'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Seri 28 Genggam Dunia Raih Ridho Allah- Air Mata Perpisahan
02 Juni 2019 04:02 WIB | dibaca 179

*AIR MATA PERPISAHAN*

Saudaraku rahimakumullaah, Ramadhan sudah di ambang perpisahan, tetapi rahmat الله sangat luas, walau banyak kekurangan ibadah kita di awal dan tengah Ramadhan, masih ada kesempatan tuk penutupan yang lebih baik. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, *_"Dan hanyalah amalan itu tergantung pada penutupnya."_* [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi radhiyallahu'anhu] Syaikhul Islam Ahmad bin Abdul Halim rahimahullah berkata, *_"Yang menjadi ukuran adalah sempurnanya penutupan, bukan kurangnya permulaan."_* [Al-Fatawa, 15/55] Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, *_”Wahai hamba2 الله sungguh bulan Ramadhan telah bertekad untuk pergi, dan tidak tersisa waktunya kecuali sedikit,_* *_Maka siapa yang telah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia sempurnakan, dan siapa yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia menutupnya dengan yang lebih baik.”_* [Lathaaiful Ma’aarif, hal. 216] Saudaraku rahimakumullaah, layaknya kekasih yang akan berpisah, perih hati tersiksa, berikanlah yang terbaik tuk melepas kepergiannya, bersama doa dan harapan, semoga meraih ampunan dan rahmat الله yang Maha Penyayang. Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, *_”Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes tatkala berpisah dengan Ramadhan,_* *_Sedang ia tidak tahu apakah masih ada sisa umurnya tuk berjumpa lagi.”_* *_Hati orang-orang yang bertakwa mencintai bulan ini, dan bersedih karena pedihnya perpisahan dengannya."_*

"Duhai bulan Ramadhan janganlah cepat pergi, berderai air mata para pecintamu, terbelah hati mereka karena perihnya perpisahan denganmu, Semoga saat perpisahan ini mampu memadamkan api kerinduan yang membakar, Semoga masa bertaubat dan berhenti berbuat dosa mampu memperbaiki puasa yang tidak sempurna, Semoga yang tertinggal dari kafilah golongan yang diterima amalannya dapat menyusul,

Semoga tawanan dosa2 menjadi terlepaskan, Semoga orang yang seharusnya masuk neraka menjadi terbebaskan, Dan semoga dengan rahmat الله sang pendosa mendapat hidayah." [Lathaaiful Ma’aarif, hal. 217, 304, 388] *———¤•✳•¤-———*

Shared Post: