'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
SSR Aisyiyah Karanganyar Bekali Mitra CSO dengan Capacity Building for CSO in Communication and Advocation
14 September 2017 10:09 WIB | dibaca 796

Setelah sukses dengan rangkaian kegiatan di bulan Agustus 2017, baru-baru ini SSR Aisyiyah Karanganyar di awal bulan September tepatnya tanggal 4 dan 5 September 2017 kembali bergiat bersama dengan mitra CSO dalam penanganan kasus TB-HIV di Karanganyar. Kegiatan yang diselenggarakan di VVIP Room SFA Steak & Resto Karanganyar ini bertema Capacity Building for Cso in Communication and Advocation. Hal ini dilakukan demi mendorong pengupayaan bersama masyarakat untuk berpartisipasi menyampaikan kepentingan dan kebutuhannya kepada pemangku kebijkan serta mendorong upaya advokasi terhadap kebijakan dalam penanggulangan TB-HIV oleh NGO/CSO di Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan selama 2 hari ini diikuti oleh 20 peserta mitra CSO dari berbagai lintas sektor masyarakat Kabupaten Karanganyar. Pelatihan peningkatan kapasitas ini sendiri dinarasumberi oleh Yayasan Sehat Panghuripan Sukowati (Yayasan SPASI) dan Cluster Mangkugajah, serta fasilitator dari PDA Karanganyar dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Pelatihan ini diselenggarakan dengan menggunakan metode pembelajaran yang menitik beratkan pada penguatan pemahaman melalui proses sharing pembelajaran lapangan dan simulasi. Kepala SSR Aisyiyah Karanganyar yakni Darsih, Amd.Keb. menerangkan bahwa peningkatan kapasitas terhadap mitra CSO ini penting agar seluruh mitra CSO mampu menjalin komunikasi dan kerjasama yang sinergis antara masyarakat dengan pemangku kebijakan di level daerah sehingga terjalin jaringan kolaborasi dan integrasi antar stakeholder program TB dan HIV. Tentunya hal ini didasarkan atas penyampaian kepentingan masyarakat kepada pemangku kebijakan di tingkat Kabupaten Karanganyar, baik kepada legislatif maupun eksekutif, perlu dilakukan dengan cara yang baik dan efektif.  

Pelatihan ini juga sebagai upaya mendorong terjadinya advokasi di Kabupaten Karanganyar mulai dari tahapan perencanaan strategi, pelaksanaan dan pengawalan hasil advokasi sehingga kepentingan masyarakat terakomodir dalam setiap kebijakan seperti Kebijakan Pelayanan dan Anggaran Daerah dalam penanggulangan penyakit TB dan HIV.

Shared Post: