'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Pesan Dahnil Anhar Simanjuntak Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dalam Pelantikan Pemuda Cabang Muhammadiyah kab Karanganyar
09 September 2017 17:00 WIB | dibaca 664
 
Dua kalimat standart sbg penyangat perjuangan. 
 
1. Ikrar yang dibaca harus dipahami sebagai bentuk yang tidak hanya  sereminial.  Makna yang penting ruhul iklas dan ruhul jihad. Muhammadiyah merupakan kumpulan dari  ruhul jihad dan ruhul ilkas dari seluruh. Karakter Muh diwarnai dari sangat ruhul tersebut. Hal itu bisa dilihat seluruh amal usaha adalah milik Pimpinan Pusat Muh walaupun di cabang, daerah, wilayah mendirikan. Syiar itu bukan riyak oleh karena itu contoh Aisyiyah harus  mulai mampu syiar yang tidak harus sedikit bicara karena terbukti mampu mendirikan beberapa amal usaha. Di Muhammadiyah harus memperbanyak instrumen silaturohchim.  Pengajian merupakan media atau instrumen silaturochmi. Ruhul iklas kita wujudkan dalam pergerakan pengajian. Ruhul ihlas dan ruhul jihad untuk merawat ahlak dan nalar sehat. 
Hal ini dibuktikan oleh Pemuda Muh saat akan ada demo di Borobudur yang dilakukan adalah Ketua Pemuda Muh melarang adanya demo di Borobudur dalam membela Rohingya. 
 
2. Dinamika persyarikatan bethadapan dan berkorelasi dengan berkembangsaan untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi. Ini Lihat Al Baqarah ayat 11. Bagi Muh,  Pancasila itu adalah konsepsi final produk dialog dari bangsa Indonesia yang beragam. Keragaman bangsa Indonesia tidak bisa diwujudkan dengan cara menyamakan semua unsur. Oleh karena itu diperlukan nalar sehat dan aklak yang baik supaya berhasil musyawarah yang baik.
 
Pemahaman Pancasila yang benar hendaknya dilakukan oleh pejabat, politisi, dan PNS bukan rakyat kecil, karena rakyat sudah menguasai itu dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
 
Tantangan utama Indonesia bukan idielogi tetapi kesenjangan ekonomi dan hukum.
Posisi Muhammadiyah adalah ibu kandung RI sehingga jalan anak salah harus diingatkan dan harus memarahi.
Dakwah Muh harus menggbirakan. Ketika ada orang lapar maka harus dikasih makan, kalau ada orang sakit maka dirikan rumah sakit, ketika ada orang tidak tahu maka harus didirikan sekolah agar menjadi pandai yang tentunya  dalam koridor ketauhidan yang benar.⁠⁠⁠⁠
Shared Post: