'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA Karanganyar Selenggarakan Rapat Koordinasi - Majelis Kader Ikuti
18 Oktober 2019 18:00 WIB | dibaca 59

Rapat dan Kajian Rutin PDA, 18 Oktober 2019 yang bertugas oleh Majelis Ekonomi.
Seperti biasanya kegiatan 17 Oktober 2019 diawali dengan pembacaan susunan acara
1. Pembukaan
2. Pembacaan Al Quran
3. Sambutan dari Ketua Majelis Ekonomi
4. Pengajian Inti
5. Informasi Laporan Lembaga
6. Lain-lain
7. Penutup

Setelah  pembacaan Surat An-Nisa ayat 23 s.d 25 dipimpin oleh Ibu Kunti.
Setelah itu dilanjutkan sambutan oleh penyelenggara, yaitu Ibu Tatit beliau mengucapkan salam dan selamat datang serta rasa bersyukur Alhamdulillah semoga kita mendapatkan manfaat dari kajian hari ini.

Untuk kajian hari ini. Bertajuk " Mengisi 3 Kekosongan " Yang disampaikan oleh Ibu. Umi sholikah
Beliau menyampaikan bahwa manusia diciptakan oleh Allah menjadi makluk paling sempurna diantara makluk ciptaan Allah yang lain. Dan memberikan kelebihan dengan kesempurnaan organ yang bekerja dengan fungsinya masing-masing secara dinamis. Sehingga sebagai hamba Allah kita harus mampu mempertanggungjawabkan semua apa yang kita lakukan di akherat dengan tujuan agar kita bisa masuk ke SurgaNya. Sehingga kita dianjurkan untuk melakukan Muhasabah.

Muhasabah perlu dilakukan bagi siapapun, namun hal ini jarang dilakukan dengan alasan lupa dan karena kotornya hati. Ketika pikiran & hati dalam keadaan bersih, tentu siapapun akan mampu mengintrospeksi diri atas apa yang telah dilakukannya selama ini. Bukan sekedar introspeksi diri sendiri, tapi juga mengamalkan kebaikan (bertawakal) di masa mendatang.

Adapun mengisi kekosongan dengan :
1. Mengisi kekosongan Akal dengan niat karena Allah.
Beliau menerangkan penghuni neraka akan meratap karena apa yg mereka lakukan ketika di dunia.
Seperti yg ada di Surat Al-Mulk Ayat 10

 وَقَالُوا لَو
ْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Arab-Latin: Wa qālụ lau kunnā nasma'u au na'qilu mā kunnā fī aṣ-ḥābis-sa'īr

Terjemah Arti : Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".

Oleh karena itu maka mari kita gunakan akal pikiran kita dengan sesuatu yang bermanfaat.
Seperti yang ada di Surat  Al-Mujadilah Ayat 11

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Terjemah Arti : Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

2. Adapun mengisi kekosongan yang ke dua adalah mengisi hati dengan keimanan.
Kadang manusia mengalami penurunan kadar keimanan sehingga mudah merasa iri, dengki, dan takabur. Karena hati adalah Raja dalam kehidupan kita yang menggerakkan dan memerintah segala tindak tanduk kita. Maka hati harus dihiasi dengan iman, dimana iman menjadi obat kekosongan hati.

Dalam Surat Al-Hujurat Ayat 7

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Terjemah Arti : Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu "cinta" kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.

3. Mengisi kekosongan Jiwa.
Merasa jika berbuat salah akan kecewa dan akan menyesal di kemudian hari.
Sehingga perlu mengisi hati dengan :
- membaca Al Quran
- pergi ke majelis ilmu utuk selalu mengisi hati dengan ilmu yang bermanfaat
- mengendalikan hawa nafsu

Dalam kajian ini beliau menyampaikan bahwa setelah bermuhasabah hendalah kita segera mengisi 3 kekosongan dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Dengan cara mengisi kekosongan akal, kekosongan hati atau iman, serta jiwa.

Demikian ilmu yang bisa dapat dari kajian hari ini semoga bermanfaat bagi kita semua, sehingga kita menjadi hamba Allah yang selalu dalam nikmat Iman Islam.

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari