'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Tingkatkan Kemampuan Mitra, TB-HIV Care Aisyiyah Gelar Capacity Building Program Management dan Fundraising
27 September 2017 09:14 WIB | dibaca 760

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mitranya dalam pengelolaan program dan penggalangan sumberdaya dalam isu TB-HIV selama dua hari berturut - turut, Jum'at - Sabtu 22 sd 23 Sept 2017) di Ruang Hall Hotel Tamansari Karanganyar kemarin. Acara tersebut diberi nama "Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Program OMS dan Penggalangan Dana Masyarakat TB-HIV Care Aisyiyah R-NFM" dan dihadiri 20 mitra CSO dari berbagai elemen.

 

Ketua PDA Kabupaten Karanganyar, Dra. Hj. Kunthi Bastona, saat dialog live bersama Radio SWIBA yang dimoderatori oleh Direktur LPPL Radio SWIBA, Teguh Triyono, SH, M.Si tentang kegiatan TB-HIV Care Aisyiyah dan latar belakangnya. Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanah yang diberikan oleh SR-TB Aisyiyah Jawa Tengah sejak Oktober 2016 lalu. Saat itu ada 5 Kabupaten / Kota yang mendapat amanah untuk melakukan penanggulangan TB, sampai saat ini sudah ada 26 Kabupaten / Kota yang menjadi pelaksana program tersebut.

 

Lebih lanjut Kunthi Bastona menjelaskan saat ini TIM TB HIV Aisyiyah Karanganyar diketuai oleh Hj. Darsih Al Adib dari Majelis Kesehatan PDA Karanganyarakang Subuha Pilar Naredia sebagai Ketua Programnya. Dalam dua kali perekrutan, tim TB-HIV Aisyiyah Karanganyar sudah memiliki 48 kader dan 12 Puskesmas yang berada di 8 Kecamatan.

 

"Kita punya wilayah 12 Puskesmas yang berada di 8 Kecamatan yaitu Colomadu, Tasikmadu, Kebakkramat, Jaten, Karanganyar, Karangpandan, Mojogedang dan Kerjo", tuturnya.

 

Kunthi menambahkan, selama ini kadernya sudah banyak melakukan kegiatan, mulai dari kerja di lapangan, sosialisasi, pengjangkauan tersangka sejak bulan Januari 2017. Bahkan sampai saat ini sudah terbentuk positif TB-HIV sebanyak 72 orang dari 655 tersangka. Dari jumlah tersebut setelah dilakukan pelihara dan pendampingan berhasil sembuh 22 orang.

 

"Kita sampai hari ini yang kita pantau terus dan yang sudah sembuh ada 22 orang dari 72 orang yang positif", tambahnya.

 

TB-HIV Care Aisyiyah Karanganyar juga telah mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan beberapa mitra seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, RS PKU Muhammadiyah Karanganyar, Muslimat NU, Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dan Kwarcab XI.13 Karanganyar. Saat Menjawab TB Dunia beberapa waktu yang lalu, TB-HIV Care Aisyiyah juga mengadakan ketuk pintu di 1.403 KK dalam waktu 2 minggu untuk melakukan sosialisasi.

 

Sementara itu, Ketua Program TB-HIV, Shubuha, saat dialog itu juga menambahkan bahwa program atau gerakan itu tidak bisa bila hanya dilakukan dengan kader saja, melainkan harus disertai dengan pendampingan advokasi dan pengelolaan program yang baik.

 

"Kita membutuhkan berbagai bentuk advokasi, salah satunya dari Mbak Lina yang selaku dari IAC (Indonesia Aids Coalition, red) memberikan pelatihan kepada kita untuk melakukan pelatihan - pelatihan advolasi juga ke dalam mitra kerja", tutur Shubuha.

 

Selain kader, Shubuha juga menyampaikan dalam keberhasilan program tersebut ia telah menggandeng tokoh agama (toga) dan tokoh masyarakat (toma) sebanyak 20 orang untuk ikut mengkampanyekan isu TB-HIV. Toga dan Toma penting karena tokoh - tokoh inilah yang menjadi corong di masyarakat, jadi kader saat melakukan edukasi, masyarakat bisa lebih terbuka.

 

Berkaitan dengan program payung hukum untuk kampanye TB-HIV, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karanganyar, Drs. H. Djatmiko, MM yang juga diajak dialog dalam kesempatan yang ada saat ini Kabupaten Karanganyar sudah memiliki Perda sebagai kebijakan Pemerintah Daerah untuk menanggulangi TB dan HIV.

 

"Kita sudah punya perna No 22 tahun 2015, TB sudah masuk di salah satu pasal, tinggal nanti buat SK Bupati", tandas Djatmiko.

 

Ia menjelaskan rentannya penderita HIV terhadap virus TB. Virus tersebut menyerang tubuh yang rendah hingga berakibat menjadi AIDS yang sulit disembuhkan.

 

"Para penderita HIV sangat mudah terserang penyakit lain yang banyak menyerang adalah TB karena virus itu menyebar dimana - mana. Dia hinggap di tubuh yang tidak sehat karena ketahanan tubuh rendah, sehingga banyak penderita HIV yang terkena TB sampai akhirnya menjadi AIDS ", paparnya.

 

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Program manajemen dan Penggalangan dana sendiri dalam 2 tahab. Tahab pertama adalah program manajemen materi yang dilaksanakan pada hari Jum'at, sedangkan hari kedua adalah materi Penggalangan dana. (Haha)

Shared Post: