'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Waspadalah Wahai Kaum Perempuan! Kupas Kanker Pada Wanita Bersama Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG (K) Onk
24 November 2019 17:10 WIB | dibaca 364

 


Foto Bersama Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG (K) Onk dengan Ketua PDA Karanganyar dan panitia

Karanganyar, Ahad(24/11/2019) – Waspadalah anda kaum perempuan. Ternyata kaum perempuan begitu dekat dengan kanker. Tidak hanya pada usia dewasa, usia belia pun bisa terserang kanker. Penyakit ini kebanyakan tidak dirasakan oleh kaum perempuan, tiba-tiba sudah stadium 4. Maraknya pengobatan herbal dan alternatif yang mengklaim mampu mengobati kangker ternyata juga hanya sekedar iklan belaka. Tidak ada herbal yang mampu menyembuhkan kangker. Hal tersebut terungkap dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Karanganyar pagi tadi.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Karanganyar tersebut menghadirkan narasumber Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG (K) Onk, seorang Konsultan Ginekologi Onkologi di Rumah Sakit Onkologi Solo. Ia juga Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Selain Rumah Sakit Onkologi Solo, ahli kandungan dan konsulktan kanker ini juga melayani pasiennya di RSUD Dr. Moewardi Solo. Bagi pembaca yang sering mengikuti seminar kanker, tentu sudah tidak asing lagi dengan sosok Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG (K) Onk karena sering menjadi narasumber kesehatan terutama kanker pada wanita.

Profil Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG (K) Onk
 
Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG (K) Onk merupakan seorang Konsultan Ginekologi Onkologi di Rumah Sakit Onkologi Solo. Beliau juga salah satu dokter di RSUD Moewardi Solo. Beliau menamatkan pendidikan Kedokteran Umum dan Spesialis Obstetri dan GInekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya. Selain itu, beliau juga memperoleh gelar Konsultan Ginekologi Onkologi yang juga beliau dapatkan di Universitas Airlangga, Surabaya.
 
Merupakan anggota dari Indonesian Society of Gynecology Onconlogy (INASGO) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Layanan yang diberikan oleh beliau meliputi Melahirkan Normal, Operasi Caesar, Suntik KB, USG Kehamilan, Tes Kehamilan, Kanker Indung Telur, Kanker Rahim, dll.
 
Menurut dr. Heru Priyanto, peningkatan penderita kanker 70% berada di negara berkembang seperti Indonesia. Bahkan berdasarkan data dari Depkes RI sebanyak 6% atau 13,2 juta jiwa penduduk Indonesia menderita penyakit kanker. Dari jumlah tersebut angka cakupan deteksi dini masih di bawah 7%, dan 70% penderita kanker tersebut datang ke rumah sakit pada stadium lanjut.
 
Ia menandaskah, perempuan sangatlah rentan dan dekat dengan kanker diantaranya 65% kanker serviks, 19% kanker ovarium, 12% karker rahim dan sisanya kanker vagina/vulva. Ia menceritakan pengalamannya dalam menangani kanker pada wanita. Usia ternyata tidak berpengaruh, bahkan wanita usia 10 tahun pun bisa terkena kanker Ovarium.
 
Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG (K) Onk & moderator Rita Sari Dewi, S.Kes, M.Kes (DinKes Kabupaten)
Dr. dr. Heru Priyanto, Sp.OG (K) Onk bersama moderator Rita Sari Dewi, S.Kes, M.Kes (DinKes Kabupaten)
 
Kanker yang diderita kebanyakan wanita adalah kanker serviks atau leher rahim. Kanker ini disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) yang ditularkan melalui hubungan seksual. Semua wanita yang telah aktif melakukan hubungan seksual memiliki resiko untuk terkena kanker serviks. Ditambahkan, risiko tinggi terkena kanker serviks adalah pada mereka yang sering berganti pasangan seksual, maupun wanita yang memiliki pasangan seksual dengan riwayat penyakit menular seksual (PMS).
 
Dia menganjurkan kepada para wanita untuk melakukan deteksi dini adanya kanker ini. Salah satu yang bisa dilakukan diri sendiri adalah mengenali gejala awal yaitu keputihan. Menurutnya, keputihan yang normal memiliki 4 kriteria yaitu terjadi setelah atau menjelang haid, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak gatal. Bila keputihan tidak sesuai dengan 4 kriteria tersebut, seperti berwarna (kuning misalnya), berbau dan lain-lain bisa segera diperiksakan.
 
Selain keputihan, gejalan kanker ini juga bisa dideteksi yaitu terjadinya perdarahan pasca sanggama baik berupa bercak atau perdarahan spontan yang banyak. Pada stadium lanjut, pasien akan mengalami nyeri pada rongga panggul, vagina bengkak, buang air kecil terganggu karena terdapat penyumbatan pada saluran uretra.
 

dr. Heru Priyanto ketika memberikan paparan kanker pada wanita
 
Lalu bagaimana pencegahannya??
 
Dalam paparannya di hadapan para peserta, kanker serviks dapat dicegah. Ada beberapa tahapan pencegahan yang bisa dilakukan yaitu pencegahan primer (dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan perilaku dan pemberian vaksin), pencegahan sekunder (dengan melakukan screening dan deteksi dini), dan pencegahan tersier (pengobatan segera).
 
Pada pencegahan primer, selain dengan pendidikan dan vaksin, ternyata bisa juga dilakukan dengan mengelola stres dan perbanyak dzikir karena akan menguatkan sistem imun pada tubuh. Untuk pencegahan sekunder Kanker mulut rahim, deteksi sejak dini pada tahap lesi prakanker, imbuh Heru, dapat dilakukan melalui IVA test maupun pap smear. Jika sudah masuk pada tahap kanker, bisa menghabiskan biaya sampai lebih dari Rp100 juta. Deteksi dini dapat dimulai ketika seseorang telah aktif secara seksual, lebih awal lebih baik.
 
Resuma : Kanker pada wanita
 
Seminar yang diakhiri menjelang Dzuhur tersebut diikuti oleh para peserta dari praktisi kesehatan, masyarakat umu, PCA, IGABA, IMM dan lain – lain. Acara diawali dengan laporan kegiatan oleh Ketua Majelis Kesehatan PDA Karanganyar, Hj. Darsih Al Adib, Amd.Keb dengan mengambil tema “Deteksi Dini & Tata laksana Terkini Kanker Pada Wanita Untuk Perempuan Sehat Berkemajuan”. Sementara itu Ketua PDA Karanganyar, Dra. Kunti Basthona berharap dengan adanya kegiatan tersebut para peserta mengetahui tentang kanker pada wanita dan mampu menyampaikan hal tersebut kepada masyarakat.
 
“Tidak perlu takut dengan kanker, kita pahami bagaimana cara penyelesaiannya, bisa digunakan untuk diri sendiri, keluarga maupun masyarakat”, imbuhnya. (MPI PDM Kra – Oki)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Shared Post: