'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PRA Kerjo Ikuti Rakord Muhammadiyah Putaran 8 di Karanganyar - KepemimpinanTransformatif
31 Maret 2019 16:47 WIB | dibaca 383

Prof. Din Syamsudin Saat Menyampaikan Kajian
Pertemuan Rakord PDM Karanganyar

Pertemuan Rakord Putaran ke 8 PDM Karanganyar dihadiri Prof. Dr. Din Syamsudin. Pada acara rakord triwulan Muhammadiyah putaran 8 Din Syamsudin memberikan beberapa tips cerdas bagaimana memilih pemimpin menjelang pemilu tanggal 17 April 2019. Acara rakord yang bertema Kontribusi Politik Warga Muhammadiyah dalam pemilu 2019 dihadiri oleh warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kab Karanganyar.

Panitia menyebutkan sekitar 6000 orang peserta memadati GOR Raden Mas Said Karanganyar. Semuanya antusias menunggu petuah yang akan diberikan oleh salah satu Ketua Ranting Muhammadiyah Jakarta itu.

  

Walaupun Prof Dr. Din Syamsudin tidak menyebutkan nomor dan nama calon yang harus dipilih oleh warga Muhammadiyah sebagai calon pemimpin nasional periode 2019-2024 namun judul ulasan yang dipilih menurut saya sudah sangat mewakili tentang siapa yang harus kita pilih. Sebuah kata hikmah dikutip oleh : Prof Din Syamsudin takfi lilaqil al isyaroh (cukuplah isyarat bagi orang yang berakal). Menurut Prof. Dr. Din warga Muhammadiyah adalah warga yang cerdas, cukup dengan isyarat saja sudah memahami siapa yang paling layak dipilih oleh warga Muhammadiyah.

Paparan yang disampaikan oleh Prof. Din Syamsuddin bertema Kepemimpinan Transformatif yaitu Kepemimpinan yang Kuat yang Mampu Menggerakkan, Mempersatukan dan Menawarkan Angin Segar Perubahan bagi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang Berkeadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Umat islam Indonesia sebagai populasi terbesar bangsa ini sekitar 87,8 % belum menjadi penentu arah perubahan di Indonesia. Sangat tepat bila ada yang menggambarkan tentang kekalahan politis umat mayoritas dengan premis berikut, Umat Islam bukanlah tuan di rumahnya sendiri Kita membutuhkan pemimpin yang visioner yang berani melakukan afirmasi seperti apa yang dilakukan Mahatir Muhammad terhadap warga Melayu Malaysia. Ada keberpihakan yang jelas dari pemimpin untuk memberi perlakuan berbeda kepada para pribumi muslim untuk bisa sejajar dengan para konglomerat yang selama ini dikuasai oleh etnis non pribumi dan non muslim. Karena pemimpin lemah yang hanya berpihak pada golongan tertentu disinyalir menjadi sumber dari berbagai ketidakadilan yang terjadi selama ini.

Adagium yang berupaya memisahkan agama dengan politik adalah hal yang menyesatkan, karena bagi warga Muhammadiyah yang mempunyai doktrin qurani _*udkhuluu fii silmi kaffat*_ harus dimaknai bahwa berislam secara kaffah adalah kewajiban mengambil tanggung jawab untuk memilih pemimpin yang tepat. Menurut Prof. Dr. Din politik adalah jalan yang paling strategis dalam mewujudkan cita-cita besar _*Baldatun Thoyyibatun wa Robbun ghofur*_. Maka tidak ada jalan lain bagi umat islam khususnya warga Muhammadiyah untuk mewujudkan cita-cita besar itu kecuali wajib memilih pemimpin yang benar dan tepat. Beberapa tips yang disarikan dari paparan ini hendaknya bisa diikuti oleh warga Muhammadiyah dalam memilih pemimpin yaitu:

1. Memilih dengan pendekatan ruhiyah. Agar warga Muhammadiyah banyak bertanya dengan jujur pada hati sanubari dalam memilih pemimpin . Karena hati tidak bisa dimanipulasi. Memilih karena iming-iming materi hanya akan mendatangkan kekecewaan dan penyesalan yang berkepanjangan.

2. Memilih dengan literasi politik. Warga muhammadiyah harus menggunakan semua potensi kecerdasannya untuk memilih pemimpin terbaik agar tidak terjatuh pada lubang yang sama dua kali.

3. Memilih yang sejati. Warga Muahmmadiyah hendaknya memilih pemimpin yang tidak mengandalkan basa basi maupun pencitraan, karena yang sejatilah yang diharap mampu membela dan meawadahi aspirasi umat Islam.

Sebuah doa singkat di akhir paparan diharapkan bisa diamalkan oleh warga Muhammadiyah agar Allah memberi bimbingan kita untuk memilih pemimpin yang tepat. Allahumma walli alayna khiyarona wala tuwalli alaina sirorona (Ya Allah datangkanlah untuk memimpin kami orang-orang terbaik di antara kami dan jangan hadirkan lagi untuk kami memimpin kami orang-orang terjahat di antara kami) Wallahu a'lam

 

Hayati Ketua PRA Kerjo 31 Maret 2019

Shared Post: