan dhu’afā` mustadh’afīn, dan kaderisasi generasi penerus umat dan bangsa yang cerdas dan berkemajuan.

Sebagai pelopor gerakan perempuan Indonesia dari zaman ke zaman para tokoh ‘Aisyiyah sejak awal pergerakan merintis kiprah dengan ruh keyakinan keagamaan yang kokoh, jiwa ikhlas, pengetahuan dan kecerdasan yang luas, sikap rendah hati, keuletan, pengalaman, kesungguhan, serta pengkhidmatan yang tidak kenal lelah dalam khazanah perjuangan kaum perempuan Islam. Kiprah ‘Aisyiyah itu merupakan perjuangan untuk berjihad dalam memajukan seluruh aspek kehidupan melalui penguatan spiritualitas, akhlak, pendidikan, kesehatan, ekonomi, ksejahteraan sosial, dan usaha-usaha lainnya di basis masyarakat (komunitas jamaah) yang tersebar di seluruh tanah air.

‘Aisyiyah dalam mengemban misi dakwah dan tajdid berpedoman sesuai dengan sikap Muhammadiyah, yakni menghadirkan Islam sebagai ajaran yang mengembangkan sikap tengahan atau moderat (wasathiyyah), membangun perdamaian, menghargai kemajemukan, menghormati harkat martabat kemanusiaan laki-laki maupun perempuan, mencerdaskan kehidupan bangsa, menjunjung tinggi akhlak mulia, dan memajukan kehidupan umat manusia. Sikap tersebut menunjukkan karakter gerakan Islam yang dinamis dan progresif dalam menjawab tantangan zaman, tanpa harus kehilangan identitas dan rujukan Islam.

Dalam memasuki abad kedua tiga kondisi yang harus diwujudkan sebagai visi gerakan yang sifatnya transformasi berupa persambungan dan pengembangan dari pergerakan ‘Aisyiyah pada abad pertama menuju fase baru yang lebih berkemajuan. Ketiga visi gerakan ‘Aisyiyah itu ialah (1) berkembangnya Islam berkemajuan dalam kehidupan masyarakat khususnya lingkungan umat Islam di mana ‘Aisyiyah berada; (2) berkembangnya gerakan pencerahan yang membawa proses pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan; serta  (3) berkembangnya perempuan berkemajuan di lingkungan umat Islam, bangsa Indonesia dan ranah global sebagai insan pelaku perubahan menuju peradaban utama yang cerah dan mencerahkan.