'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
MAJELIS TABLIGH PIMPINAN DAERAH AISYIYAH KARANGANYAR GELAR KAJIAN di Masjid At Taqwa Jembangan Karangpandan pada hari Ahad 13 Januari 2019 yang dihadiri kurang lebih 70 orang
14 Januari 2019 03:39 WIB | dibaca 412

Umi Masruroh Menyampaikan Materi

Ibu - ibu mengikuti kajian dengan antusias, semangat, ceria dan gembira. Nara sumber Ummie Masrurah, S.Ag, Anggota Majelis Tabligh Aisyiyah Karanganyar, Dalam kajian ini menyampaikan materi dengan tema " Mensyukuri Nikmat Allah". Dalam proloq menceritaka

n contoh orang yang mengingkari nikmat Allah pada zaman nabi Musa yaitu kisah Qorun. Qorun semula termasuk orang yang miskin dan banyak anak, sehingga minta didoakan oleh Nabi Musa agar menjadi orang kaya. Allah mengabulkan doa Nabi Musa sehingga qorun menjadi orang kaya raya. Qorun mempunyai kebiasaan yang berbeda dengan orang kaya pada umumnya, kebiasaan tersebut antara lain : 1. Kebiasaan ketika bepergian membawa kunci yang dipikul oleh 10 orang yang kuat. 2. Kebiasaan riya' yaitu semua kekayaan diperlihatkan agar dikagumi oleh manusia 3. Kebiasaan sombong, bahwa harta yang dimiliki dari ilmu yang dimiliki. Suatu hari Qorun memakai pakaian mewah dan memilih kuda dan pengawal terbaik, untuk parade mengelilingi kota dari istananya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, moga moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qorun. Tetapi orang yang berilmu berkata : kecelakaan yang besarlah bagi kamu. Qorun dan pengikutnya dibenamkan oleh Allah karena kesombongannya dan mengingkari nikmat Allah. Orang yang cerdas adalah orang yang pandai bersyukur maka rizkinya akan bertambah. Sebagaimana firman Allah surat Ibrahim ayat 7 sebagai berikut: وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." Inti ayat diatas, orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah hidupnya akam berkah, wujud nikmat berkah adalah bertambahnya kebaikan. Syukur artinya berterima kasih atas pemberian anugerah Allah dengan cara mengingat, menyebut nikmat, mengagumkan Allah, memuji Allah, menghargai/tidak menghina nikmat sekecil apapun. Allah memberikan nikmat sangat banyak sehingga manusia tidak dapat menghitungnya. Sebagai sebagaimana firman Allah : وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ "Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nahl 16: Ayat 18) Allah memerintahkan untuk senantiasa bersyukur atas rizki yang Allah berikan, sebagaimana firman Allah : يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا کُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ کُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 172) Cara mensyukuri nikmat Allah : 1. Bertaqwa kepada Allah 2. Hanya meminta rizki kepada Allah 3. Hanya menyembah Allah semata. 4. Mensyukuri nikmat dengan membenarkan dalam hati, mengikrarkan dengan lisan dan nenyatakan dalam amal perbuatan. Firman Allah : اِنَّمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًا وَّتَخْلُقُوْنَ اِفْكًا ۗ اِنَّ الَّذِيْنَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ لَا يَمْلِكُوْنَ لَـكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوْا عِنْدَ اللّٰهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوْهُ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ "Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah hanyalah berhala-berhala, dan kamu membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezeki kepadamu; maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 17) Dirilis oleh Ummie Masrurah.

Shared Post: