'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Roadshow Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Karanganyar di PRA Kadipiro
10 Oktober 2019 04:44 WIB | dibaca 132


Rabu, 9 Oktober 2019 jam 16:00-7:00 di rumah ibu Hidiyah Rohmani,  M Tabligh kembali meneruskan roadshow kajian di PRA se Kab Karanganyar. Kegiatan diikuti 40 orang. Kajian dimulai dengan membaca juz'amma yang dipimpin oleh ustadzah Nurul.

Tema kajian" WANITA SHALIHAH PERHIASAN TERBAIK DI DUNIA"

Rasulullah Saw. bersabda,
 
  الدنيا متا ع و خير متا ع الد نيا المراة الصا لحة ( زواه مسليم)

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (Hadits Riwayat Muslim dari Abdullah Ibnu Umar).

Betapa Islam sangat memuliakan wanita shalihah. Siapa yang tidak mau? Mungkin setiap Muslimah ingin menjadi sebaik-baik perhiasan. Namun, siapakah sosok yang bisa kita jadikan figur?

Lebih lanjut, Rasulullah Saw. dalam sabdanya juga menjelaskan tentang empat sosok wanita shalihah yang dijamin jadi penghuni surga. Sebagaimana sabda beliau:

“Pemuka wanita ahli surga ada empat. Ia adalah Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah Saw., Khadijah  binti Khuwailid dan Asiyah.” (HR. Hakim dan Muslim).

Lantas, apa keistimewaan keempat wanita ini sehingga mereka dikatakan sebagai wanita yang dijamin akan masuk surga?

 Empat wanita yang dijamin surga karena wanita tersebut wanita yang bertaqwa, wanita yang kuat mempertahankan keimanannya, wanita yang sabar, wanita yang tangguh kuat menerima ujian dari Allah SWT.

Ibu-ibu Aisyiyah bersyukurlah karena menjadi wanita shalihah yang dirindukan surga adalah dambaan wanita muslimah.

Sebagaimana Sabda Rasulullah" Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, melaksanakan puasa ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat pada suaminya, dikatakan kepada wanita tersebut masuklah surga dari pintu mana saja yang kamu sukai( HR Ahmad)

Menurut hadits diatas kriteria wanita shalihah yang dirindukan surga antara lain:

1. Wanita yang menegakkan, mendirikan shalat lima waktu.

Shalat tidak sekedar melaksanakan kewajiban rutinitas tetapi shalat dijadikan kebutuhan untuk bertemu Allah, bercerita, berkeluh kesah kepada Allah, sehingga hati kita damai, tentram, tenang dan bahagia.
Shalat yang khusu' bisa mencegah perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana firman Allah surat Al Ankabut ayat 45:

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ    ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ   ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45)

Selain sholat wajib untuk menyempurnakan shalat kita perlu ditambah dengan shalat sunnah.

2. Wanita yang melaksanakan puasa ramadhan.

Puasa untuk melatih kesadaran betapa berat  menahan lapar dan haus sehingga menumbuhkan sifat sosial peduli dengan sesama. Selain itu puasa melatih seseorang untuk memiliki sifat sami'na wa atho'na, sehingga tumbuh kesadaran pantang untuk melakukan perbuatan maksiat.

3. Wanita yang menjaga kemaluan, aurat dan kehormatannya.

Islam menjaga wanita dengan perintah untuk menutupi seluruh tubuhnya dengan kain.
Sebagaimana firman Allah surat Al Ahzab ayat 59:

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَا جِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَا بِيْبِهِنَّ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰۤى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59)

Batas aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Sebagaimana surat An Nur ayat 31:

وَقُلْ لِّـلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَا رِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَـضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَآئِهِنَّ اَوْ اٰبَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَآئِهِنَّ اَوْ اَبْنَآءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَا نِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اِخْوَا نِهِنَّ اَوْ بَنِيْۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَآئِهِنَّ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِ رْبَةِ مِنَ الرِّجَا لِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَ رْجُلِهِنَّ لِيُـعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّ ۗ وَتُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)

4. Wanita yang taat kepada suaminya.

Seorang wanita bila sudah menikah ketaatan sempurna kepada suaminya, karena setelah menikah surganya seorang istri berada pada keridhaan suami.

*( sumber artikel Ummu 'Abdillah Al Wadi'iyah tahun 2005" Untukmu muslimah kupersembahkan nasehatku")
*Al Qur'anul karim.

Ibu-ibu yang dimulyakan dan dirahmati Allah itulah kriteria wanita shalihah menurut Rasulullah, lain waktu kita lanjutkan kriteria wanita shalihah menurut Al Qur'an.

Dirilis oleh Ummie Masrurah

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari