'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Muhammadiyah dan Aisyiyah Karanganyar Dukung Kawasan Bebas Rokok
25 Januari 2020 08:16 WIB | dibaca 51

Adalah acara Silaturahmi Pimpinan Dearah Muhammadiyah dan Aisiyah Se Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta. Dalam Rangka Mendukung Terwujudnya Kawasan Tanpa Rokok, yang diselenggarakan di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cik Di Tiro No 23, Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, pada hari Jumat tanggal 24 Januari 2020.

Acara diawali dengan menyanyiakan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Aisiyah bersama. Hadir di acara tersebut Dr. Sulis Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Dr. Gunawan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Acara dimulai pukul 08:00 diikuti oleh 100 peserta, dibuka oleh Dr. Gunawan, dengan ucapan syukur dan terima kasih kepada Allah atas ridhaNYA, sehingga bisa terselengara acara tersebut. Dalam sambutannya Dr. Sulis menghimbau kepada warga Muhammadiyah dan Aisyiyah se Jawa Tengah ini, untuk bisa berperan aktif dalam menganalisa dan mengedukasi masyarakat untuk bisa menjaga dan meningkatkan kesehatan, berperilaku hidup yang bersih, rapi dan Islami dengan cara berhenti merokok. Hal itu kita mulai dari diri dan keluarga kita sendiri dulu.

Budaya melarang untuk bisa dikurangi tetapi diganti dengan budaya pikir dengan cara mengedukasi para pencandu/perokok, tentang dampak buruk dan bahayanya merokok. Apalagi jenis rokok Elektrik itu, kandungan kimianya sangat tinggi. Maka Majelis Tarjih memutuskan bahwa rokok Elektrik itu, HARAM. Untuk diharapkan kepada RSMA, yaitu di semua Rumah Sakit Muhammadiyah diharapkan mempunyai Layanan Anti Merokok dan Layanan untuk berhenti Merokok. Dijelaskan pula oleh Dr. Fita bahwa Penerapan Peraturan Daerah Yogyakarta no. 2 Tahun 2017 tentang kawasan tanpa rokok. Di Yogyakarta senantiasa sudah melakukan di semua lembaga dan di tempat-tempat umum, antara lain : di kampus-kampus dan di Malioboro sudah menjadi kawasan tanpa rokok. Karena data hasil penelitian membuktikan bahwa, Rokok telah membunuh lebih dari 7 juta orang setiap tahunnya,dan yang 6 juta dari kematian tersebut adalah akibat merokok.

Maka di Yogyakarta diciptakan KTR, yaitu : KAWASAN TANPA ROKOK adalah sebuah kawasan yang dilarang untuk merokok, memproduksi, menjual, dan mempromosikan / mengiklankan  semua jenis rokok. Demikian setelah mengikuti acara Silaturahmi ini, diharapkan semua peserta untuk bisa memahami dan menindaklanjuti terciptanya KTR tersebut, di daerahnya masing-masing.

Acara selesai pukul 17:00 ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh panitia.

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari