'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar memberi Pembinaan Keluarga Sakinah
16 September 2021 20:14 WIB | dibaca 66

Pada hari Jum'at, 10 September 2021 di TK Aisyiyah Jumantono diwakili oleh Ummie Masrurah memberi tausiyah pada pengajian PCA Jumantono. Pengajian dihadiri 18 orang dengan semangat dan antusias mendengarkan kajian dengan tema "Keluarga Sakinah". 

Keluarga sakinah adalah bangunan keluarga yang dibentuk  berdasarkan perkawinan yang sah dan tercatat di kantor urusan agama yang dilandasi rasa saling menyayangi dan menghargai dengan penuh rasa tanggung jawab dalam menghadirkan suasana kedamaian, ketentraman dan kebahagian di dunia dan di akhirat yang diridhoi Allah SWT.
 
Untuk mewujudkan keluarga bahagia di dunia dan akhirat hendaklah selalu menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari api neraka sebagaimana firman Allah surat At Tahrim ayat 6
 
Asbabun nuzul Quran surah At Tahrim ayat 6 berkaitan dengan menghadapnya seorang sahabat nabi yang mengemukakan bahwa ia telah berusaha menjaga dirinya dari api neraka kemudian Ia bertanya Bagaimana cara menjaga keluarga, sahabat tersebut adalah Sayyidina Umar bin khattab Radhiyallahu anhu.
 
Surah At Tahrim ayat 6, ALLAH Ta’ala berfirman,
 
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
 
yaa ayyuhaa ladziina aamanuu quu anfusakum wa-ahliikum naaran waquuduhaa nnaasu walhijaaratu 'alayhaa malaa-ikatun ghilaatsun syidaadun laa ya'shuuna laaha maa amarahum wayaf'aluuna maa yu'maruun
 
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
 
Diriwayatkan ketika turun ayat ini maka Sayyidina Umar bin khattab berkata: “Wahai Rasulullah, kami sudah menjaga diri kami, dan bagaimana menjaga keluarga kami?” Rasulullah SAW menjawab: “Larang mereka mengerjakan apa yang kamu dilarang mengerjakannya dan perintahkanlah mereka melakukan apa yang Allah memerintahkan kepadamu melakukannya. Begitulah caranya meluputkan mereka dari api neraka. Neraka itu dijaga oleh malaikat yang kasar dan keras, mereka dikuasakan mengadakan penyiksaan di dalam neraka, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepadanya.”
 
 
Berkaitan dengan keluarga sakinah hendaklah kita memperhatikan keluarga baik keluarga kecil maupun keluarga   luas sehingga keluarga kita bahagia dan sejahtera dengan cara memberi nafkah kepada keluarga sebelum memberi nafkah kepada orang lain sebagaimana firman Allah surat Al baqoroh ayat 215:
 
يَسْــئَلُوْنَكَ مَا ذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَا لِدَيْنِ وَا لْاَ قْرَبِيْنَ وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنِ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِ نَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
yas-aluunaka maazaa yungfiquun, qul maaa angfaqtum min khoiring fa lil-waalidaini wal-aqrobiina wal-yataamaa wal-masaakiini wabnis-sabiil, wa maa taf'aluu min khoiring fa innalloha bihii 'aliim
 
"Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 215)
 
Asbabul nuzul surat Al Baqarah ayat 215
Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
 
Diriwayatkan bahwa seorang pria lanjut usia dan kaya raya bernama Amr bin al-Jamuh al-Anshari bertanya kepada Rasulullah, “Harta apa yang sebaiknya aku nafkahkan dan kepada siapa aku berikan?” Allah lalu menurunkan ayat ini untuk menjawab pertanyaan tersebut. Mereka bertanya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, seperti saudara kandung, paman, bibi, dan anak-anak mereka, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Mereka hendaknya diprioritaskan untuk menerima infak sebelum orang lain. Infak pada ayat ini adalah sedekah yang bersifat anjuran, bukan zakat yang diwajibkan dalam agama dan telah ditentukan siapa yang berhak menerimanya seperti dibahas pada Surah at-Taubah/9: 60. Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Dalam ayat ini kata al-khair disebut dua kali; yang pertama berarti harta (al-mal) dan yang kedua berarti kebajikan dalam arti umum. 
 
(Sumber tafsir ibnu katsir dan tafsir Departemen Agama RI)
 
 
Redaktur : LPPA PDA Karanganyar
Shared Post:
Berita Terbaru