'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PRA Jembangan - Gunakan Waktu Untuk Beramal Sholeh
15 Oktober 2019 04:57 WIB | dibaca 161

Ahad, 13 Oktober 2019 Kajian Pimpinan Ranting Aisyiyah Masjid At Taqwa Jembangan, Harjosari, Karangpandan, Karanganyar pukul 16.00-17.00 WIB. Dihadiri kurang lebih 90 orang, dari berbagai unsur, tidak hanya Aisyiyah. Kajian ini sebagai bukti kajian Aisyiyah bisa membumi.

Pemateri adalah ustadzah Sartini, S.Pd. anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar dengan mengambil tema Menggunakan Waktu untuk beramal shaleh. M Tabligh berusaha mengoptimalkan seluruh anggota  sebagai bentuk gerakan dakwah. Ada dan tiadanya seseorang dalam Islam ditakar dengan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh umat dengan kehadiran dirinya. Sebab Rosul pernah bersabda "Sebaik-baiknya manusia diantara kalian adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Makna hidup dalam Islam bukan sekadar berpikir tentang realitas, bukan sekadar berjuang untuk mempertahankan hidup, tetapi lebih dari itu memberikan pencerahan dan keyakinan bahwa hidup ini bukan sekali, tetapi hidup akan berkelanjutan, hidup yang melampaui batas usia manusia di Bumi, hidup yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan sang Pencipta. Setiap orang beriman harus meyakini bahwa setelah hidup di Dunia ini ada kehidupan lain yang lebih baik, abadi dan lebih indah yaitu alam Akhirat, sebagaimana dalam firman-Nya: “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang’’.

QS.Adl-dluha (93):4.


وَلَـلْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُ وْلٰى ۗ 

"dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan."
(QS. Ad-Duha 93: Ayat 4)

Setiap muslim yang aktif melakukan kerja nyata (amal sholeh), Allah menjanjikan kualitas hidup yang lebih baik seperti dalam firmannya "Barangsiapa yang melakukan amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka pasti akan kami hidupkan ia dengan hidup yang berkualitas tinggi".
 
QS. An-Nahl (16):97.

مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ

"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

 Ayat tersebut dengan jelas sekali menyatakan hubungan amal sholeh dengan kualitas hidup seseorang.

Umur manusia sepenuhnya ditentukan oleh Allah SWT, manusia hanya dapat menerima keputusan Allah SWT tentang umurnya. Karenanya, manusia tidak mengetahui panjang pendek umurnya, manusia juga tidak mengetahui sampai kapan ia akan hidup di Dunia, hanya Allah-lah yang mengetahui. Jika umur sudah habis masa berlakunya di Dunia, tidak ada kesempatan lagi bagi kita untuk melakukan amal sholeh, yang ada hanyalah penyesalan dan menunggu perhitungan amal sholehserta kemungkaran yang telah dilakukannya di Dunia. Untuk itu, beberapa kali Allah memerintahkan kepada manusia di dalam Al-Quran untuk beriman dan beramal sholeh selama masih ada kesempatan hidup di Dunia. Umur yang diberikan Allah SWT kepada manusia adalah amanat yang harus dijaga dengan baik, karenanya harus diisi dengan amal sholeh. Nilai umur manusia tidak ditentukan oleh panjang atau pendeknya, melainkan oleh kualitas amal yang diperbuat dalam masa hidupnya.

Panjangnya umur seseorang tidak akan bernilai sama sekali, jika tidak diisi dengan amal sholeh. Bahkan, boleh jadi hanya menjerumuskan kedalam azab Allah SWT. Umur panjang yang diisi dengan amal sholeh menjadi bukti kualitas hidup manusia di Dunia dan meninggikan derajatnya di sisi Allah SWT. Waktu adalah hal penting yang harus diperhatikan dalam hidup ini, kualitas hidup seseorang dapat ditentukan berdasarkan bagaimana seseorang tersebut menggunakan waktu yang dimilikinya. Bukan terkait dengan berapa banyak atau berapa lama waktu yang dimilikinya, namun bagaimana membuat waktu tersebut menjadi bernilai.

Banyak orang yang memiliki banyak waktu, namun mereka tidak bisa menggunakannya dengan baik,ini artinya bahwa banyak orang yang lalai dengan waktu. Hanya orang-orang yang sadar akan berharganya waktu yang bisa menggunakan waktu tersebut dengan baik, jauh dari kesia-siaan dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sangat rugilah orang-orang yang menyia-nyiakan waktu, sebagaimana diingatkan dalam firman-Nya: “Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan nasehat-menasehati dalam kesabaran”.

QS. Al-Ashr (103):1-3.

وَا لْعَصْرِ ۙ 

"Demi masa."
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 1)

اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ ۙ 


"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 2)
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ

"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 3)

Al-Qur'an senantiasa mewanti-wanti manusia akan pentingnya waktu bagi kehidupan mereka, karena kualitas kehidupan manusia di Dunia sangat ditentukan oleh kemampuannya menghargai dan memanfaatkan waktu. Untuk itu, di awal surah Al-'Ashr Allah SWT bersumpah dengan waktu, siapapun akan merugi, kecuali, orang-orang yang senantiasa mengisi hidupnya dengan amal sholeh yang dilandasi keimanan dan keikhlasan, mereka yang senantiasa saling mengingatkan dengan kebenaran dan kesabaran. Bagi seorang mukmin, setiap hembusan napas, detak jantung dan aliran darah selamanya harus bernilai ibadah, dirinya harus sadar bahwa waktu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.

Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah
Kabupaten Karanganyar

Shared Post: