Kajian Rutin PDM Karanganyar di Gedung Dakwah
Ahad, 2 Februari 2025 PDA Karanganyar mengikuti kajian rutin di Gedung Dakwah Muhammadiyah. Pembicara Bapak Muh. Samsuri, dihadiri jamaah kurang lebih 1000.
Kajian pagi ini dengan tema kisah nabi yaitu Amul Huzni (Tahun Duka Cita).
Nabi Muhammad ditinggal paman (Abu Thalib) dan istrinya (Siti Khadijah) meninggal.
Keduanya berperan dalam dakwah nabi.
Abu Thalib melindungi dakwah nabi sehingga aman dari gangguan dan ancaman penduduk Mekah.
Siti Khadijah pertama yang mengakui kerasulan nabi.
Semua harta untuk keperluan dakwah.
Sampai jatuh miskin. Air susunya saat menyusui Fatimah anaknya yang keluar bukan air susu tapi darah.
Dakwah perlu dukungan banyak pihak.
Setelah ditinggal orang yang berperan dalam dakwah. Abu Lahab dan Abu Jahal menekan nabi dengan berbagai ancaman maka nabi hijrah ke Thaib bersama anak angkatnya (Zaid bin Harisah/Zain bin Muhammad)
Dakwah dalam keluarga, lingkungan itu tidak mudah. Nabi dakwah 10 hari tidak diterima tapi nabi tetap yakin suatu saat akan diterima. Maka jangan pernah putus asa. Keluar dari Thaib nabi dikejar dan dilempari batu sampai kepalanya berdarah. Nabi berdoa Robbil mustaafin/doa orang tertindas. Nabi serahkan dan pasrah pada Allah. Nabi berdoa kalau disakiti dimusuhi, nabi tidak apa yang penting Allah tidak murka. Nabi yakin bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
Inti dari peristiwa di atas adalah bahwa Dakwah pasti penuh tantangan, ujian tapi jgn pernah kendor dan berhenti.
Redaktur : LPPA PDA Karanganyar