'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
SSR Aisyiyah Karanganyar Kembali Terjun di Penanganan PMO Pasien TBC
12 Maret 2020 23:00 WIB | dibaca 42

(Kamis/12 Maret 2020) Masih kurangnya motivasi keluarga / PMO (Pengawas Menelan Obat) dengan latar belakang yang beragam akan melemahkan motivasi terhadap kesembuhan dan keberhasilan pengobatan pasien penderita TBC dari ketidakpatuhan menelan obat secara teratur sampai selesai pengobatan, hal ini tentunya berdampak mengakibatkan kegagalan pengobatan sehingga pasien menjadi kebal obat dan resikonya berakhir dengan kematian. Peran keluarga / PMO sangat penting untuk melakukan pengawasan terhadap pasien dalam hal menelan obat, mengingatkan pasien untuk pemeriksaan ulang dahak sesuai dengan jadwal yang ditentukan, memberikan dorongan terhadap pasien untuk berobat dan menasehati pasien agar tetap mau menelan obat secara teratur hingga selesai. Merujuk pada pentingnya peran PMO tersebut menjadikan SSR Aisyiyah Karanganyar kembali menaruh perhatiannya pada pelatihan PMO bagi keluarga pasien. Kagiatan ini bukan kegiatan baru dalam gerak langkah SSR Aisyiyah Karanganyar sendiri, namun dalam kurun waktu perjalanannya SSR Aisyiyah Karanganyar tercatat terakhir melaksanakan pelatihan PMO yaitu pada periode Desember 2017 tepatnya pada Round NFM. Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini dirasa penting kembali dimasifkan kembali, hal ini diterangkan oleh sang juru taktiknya sendiri yakni Shubuha PN selaku Koordinator SSR Aisyiyah Karangnyar bahwa Training PMO sangat diperlukan di 2020 ini mengingat keberhasilan banyak pengobatan pasien yang sukses di tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan ini merupakan pelatihan bagi keluarga pasien untuk mengawasi pasien TBC untuk menelan obat. Pengawasan pengobatan pasien TBC baru sangat penting untuk memastikan bahwa pengobatan berlangsung dengan baik dan berhasil sampai sembuh. Untuk itu seorang PMO yang terlatih dan memiliki keterampilan dalam pengawasan pengobatan pasien TBC merupakan suatu kebutuhan program penanggulangan TBC. Keberhasilan memutus mata rantai penularan TBC bergantung pada suksesnya PMO melaksanakan pengawasan pengobatan hingga dinyatakan sembuh oleh tenaga kesehatan. Pelaksanaannya sendiri untuk 2020 ini tahap awal berlangsung pada Kamis 12 Maret 2020 bertempat di Sendang Plesungan Gondangrejo dengan difasilitasi oleh Darsih, Amd. Keb selaku Kepala SSR Aisyiyah Karanganyar sendiri serta Daniel HK selaku Programer TB Puskesmas Gondangrejo. Kegiatan ini berlangsung pukul 09.30 WIB dengan diawali pembukaan oleh Shubuha PN selaku Koordinator SSR. Pelatihan ini diikuti oleh 10 Orang PMO Pasien TBC di wilayah Gondangrejo.

Untuk mendukung keberhasilan program penanggulangan TBC, dibutuhkan PMO dari keluarga pasien TBC yang secara sukarela, mau dan mampu menjadi PMO. Secara khusus pelatihan ini bertujuan mengawasi penderita TBC agar dapat meminum obat secara teratur sampai selesai pengobatan dan dinyatakan sembuh. Tidak kalah penting para PMO juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada penderita TBC agar mau meminum obat teratur hal ini tentunya membutuhkan keterampilan bagi para PMO agar mampu memantau pengobatan pasien TBC melalui pencatatan di kartu kontrol pula serta mengingatkan penderita TBC untuk periksa ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan. Dengan adanya pelatihan ini pula para PMO dibekali ilmu agar dapat memberi penyuluhan pada anggota keluarga di sekitaran tempat tinggal penderita TBC yang mempunyai gejala-gejala mencurigakan untuk dapat segera diperiksakan ataupun melaporkan kepada kader/faskes sehingga dapat dengan cepat ditindaklanjuti ke sarana pelayanan kesehatan.

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari