'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA KARANGANYAR KUNJUNGI KURBAN BANJIR NGAWI
11 Maret 2019 13:45 WIB | dibaca 200

PDA KARANGANYAR KUNJUNGI KURBAN BANJIR NGAWI Pada tanggal 6 maret 2019 mulai malam hari dunia medsos terus diramaikan berita dan video tentang adanya banjir di beberapa daerah seperti Ngawi, Ponorogo, Madiun, Bojonegoro, Tuban, Klaten, Gunungkidul, dll. Melihat sutuasi yang demikian, PDA Karanganyar seperti biasanya menginstrukdikan kepada semua warga Aisyiyah untuk ikut berbagi sekedar mengjibur saudara kita yang sedang mengalami musibah . Alhamdulillaah .... Akhirnya terlaksana juga keinginan PDA Karanganyar untuk berbagi. PDA memilih mengunjungi kurban banjir di Kwadungan Kabupaten Ngawi dilaksanakan hari Sabtu 9 maret 2019. Setelah kontak dengan PDM Ngawi, rombongan dari PDA Karanganyar dengan dukungan PKU Muhammadiyah dan Panti putri Aisyiyah Karanganyar berangkat dari Karanganyar pukul 08.00 pagi. Sampai di posko PDM yang berada di Panti Muhammadiyah Ngawi rombongan diantar ke rumah Bapak ketua PCM Kwadungan dengan perjalanan memutar agak jauh untuk menuju lokasi sembari melihat bekas bsnjir yang belum terurai. Sisa banjir membekas pada dinding Rumah - rumah di sekitar lokasi terlihat garis air sempat masuk rumah warga, air menggenangi dinding rumah sekitar 20 - 50 cm. Di rumah ketua PCM air menggenangi di ruang pendopo yang merupskan bangunan pada posisi tertinggi di dalam rumah sekitar 10 cm. Di tempat lain pada rumah yang pada posisi rendah tentu lebih dalam lagi s.d 40 cm. Hampir semua warga sedang di sekolah SD yang tidak jauh dari lokasi ketja bakti bersih-bersih bekas banjir. Nampaknya kehadiran rombongan PDA Karanganyar merupakan bantusn yang datang pertama. Baju pantas pakai kurang lebih 50 dus, beras 1 kwintal, sayur mayur 10 kresek dan sebagian dalam bentuk uang tunai. Selang beberapa menit kemudian hadir 2 anggota MDMC dari wilayah Jatim kemudian memberikan prndampingan membuka Posko dan tata cara pencatatan bantuan dll. Tidak jauh dari rumah Ketua PCM merupakan lokasi terdampak banjir paling parah. Bahkan jalan utama kecamatan bagian kampung sebelah barat rumah beliau baru dapat dilewati kendaraan pada pagi itu. Ketika kami pulang melewati jalan tersebut, kami melihat bekas garis genangan air di dinding rumah rata - rata sekitar 150 cm. Dapat dibayangkan bagaimana kedalaman air di luar rumah ketika terjadi banjir. Bahkan masih banyak daerah di kanan kiri jalan yang masih ada luapan banjir. Kondisi kampung selintas sudah normal, terlihat rumah - rumah terbuka , genangan air di dalam rumah sudah tidak ada, yang terlihat banyak jemuran kasur, kursi tamu, gabah , dll. Hasil bincang - bincang ternyata listrik baru nyala pada hari sabtu itu , sehingga beberapa hari tidak bisa masak. Karena beras , gas, sayur, lauk masih susah dicari. Hampir semua warga belum bisa normal bisa memasak karena tidak ada sayuran. Alhamdulillaah, kehadiran kami dengan membawa sedikut sayuran ternyata merupakan barang - barang yang sangat dibutuhkan pada saat itu, walaupun tidak seberapa tetapi insyaaAllah bermanfaat. Kepada semua yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini, terimakasih, amanah sudah kami laksanakan, semoga barakah umtuk semuanya .

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari