'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Usaha Aktif Mencegah Penularan Covid-19 Merupakan Bentuk ibadah yang Bernilai Jihad - Kajian Daring PDM Karanganyar #4
26 April 2020 05:09 WIB | dibaca 347

Kajian Daring Muhammmadiyah Karanganyar
sesi Empat - 26 April 2020

Majelis Tabligh Dakwah Khusus dan Majelis Tarjih dan Tajdid
Selamat Menjalankan ibadah Puasa 1441 H

Usaha aktif mencegah penularan Covid-19 merupakan bentuk ibadah yang bernilai jihad
Tuntunan Ibadah dalam Kondisi Darurat Covid-19
oleh : Dr. H.Muh.Syamsuri, M.Si
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar

Usaha aktif mencegah penularan Covid-19 merupakan bentuk ibadah yang bernilai jihad, dan sebaliknya tindakan sengaja yang membawa pada risiko penularan merupakan tindakan buruk/zalim.

Hal ini selaras dengan al-Quran,dari potongan QS al-Maidah [5] ayat 32,

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا

Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.

Ayat ini menunjukkan bahwa siapa saja yang berusaha memelihara eksistensi kehidupan seorang manusia, maka ia seakan telah menjaga eksistensi kehidupan seluruh umat manusia. Sebaliknya, siapa saja yang telah dengan sengaja membiarkan seseorang terbunuh, maka ia seakan telah menghilangkan eksistensi seluruh umat manusia.

Demikian juga hadis Nabi SAW:

عنْ سعيدِ بنِ زَيْدِ قَالَ: سمِعت رسُول اللَّهِ ﷺ يقولُ: منْ قُتِل دُونَ مالِهِ فهُو شَهيدٌ، ومنْ قُتلَ دُونَ دمِهِ فهُو شهيدٌ، وَمَنْ قُتِل دُونَ دِينِهِ فَهو شهيدٌ، ومنْ قُتِل دُونَ أهْلِهِ فهُو شهيدٌ. رواه الترمذي

Dari Sa’id bin Zaid (ia meriwayatkan): Aku pernah mendegar Rasulullah saw pernah bersabda: Barangsiapa yang terbunuh karena melindungi hartanya maka dia syahid. Siapa yang terbunuh karena melindungi agamanya maka dia syahid. Siapa yang terbunuh karena melindungi darahnya maka dia syahid. Siapa yang terbunuh karena melindungi keluarganya maka dia syahid. (HR al-Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berusaha mempertahankan harta, agama, darah (jiwa), dan keluarganya (orang lain) seperti para ahli medis yang berjuang mempertahankan nyawa orang yang terpapar Covid-19, dan orang pada umumnya yang berusaha agar Corona tidak menyebar luas merupakan orang yang berada di jalan Allah dalam arti jihad. Itulah mengapa ketika mereka meninggal dalam proses mempertahankan itu mereka diganjar pahala syahid.

Mafhum mukhalafah (argumentum a contrario*) dari itu ialah bahwa orang yang justru berperan aktif secara sengaja dan atau menyepelekan wabah Covid-19 sehingga abai dan membahayakan dirinya dan juga orang lain adalah termasuk yang berlawanan dengan upaya jihad mempertahankan nyawa, dan yang demikian itu merupakan bentuk kezaliman (tidak menempatkan sesuatu sesuai keadaannya). Lagi pula orang ini melanggar firman Allah dalam QS al-Baqarah [2]: 195:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan.

Bersambung esok hari

#Stayathome
#selalugunakanmasker
#RanmadhandiRumahaja
#ramadhan1441H

Redaktur : Arif Surya (Pustaka dan informasi PDM Karanganyar)

note :
*Argumentum a contrario (Latin: 'argumen dari yang sebaliknya') adalah dalil yang dianggap benar karena tidak dibantah dalam perkara tertentu. Penalaran semacam ini merupakan kebalikan dari analogi. Argumen a contrario sering digunakan dalam ilmu hukum untuk menyelesaikan masalah yang belum terpecahkan dalam sistem hukum tertentu. Argumen ini didasarkan pada ungkapan Latin berikut: ‘‘ubicumque lex voluit dixit, ubi tacuit noluit’’, yang berarti "Jika pembuat undang-undang ingin mengatakan sesuatu, ia akan menyatakannya secara gamblang."

Penafsiran berlawanan argumentum a contrario, yaitu menafsirkan ataiu menjelaskan undang-undang yang didasarkan pada perlawanan pengertian antara peristiwa konkrit yang dihadapi dengan peristiwa yang diatur dalam undang-undang.

 

Dipublish Oleh : LPPA PDA Karanganyar

Shared Post:
Berita Terbaru