'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Sinergikan Pergerakan, PCA Jumapolo Inisiasi Desa Siaga TBC
17 September 2020 08:09 WIB | dibaca 48

Indonesia adalah salah satu Negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Merujuk pada laporan Global TBC (WHO, 2019), insiden TBC di Indonesia pada tahun 2018 adalah 845,000 kasus dengan estimasi TBC. Resisten Obat sekitar 24,000 kasus. Tercatat bahwa angka notifikasi di tahun 2018 adalah 569,879 kasus; dengan 67% dari semua kasus yang telah ditemukan, sementara sisanya 33% belum terlacak, tidak terobati atau telah ditemukan dan diobati tapi tidak ternotifikasi pada program nasional. Di tahun 2017, setiap jam ada 13 orang meninggal atau sekitar 300 orang per hari karena TBC (Kemenkes, 2018).

Periode Implementasi Baru (R-NIP), PR ‘Aisyiyah memiliki tugas utama untuk membantu mengeliminasi TBC melalui investigasi kontak dan beberapa program penjangkauan komunitas termasuk
melalui lingkungan agama, pertemuan lingkungan sekitar, dan jangkauan untuk menyasar populasi termasuk di area perdesaan dan populasi padat penduduk. Aktivitas yang dilakukan oleh kader dengan arahan dari tenaga kesehatan Puskesmas diantaranya mengunjungi indeks kasus, skrining pasien TBC dan kontak di sekitar rumah pasien, hingga mendampingi pengobatan. Untuk mengeliminasi TBC, membutuhkan lebih banyak pendekatan yang komprehensif dengan melibatkan semua elemen komunitas pada level desa termasuk aparatur kecamatan dan desa, petugas kesehatan, tokoh dan pimpinan agama, komunitas, serta organisasi masyarakat setempat. Dalam hal ini, PR TBC ‘Aisyiyah mengusung kegiatan Intervensi Desa di 100 desa terpilih. Upaya ini akan dilakukan dengan memberdayakan masyarakat dan komunitas serta pemangku kepentingan yang relevan untuk
meningkatkan kesadaran dan perhatian pada TBC.

Program ini dirancang untuk dapat menyelesaikan tantangan dan hambatan yang berkaitan dengan proses pencegahan dan penanggulangan TBC di tingkat desa. Oleh karenanya, pada lanjutan program bersama SSR Aisyiyah Karanganyar dan PCA Jumapolo, fasilitator Desa Jumapolo yakni Ibu Supartini menggelar inisiasi pembentukan Desa Siaga TBC di Jumapolo sebagai wadah dalam mengidentifikasi besaran masalah TBC di tingkat desa. Untuk dapat melibatkan para pemangku kepentingan di tingkat desa, maka dilakukan kegiatan sosialisasi dan kegiatan konfirmasi informasi dari hasil analisa situasi TBC dan perumusan solusi bersama tingkat desa.

 

Kegiatan ini berlangsung pada 16 September 2020 bertempat di Gedung IPHI Jumapolo dengan agenda utama yakni menyampaikan persoalan TBC beserta usulan rekomendasi solusi di desa, membentuk rencana aksi usulan komunitas untuk menghadapi persoalan TBC di desa, serta membentuk komunitas desa bebas TBC untuk menghadapi persoalan TBC di desa.

Total peserta adalah 20 orang, terdiri dari:
- 1 orang dari Kantor kecamatan
- 2 orang dari Aparatur Desa
- 2 orang dari Puskesmas/Posyandu/Pustu
- 1 orang dari tokoh/pimpinan masyarakat/adat
- 2 orang dari tokoh/pimpinan agama
- 2 orang dari PCA/PCM
- 1 orang dari PRA
- 2 orang dari organisasi yang tersedia di desa (PKK/Karang Taruna)
- 2 kader
- 2 pasien TBC
- 2 keluarga pasien TBC
- 1 mantan pasien TBC

Semoga kegiatan ini dapat segera di replikasi oleh PCA Kebakkramat dan PCA Tasikmadu sebagai penerima amanah program lainnya bersama para fasilitator desa masing-masing di wilayah kerjanya.

Shared Post: