'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Muhasabah Diri Edisi Ramadan Hari ke-17 - Lima Hikmah Nuzulul Quran
10 Mei 2020 15:58 WIB | dibaca 1626

Sebagaimana kita ketahui bersama
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰ نُ هُدًى لِّلنَّا سِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَـصُمْهُ ۗ وَمَنْ کَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِکُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِکُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُکْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ وَلَعَلَّکُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa pada bulan Ramadan telah diturunjan Al Quran yang berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia dan menjelaskan tentang petunjuk tadi dan pembeda antara yang hak dan yang batil.

Nuzulul Quran secara harfiah berarti turunnya Al-Quran (kitab suci agama Islam).

Nuzulul Quran adalah suatu istilah yang merujuk pada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kali kepada nabi dan rasul terakhir yakni Nabi Muhammad SAW.

Dalam banyak pembahasan tentang Nuzulul Quran diturunkan ke Baitul Izzah secara langsung. Dari Baitul Izzah itulah, Al-Quran yang kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW.

Wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah surah Al Alaq ayat 1-5

Pada saat wahyu ini turun Nabi Muhammad sedang berada di Gua Hira, disampaikan oleh Malaikat Jibril. Adapun waktu atau tanggal pastinya terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama.

Ada yang menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal tanggal 8 atau 18. Sebagian lainnya mengatakan pada bulan Rajab tanggal 17 atau 27 menurut Abu Hurairah.

Nuzulul Quran sendiri mempunyai lima hikmah, yaitu :

1. Meneguhkan Hati Rasulullah dan Para Sahabat
PADA saat dakwah Rasulullah di era Makkiyah penuh dengancelaan, cemoohan, siksaan dan bahkan ada upaya untuk membunuh Nabi pada saat itu.
Wahyu yang turun secara bertahap pada waktu itu menguatkan hati Rasulullah dalam menapaki jalan dakwah yang sulit dan terjal itu.

Ketika kekejaman para pemimpin Quraisy semakan menjadi-jadi, Al-Quran menyuruh mereka bersabar dengan menceritakan kisah para nabi-nabi sebelumnya dan pada akhirnya memperoleh kemenangan dakwah.

2. Tantangan dan Mukjizat
Orang-orang musyik yang berada di dalam kesesatan pun tidak henti-hentinya melemahkan kaum muslimin pada saat itu. Mereka sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang aneh dengan maksud untuk melemahkan iman kaum muslimin.

Pada saat itulah, kaum muslimin ditolong oleh Allah dengan jawaban yang langsung dari-Nya melalui wahyu yang turun.

Selain itu, Al-Quran juga menantang secara langsung orang-orang kafir untuk membuat sesuatu yang serupa dengan Al-Quran.

Ternyata mereka pun tidak mampu dan pasti tidak mampu untuk menjawab tantangan itu. Ini pun membuktikan bahwa bukti dari mukjizat kebesaran Al-Quran yang tidak dapat ditandingi oleh siapapun.

3. Dimudahkan Menghafal dan Memahaminya
Dengan turunnya Al-Quran secara berangsur-angsur, maka para kaum muslim pada saat itu menjadi lebih mudah menghafal dan memahaminya. Terlebih lagi, pada saat ayat tersebut turun dengan adanya kerjadian atau peristiwa yang hampir sama dengan isi kandungan ayat tersebut.

Hal itulah yang membuat pemahaman kaum muslim semakin kuat.

4. Relevan dengan Penetapan Hukum Serta Pengaplikasiannya
Sayyid Quthb menyebutkan bahwa sahabat dengan 'Jailul Quranil Farid' (Generasi Qurani yang unik). Di antara yang membedaka meraka dari generasi lainnya adalah sikap mereka terhadap Al-Quran dimana jika ada ayat Al-Quran turun dan memerintahkan sesuatu, maka mereka akan mengerjakannya.

Interaksi mereka terhadap Al-Quran bagaikan prajurit dengan komandan jika ada intruksi maka mereka langsung mengerjakan.

Hal yang memudahkan mereka bersegera untuk melaksanakan perintah Al-Quran adalah Al-Quran diturunkan secara bertahap.

5. Menguatkan Bahwa Al-Quran Benar-benar dari Allah SWT
Pada saat Al-Quran turun secara berangsur-angsur dalam waktu lebih dari 22 tahun, kemudian menjadi suatu rangkaian yang sangat cermat dan penuh makna, indah dan fasih gaya bahasanya.

Di sana terjalin hubungan antara satu ayat dengan ayat lainnya bagaikan untaian mutiara, serta ketiadaan penentangan di dalamnya.

Hal ini tentu menguatkan bahwa Al-Quran benar-benar kalam ilahi, Dzat yang maha bijaksana lagi maha terpuji.

Semoga kita semua dapat mengetahui lima hikmah Nuzulul Qur'an sehingga kita dimudahkan berkumpul bersama  keluarga di Jannah . Aamiin...

 

Dipublish oleh : LPPA PDA Karanganyar

Shared Post:
Berita Terbaru