'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Pembukaan Tanwir II 'Aisyiyah dan Satu Abad BA 'Aisyiyah
16 November 2019 20:22 WIB | dibaca 53

PEMBUKAAN TANWIR II 'AISYIYAH dan SATU ABAD BA 'AISYIYAH

1. Pembukaan pukul 09.10 (Undangan pukul 08.30)
2. Indonesia Raya dan Mars 'Aisyiyah
 
3. Sambutan Rektor, Warsiti, Sarjana Keperawatan
Selamat datang Menko MPK, Bpk Muhajir E.
UNISA kini telah memiliki 3 gedung (tanwir 1 baru punya 1 gedung) dan menjadi organisasi perempuan 1 yang mengelola universitas 
 
4. Sambutan Ketua PPA, St. Noorjanah Djohantini
Selamat datang: Bpk Menko MPK, PPM, PPA, REKTOR berbagai PT, KAPOLDA, DPR, Ketua Parpol, Perwakilan Organisasi, Peserta Tanwir seluruh Indonesia
 
Dinamisasi gerakan perempuan menebar Islam berkemajuan
 
34 Provinsi hadir tidak ada yang izin (300 peserta)
 
Hari ini sekalian BA merayakan Tasyakur Akbar 100 th
 
Muhammadiyah dan 'Aisyiyah telah memperjuangkan generasi dimulai dari PAUD. 
Kini memiliki 20.000 PAUD dan sejenisnya (25% dari jumlah PAUD di Indonesia)
 
Peneguhan gerakan 'Aisyiyah sebagai gerakan muslim yang berkemajuan, memperkokoh di tingkat basis, disitulah tahu secara lagsung denyut kehidupan keumatan dan kebangsaan. Tidak ada kata putus/ lelah dalam perjuangan menjadikan masyarakat yang sejahtera menjadikan bangsa yang baldatun thoyibatun warabun ghofur
 
Prinsip dan semangat kalau kita ingin maju tidak boleh berpangku tangan, semangat untuk kemajuan. Maju dengan pijakan nilai yang jelas menyajikan dakwah yang berkemajuan. Menjadi insan kamil yang membawa kemajuan bangsa.
 
Penghargaan kepada guru dan penggiat pendidikan, ketulusan perjuangannya memajuan anak Indonesua, yaitu:
B. Warus, Lampung
Karakan
Gresik
Bengkulu
Bali
Pati
Banten
Sumbar
DIY
DKI
 
5. Sambutan Ketua PPM, bapak Haedar Nasir
'Aisyiyah tidak pernah lelah membangun bangsa
Peletakan batu pertama pembangunan masjid Mualimin Muhammadiyah  di kampus baru
Peletakan batu pettam pembangunan Tower hotel 7 lantai, di Yogyakarta
 
Milad Muhammadiyah di spotarium
 
Peluncuran lagu muktamar, 18 Nov 2019
 
Prinsip Islam berkemajuan, melahirkan 
Al Quran tidak hanya dihafal, tapi mengembangkan ijtihad
Perubahan yang membutuhkan pembaharuan sesuai dengan jiwa keislaman, baca manhaj Muhammadiyah. Cara pendekatannya: melalui 
Pendekatan, bayani/teks, burhani/rasional ilmu pengetahuan sesuai tarjih, irfani/ruhani
 
Sambut semarak semangat keagamaan, haji umroh, gerakan sholat berjamaah, isu hijrah kembali dinul keislaman, menjadi kanopi suci. 
Semangat agar tidak terjadi bias. Berpakaian.
Al Ahzab 59, An Nisa: 31
Muka dan telapak tangan bukan aurat. Tugas kita dakwah sesuai pandangan Muhammadiyah
Dalam beragama Nabi bersabda "Engkau jangan ekstrim dalam beragama" jangan menambah dan jangan mengurangi
 
Jangan sekali2 berbantah tanpa ilmu, sesungguhnya pendengaran dan penglihatan kita akan dimintai pertanggungan jawab
 
Islam berkemajuan menggelorakan dakwah nilai positif menjadi uswah hasanah, mengembangkan nahi munkar tidak selamanya lurus. Di saat yang salah ada yang meluruskan, melalui kelembutan tidak dengan kekerasan
 
Dalam menyelesaikan masalah gunakan musyawarah yang menjadi budaya bangsa Indonesia. Ibarat mengambil madu dalam sarang lebah, jika tidak dapat terselesaikan tawakal kepada Allah.
 
Pembukaan Tanwir II dengan pemukulan gong
 
Keynote Speaker
Bapak Muhajir Effendi
 
Memilih Generasi Unggul
Menurut Presiden Joko Widodo palang pintu keberhasilan pembangunan SDM Menko MPK
Siklus kehidupan akan ditangani secara terpadu 
Visi terwujudnya Indonesia maju dan berbudaya
 
Yang berbudaya manusia, memiliki kemampuan untuk mencipta yang ada dalam pikirannya/ al anfus sungguh telah aku tunjukkan tanda kekuasaan dalam alam raya dan mencipta budaya butuh media, benda dan bukan benda (contoh: tarian)
 Dalam melahirkan budaya memiliki 3 kriteria :
1. Logika
2. Etika
3. Estetika
 
Semoga bermanfaat
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari