'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
M Tabligh Karanganyar Mengajak Teladani Nabi Ibrahim-Strategi Dakwah Menjelang Idhul Adha
19 Juli 2019 21:21 WIB | dibaca 60
 
KAJIAN PIMPINAN RANTING 'AISYIYAH MANGGIS LALUNG KARANGANYAR, Jum'at 19 Juli 2019 jam 13.00 di Mushala Al Marwa yang diikuti oleh 75 orang dari anggota Aisyiyah dan guru - guru Aisyiyah. 
 
Kajian dimulai dengan membaca ayat al quran dan maknanya surat Abasa ayat 1-42. 
 
Dilanjutkan upacara dengan menyanyikan sang surya dan mars Aisyiyah, yang dipimpin ukhti Sulis.
 
Sambutan-sambutan dari takmir Mushala Al Marwa dan ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah yang disampaikan oleh ibu Yusron.
 
Inti pengajian disampaikan oleh Ummie Masrurah, S.Ag dengan Tema " MENELADANI KELUARGA NABI IBRAHIM AS"
 
Dalam membina mahligai rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, tentunya tak lepas dari berbagai rintangan, halangan, ujian, cobaan dari Allah SWT dan usaha sungguh sungguh dalam menggapai kesuksesan. 
 
Kita sebagai orang mu'min, tentunya akan merujuk teladan keluarga para rasul, nabi dan sahabat salafus shalih. Dalam momentum bulan dzulhijjah kita menengok dan meneladani kisah keluarga Nabi Ibrahim As yang sukses. Kesuksesan keluarga Ibrahim As juga banyak ujian yang harus dilalui, ujian tersebut antara lain:
 
1. Pada usia muda Nabi Ibrahim As gundah, gelisah melihat kaum dan bapaknya menyembelih sesuatu yang tidak bisa memberi manfaat.Pada suatu hari Ibrahim datang ke kuil untuk menghancurkan berhala keci, setelah selesai kapaknya di taruh diatas pundak berhala besar. Melihat Ibrahim yang meremehkan berhala-berhala itu, raja Namrut dan kaumnya marah. Nabi Ibrahim diadili dengan hukuman dibakar hidup-hidup. Tidak ada "yang menjamin keselamatan Ibrahim. Ibrahim tetap teguh pendirian  untuk beriman dan tawakal kepada Allah semata. Sehingga Allah menurunkan mukjizat, Ibrahim tidak mempan dibakar. Luluslah ujian yang pertama, melihat kejadian itu kaumnya takjub dan marah.
 
2. Nabi Ibrahim diusir oleh kaumnya dari tanah kelahiranya( Babilonia) berkelana ke Yerussalem Palestina
 
3. Nabi Ibrah menikah dengan Siti Saroh dalam wakru lama belum dikaruaniai keturunan. kehidupan keluarga sepi, namun keduanya menjalani dengan sabar dan ikhlas. 
Siti Saroh menyarankan Ibrahim as menikah dengan budaknya sendiri yaitu Siti Hajar.
 
4. Nabi Ibrahim diperintahkan untuk membawa  Siti Hajar dan anaknya yang masih bayi pergi dari rumah menuju suatu tempat yang gersang dan tandus, karena Siti Saroh merasa cemburu.
 
5. Nabi Ibrahim cemas dan gelisah karena melihat  dalam mimpinya untuk  menyembelih Ismail dengan tangannya sendiri, dengan kejadian itu Nabi Ibrahim menduskusikan dengan putranya, Dialoq tersebut diabadikan dalam al qur'an surat Ash shafat ayat102 :
 
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَا لَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْۤ اَرٰى فِى الْمَنَا مِ اَنِّيْۤ اَذْبَحُكَ فَا نْظُرْ مَاذَا تَرٰى ۗ قَا لَ يٰۤاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِيْۤ اِنْ شَآءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
 
"Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu! Dia (Ismail) menjawab, Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
(QS. As-Saffat 37: Ayat 102)
 
Doa-doa Ibrahim dalam menghadapi ujian dari Allah diabadikan dalam alqur'an surat ibrahim ayat 35-41. 
 
Ketika Ibrahim menempuh perjalanan melewati tanah yang gersang dan tandus juga menyaksikan komunitas manusia menyembah berhala, maka Ibrahim berdoa:
 
....ُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا وَّاجْنُبْنِيْ وَبَنِيَّ اَنْ نَّـعْبُدَ الْاَصْنَا مَ ۗ 
.....  Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 35)
 
Saat Nabi Ibrahim AS meninggalkan Siti Hajar dan Ismail di lembah yang gersang dan tandus, beliau berdo'a :
 
رَبَّنَاۤ اِنِّيْۤ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ ۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوْا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَ فْـئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْۤ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ
 
"Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 37)
 
Nabi Ibrahim sangat sayang kepada keluarga ( menurut riwayat ibunya masuk islam) dan kaum muslimin, sehingga beliau berdo'a:
 
رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَا لِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَا بُ
 
"Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 41)
 
ibu-ibu Aisyiyah yang dirahmati Allah mari kita mengambil hikmah dari kisah, dengan meneladani keluarga Nabi Ibrahim as dalam membangun keluarga dengan dasar tauhid yang kuat, ketakwaan,  kesabaran, keikhlasan untuk menyelesaikan berbagai problem keluarga.
Shared Post: