'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Turba Mendorong Terselenggaranya Kajian-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar PCA Karangpandan.
12 Februari 2019 12:56 WIB | dibaca 34

 

Siti Fatimah Beri Kajisn

Ahad, 10 Februari 2019 jam 16.00 Majelis Tablig turba mengisi kajian di Karangpandan tepatnya di masjid At Taqwa. Dihadiri kurang lebih 75 orang gabungan dari 3 Rukun Tetangga. Kajian disampaikan oleh ibu Siti Fatimah, S.Ag, menyampaikan hadits Nabi yang berkaitan dengan *Celaka Orang yang Menyembah Harta*". Manusia hidup setiap hari dengan harta, tetapi manusia tidak boleh diperbudak oleh harta, sebagaimana sabda Radulullah SAW sebagai berikut: عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau bersabda, “Celakalah hamba (orang yang diperbudak) dinar, dirham, beludru dan kain bergambar. Jika diberi dia ridha, jika tidak diberi dia tidak ridha.[ HR. Tirmidzi, no. 2336; Ahmad 4/160; Ibnu Hibbân no. 3223] Mencintai harta boleh tetapi ingatlah bahwa di hartamu ada sebagian milik orang lain: fakir, miskin, ibnu sabil, muallaf, famili yang kekurangan ekonomi, tetangga dekat. Itu sebabnya apabila mempunyai harta sudah mencapai nisab hendaklah dikeluarkan zakatnya 2,5 persen. Pelajaran yang dapat diambil dalam hadist: 1- Hendaknya seorang hamba tidak membiarkan dirinya diperbudak harta dalam kehidupannya, selalu berangan-angan dan bermimpi untuk mendapatkannya, mencintai dan membenci karenanya, membela dan memusuhi hanya demi harta. Karena hal itu hanya akan membawa kepada kehancurannya. 2- Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Sepantasnya seseorang itu mengambil harta dengan kemurahan jiwa, agar dia diberkahi di dalam hartanya. Jangan sampai dia mengambilnya dengan ambisi dan rakus. (al-Washiyatul Kubrâ, hlm. 55, tahqîq : Syaikh Salîm al-Hilâli) 3- Harta itu adalah ujian, padahal manusia sangat menyukainya. Oleh karena itu, banyak orang yang gagal dalam menghadapi ujian besar ini. Sedikit sekali orang yang bisa bersyukur kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala atas limpahan nikmatNya yang tidak terhitung banyak dan nilainya. أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ ۚ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka ? tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. [al-Mukminûn/23:55-56]. Harta itu ujian, carilah harta seakan akan kita hidup selamanya dan carilah harta untuk amal ibadah kita. Jika kita diuji dengan harta, maka pandai pandailah bersyukur, dengan makan makanan yang halalan thoyyiban( halal dan baik).

Dirilis oleh : Eny Wijayati

Shared Post: