'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Mangayubagyo Kepulangan Haji Karanganyar-PDA Karanganyar Dukung Sepenuhnya PDM
31 Agustus 2019 08:53 WIB | dibaca 309

Muhammadiyah terus berkomitmen dalam dakwah dan syi'ar. Gerakannya terus berupaya menebarkan kedamaian dengan mrnjaga hubungan baik pada sesama. Setiap musim haji Muhammadiyah berusaha menjaga kiprahnya dalam memberikan dukungan materi dan sedikit paket haji untuk sekedar membantu bekal bagi calon jamaah. Sepulang haji Muhammadiyah kembali memberikan penghargaan dengan mangayubagyo kepulangan. Langkah ini diambil agar haji tetap dijaga sepanjang masa. Mangayubagyo haji dengan inti acara kajian.

Pengajian menyambut kepulangan jama'ah haji tahun 1440 H di Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar pada hari Jum'at, 30 Agustus 2019, diikuti oleh warga Muhammadiyah dan umum yang hadir sekitar 1500 orang. Pengajian disampaikan oleh Dr. H. A Fattah Santoso, MA. wakil ketua PWM Jawa Tengah. Dari sekian itu, jumlah jamaah haji yang hadir sekitar 550 dan calon jamaah haji yang akan datang sejumlah 100.

Ust Fattah Santosa mengajak jama'ah haji dan hadirin, setelah pulang haji untuk membiasakan diri: 1. Kebiasaan dzikir kepada Allah yaitu mengingat dan menyebut Allah, karena kebiasaan orang orang arab jahiliyah setelah menunaikan haji, mengagungkan kebesaran nenek moyangnya. Setelah surat al baqoroh ayat 200 turun kebiasaan tersebut diganti dengan dzikir kepada Allah. 2. Kebiasaan untuk berdoa kepada Allah. Hendaklah Kita mengharap kebaikan di dunia dan akhirat serta dijauhkan dari siksa neraka. Sebagaimana Surat Al Baqoroh ayat 200-201: فَاِ ذَا قَضَيْتُمْ مَّنَا سِكَـکُمْ فَا ذْکُرُوا اللّٰهَ كَذِكْرِكُمْ اٰبَآءَکُمْ اَوْ اَشَدَّ ذِکْرًا ۗ فَمِنَ النَّا سِ مَنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَاۤt اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنْ خَلَا قٍt "Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia, dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 200) وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ "Dan di antara mereka ada yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201) Beliau juga menyampaikan tidak hanya meneladani Haji Nabi Ibrahim As saja, namun juga meneladani Bagamiana Ibrahim menjadi pemimpin, baik memimpin keluarga, memimpin umat dan memimpin masyarakat. Ciri-ciri pemimpin ummat yang baik antara lain : 1. Pemimpin yang qonital Lillah yaitu pemimpin yang patuh pada Allah. Beliau seorang yang selalu berpegang kepada kebenaran dan tidak pernah meninggalkannya. اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ كَا نَ اُمَّةً قَا نِتًا لِّـلّٰهِ حَنِيْفًا ۗ وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ۙ  "Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan hanif. Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (yang mempersekutukan Allah)," (QS. An-Nahl 16: Ayat 120) 2. Pemimpin yang syakiral an'umihi yaitu pemimpin yang bersyukur. Ibrahim As juga pemimpin yang pandai bersyukur kepada Allah. شَا كِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۗ اِجْتَبٰٮهُ وَهَدٰٮهُ اِلٰى صِرَا ط مستقيم "dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus." (QS. An-Nahl 16: Ayat 121) Oleh karena itu Ibrahim As mendapat kebaikan di dunia akhirat dan di akhirat termasuk orang shalih. وَاٰ تَيْنٰهُ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ۗ وَاِ نَّهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ ۗ  "Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang yang saleh." (QS. An-Nahl 16: Ayat 122)

Shared Post: