'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
(Video) Aisyiyah Karanganyar Pilah Sampah Nabung Emas
26 Juli 2020 05:28 WIB | dibaca 425

Pergerakan dakwah keumatan Aisyiyah ranting Karangrejo, Bloran, Kerjo menggeliat dari Covid-19 yang mencekam. Kajian perdana setelah vakum selama masa pandemi membawa ghiroh dan kerinduan mentadzaburi Al Qur'an.
 
Jumat, 24 Juli 2020 kajian perdana Aisyiyah ranting Karangrejo dibawah pimpinan Hayati  Nufus, S. E., M. Ag., semakin semarak dengan kehadiran pimpinan PDA Karanganyar ibu Dra. Kunti Basthona. Semangat dan ajakan untuk bergerak dalam kajian Aisyiyah yang bermanfaat untuk umat menjadi inti sambutan beliau.
 
Bersama ibu Kunti, hadir pula ibu Hj. Tatit Sukesi, S.Pd., Ketua Majelis Ekonomi PDA Karanganyar dan ibu DR.Hj Sunarmi, M. Hum (Ketua LPPA Aisyiyah).
 
Dalam sambutannya, ibu Sunarmi menyampaikan  QS Ar Rum 41-42
  
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
 
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)
 
Beliau berpesan, pentingnya budaya menjaga lingkungan dan   sebagai upaya mengurangi kerusakan yang sudah nampak di masa sekarang. Aisyiyah sebagai wadah kajian keumatan harus terus berbenah dan berperan dalam kegiatan peduli lingkungan.
 
Selanjutnya inti acara disampaikan ibu Arum Dyah Ripdianti, M.Pd selaku anggota LK PDA Karanganyar sekaligus praktisi Bijak Sampah. Dalam paparannya disampaikan program Pilah Sampah Menabung Emas. Program tersebut disampaikan secara gamblang, masalah yang dihadapi terkait sampah dan alternatif solusi yang  bisa dilakukan oleh masyarakat.
 

Ajakan untuk memilah sampah anorganik untuk menjadi kegiatan yang bernilai positif dan ekonomis dengan mengadakan bank sampah disambut positif oleh ranting Aisyiyah Karangrejo, Bloran.
 
Proses bank sampah yang sudah berjalan di bawah binaan Bijak Sampah sangat sederhana. Kegiatan dimulai dengan memilah sampah mandiri di setiap rumah tangga, kemudian dibawa sebulan sekali ke bank sampah. Prosedur bank sampah pun sangat mudah, warga atau nasabah datang membawa sampah, selanjutnya ditimbang, kemudian dicatat oleh petugas. Hasil pencatatan kemudian diinput ke dalam sistem komputasi yang sudah disiapkan. Hasil akhir laporan adalah besar nominal tabungan masing-masing nasabah.
 
Hasil tabungan sampah bisa diambil pada bulan berikutnya atau disimpan dalam tabungan sampah. Alternatif yang paling menarik adalah nasabah bisa membeli emas pecahan 0.05 gr, 0.1 gr atau 0.25 gr dengan hasil tabungan sampah yang sudah terkumpul. Tabungan berupa emas dikenalkan juga kepada ibu-ibu Aisyiyah agar memahami pentingnya investasi masa depan yang aman dari riba dan inflasi.
 
Harapan besar PDA Aisyiyah, program ini menjadi rintisan peduli lingkungan dimulai dari lingkungan keluarga dan jamaah kajian Aisyiyah.  
 
Karanganyar, 24 Juli 2020
 
 
Sumber : Arum Dyah Ripdianti
(Anggota LK PDA Karanganyar)
 
Redaktur : LPPA PDA Karanganyar
Shared Post:
Berita Terbaru