'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA Karanganyar Bersinergi Dengan ICMI Karanganyar
21 September 2019 03:10 WIB | dibaca 221

PDA Karanganyar bersinergi dukung sepenuhnya ICMI Karanganyar. Sebagai komitmen dalam turut serta berkiprah dalam cendikuawan muslim, beberapa anggota PDA Karanganyar  menhadi calon pengurus ICMI Karanganyar. Hadir dalam acara kuliah umum di Pendapa Rumdis Bupati Senin, 9 September 2019, pukul 09.00-12.00.

Dalam Kuliah umum tersebut ada beberapa hal.yang oatut dicatat, diantaranya:

Sambutan bupati Prof. Jimly Ashiddiqie, SH. adalah tokoh masyarakat yang tidak banyak ada kaitannya yang menangani masalah hukum. Karanganyar terdapat empat ormas yang semua besar dan saling rukun, yakni NU, Muhammadiyah, MTA, dan LDII. Karanganyar memiliki Baznas yang terbaik se Jawa Tengah. Sodakoh dan infak menjadi nafas warga Karanganyar. Tema tentang Disruption kiranya dapat dimakani suasana yang mengarah pada pergeseran. Yang memungkinkan kita akan tercerabut dari akarnya dan bisa juga menjadi hebat. Hebat yang tetap berpijak pada akar budaya dan bisa juga hebat muncul warna baru. Kemungkinan-kemungkinan yang seperti itulah yang sekiranya dapat didiskusikan untuk menjaga Negara RI tercinta ini. Diskusi Prof.Dr. Jimly Asshidiqie, SH Ketua ICMI Indonesia. Maju dan tidaknya suatu daerah adalah kekompakan. Pengalaman kekompakan Karanganyar selama ini harus menjadi modal kekuatan. Era sekarang ini dapat dikatakan zaman disruption, yakni era yang mudah mengalami pergeseran. Mudahnya pergeseran terjadi maka perlu antisipasi tetap menjaga Kesatuan RI. Dampak dari Pemilihan Umum harus diwaspadai. Merajut ulang dan merawat ulang hubungan antar etnis masih diperlukan untuk menjaga kedamaian. Oleh karena itu masalah moralitas menjadi penting diberbincangkan. Tentang etika, moralitas semua agama mengajarkan tidak ada perbedaan, cuma istilahnya berbeda untuk kebaikan. Etika itu kesadaran, oleh karena itu perlu membangun kesadaran etika. Semua UU yg mengatur Negara juga mengatur etika. Era Peradilan hukum dan era peradilan hukum harus berjalan seiring sejajar. Pendekatan hukum ujungnya hanyalah penjara. Dan penjara bukan menjadi tobat tetapi justru menjadi sekolah kriminal. Oleh karena itu penindakan hukum bukan solosi. Membangun Moralitas dan Etika menjadi penting sebagai solusi pendekatan menyelesaikan masalah. Sistem etika sangat akrap dengan kebudayaan. Etika juga dekat dengan agama. Sistem kode etik sebaiknya dijaga untuk dapat berjalan dengan baik sehingga kalau ada masalah sebelum masuk dalam hukum hendaknya sudah terseleksi oleh kode etik. Kode etik pertama ditulis adalah kedokteran, akuntansi, dan hukum. Aruhawi bukunya di Eropa menjadi babon. Aruhawi ini orang Arab erta kaitannya dengan Aklaq. Aklaq itu terlalu abstrak. Konkritnya adalah adab. Syariah itu konkritnya fiqih. Konkrit tujuan beragama adalah aklak. Mari kita evaluasi beragama dari aklak tercermin dalam perilaku. Orientasi membangun berkebangsaan kita lebih mudah dengan merawat moral ketimbang hukum. Sumber Daya Alam bisa menjadi modal bisa menjadi bencana tergantung kita mengelola. Etika dan moral memiliki kunci karena etika adalah kesadaran. Kuncinya adslah kekayaan alam , kekayaan sumber daya manusia yang berkualitas, berorganisasi yang benar penting diwujudkan. Membangun rool of law and rool of etic. Dalam Al Quran mengajarkan tiga hal untuk membangun kekuatan: jujur,adil, amanah. Implementasi dalam berkebangsaan, kesepakan harus dipegang teguh. Sebagaimana makna dan konkritnya Indonesia itu berdasar Panca Sila tidak perlu ditambah dan dikurangi sebagai teks dan maknanya. Kekuatan Indonesia memerlukan orang yang beriman yang mampu memegang teguh kebenaran sesuai dengan agama yang dianut.

Shared Post: