'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Maisyatan Dhonka
11 Juli 2017 07:48 WIB | dibaca 1707
*MAISYATAN DHONKA* *Oleh Hayati Nufus* *(MIM Bloran Kerjo)* Kajian Ahad Pagi di Bloran, Kec Kerjo di bulan syawal 1438 H diisi oleh ustadz Syamsuddin Asrori dari Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Mukmin Qurani, Ngadiluwih Matesih, berikut paparannya: Kajian diawali dengan sebuah pertanyaan Nara sumber, "Mengapa kita harus belajar Al Qur'an?" Selanjutnya merujuk pada surat Toha 20:124-126, _"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."_ Yang dimaksud dengan Orang berpaling dari peringatan Allah adalah orang yang tidak mengindahkan Al Quran, cenderung mengabaikan aturan-aturan Allah dalam kitab suci-Nya dan menuruti hawa nafsunya dalam prilaku hidup keseharian. Prilaku seperti ini diancam dengan dua konsekuensi yaitu, _maisyatan dhonka (kehidupan yang sempit) dan a'ma fi yaumil qiyamah (buta pada hari kiamat)_ Ibnu Qayyim aj zaujiyah memaknai _maisyatan dhonka_ dalam tiga hal: 1. Rizki yang sempit. Orang yang mengabaikan Al Quran akan mengalami kesulitan ekonomi dalam hidupnya, meski penghasilan tinggi tapi tidak disertai dengan keberkahan sehingga harta yang banyak tidak membawa kesejahteraan dan ketentraman pada dirinya atau keluarganya. 2. Aneka penyakit. Orang yang mengabaikan Al Quran akan ditimpa berbagai penyakit yang datang silih berganti tidak ada habis-habisnya, penyakit yang mengerogoti kekayaannya. Penyakit dimaksud, bisa penyakit fisik maupun psikis berupa kegelisahan (kegalauan) yg tiada berujung. 3. Anak keturunan yang tidak taat. Imbas ketiga orang yang mengabaikankan Al Quran, anak keturunannya menjadi anak-anak yang sulit untuk diatur dan cenderung tidak taat pada orang tua atau bahkan melawan. Konsekuensi ancaman yang paling menakutkan dan tidak bisa diperbaiki kembali bagi orang yang mengabaikan Al Quran adalah akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan buta. Surat Toha ayat 125-126 menggambarkan dengan gamblang hal tersebut, _dia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?'_Allah berfirman: _"Demikianlah dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu pula hari ini kamu diabaikan."_ Akan ada golongan orang yang mengalami kebutaan permanen saat hari berbangkit di hari kiamat dan mereka akan mempertanyakan tentang kondisi mereka kepada Allah, Allah akan menjawab bahwa hal itu terjadi akibat perilaku mereka di dunia yang mengabaikan seruan dan peringatan Al Quran. Golongan orang-orang yang dilupakan dan diabaikan. Mengapa kita harus mengkaji al Quran? Ada empat alasan bagi orang yang mau mempelajari Al Quran dan mengamalkannya: 1. Setiap hurup Al Quran akan diganjar sepuluh kebaikan. Bila kita membaca bismillahirahmanirrahim maka kita mendapat seratus sembilan puluh kebaikan, setiap huruf digandakan sepuluh kebaikan. 2. Mendapat balasan syurga. Nabi bersabda _Siapa yang membaca al Quran dan menghafalkannya Allah akan masukkan ia ke dalam syurga dan ia dapat menolong anggota keluarganya sebanyak sepuluh orang walaupun mereka sudah dimasukkan ke dalam neraka seluruhnya._ 3. Menjadi keluarga Allah. Keluarga Allah di dunia menurut nabi adalah para pegiat Al Quran yaitu orang yang terus menerus sepanjang hidupnya berinteraksi dengan Al Quran baik mempelajari, menghafal, mengajarkan maupun mengamalkannya. 4. Mendapat jubah kemuliaan dan mahkota cahaya. Seorang ulama Al Imam Hasan al Basri bercerita, nanti akan ada seorang anak laki-laki yang berdiri di depan pintu syurga menunggu ibu dan ayahnya untuk diajaknya masuk syurga. Allah mengijinkan anak itu memberi syafaat pada ibu dan ayahnya dan keluarga besarnya sejumlah sepuluh orang untuk masuk syurga walau mereka menjadi penghuni neraka. Anak itu akan mempersembahkan mahkota cahaya dan jubah kemuliaan pada orang tuanya karena dia menjadi penghafal Al Quran. Demikian balasan bagi para penjaga al Quran di dunia dan akhirat, wallahu a'lam. __________ *Kerjo, 9 Juli 2017*
Shared Post:
Berita Terbaru