'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
M Tabligh Berikan Materi di PCA Tasikmadu
10 Januari 2020 16:46 WIB | dibaca 105

Kajian Pimpinan Cabang Aisyiyah Tasikmadu, Jum'at 10 Januari 2020 di rumah ibu Aini Pokoh Ngijo Tasikmadu, dihadiri 35 anggota Aisyiyah.

Tausiyah disampaikan oleh Ummie Masrurah anggota Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar dengan tema :
"ALLAH MAHA PENGASIH DAN MAHA PENYAYANG"

1. Allah menciptakan alam semesta dan isinya tidak keliru dan bukan main-main belaka,  tetapi mempunyai MISI.

 Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَآءَ وَا لْاَ رْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ
wa maa kholaqnas-samaaa`a wal-ardho wa maa bainahumaa laa'ibiin

"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main."
(QS. Al-Anbiyat : 16)

 Allah SWT berfirman:

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ
a fa hasibtum annamaa kholaqnaakum 'abasaw wa annakum ilainaa laa turja'uun

"Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"
(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 115)

2. Misi Allah menciptakan manusia dan jin tidak lain hanya untuk menyembah Allah semata. Manusia sebagai makhluk yang lemah berkewajiban untuk tunduk dan patuh, berbuat baik menurut kemampuannya dengan berusaha dengan penuh pengharapan kepada Allah sebagai realisasi keyakinan manusia akan kekuasaan Allah dan menerima apa yang diberikan kepadanya. Berusaha dan berdoa termasuk Rahman dan Rahim Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illaa liya'buduun

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

3. Sifat rahman dan rahim Allah berupa kehidupan dan mati bagi manusia hanyalah sebagai ujian untuk diambil nilai kebaikan dan keburukan manusia tentang amal dan sikap menyerah serta ridhanya terhadap apa yang diberikan Allah kepada manusia.

4. Penyerahan manusia secara fisik itu pasti namun yang akan dinilai ketaatan dengan hati yang penuh penyerahan kepadaNya.

Allah SWT berfirman:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ عٰلِمُ الْغَيْبِ وَا لشَّهَا دَةِ ۚ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
huwallohullazii laaa ilaaha illaa huw, 'aalimul-ghoibi wasy-syahaadah, huwar-rohmaanur-rohiim

"Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 22)

Allah SWT berfirman:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَـبَّا رُ الْمُتَكَبِّرُ ۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
huwallohullazii laaa ilaaha illaa huw, al-malikul-qudduusus-salaamul-mu`minul-muhaiminul-'aziizul-jabbaarul-mutakabbir, sub-haanallohi 'ammaa yusyrikuun

"Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Maha Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan."
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 23)

5. Musibah yang menimpa manusia pada hakikatnya sebagai rahmat dan siksaan.  Misalnya Allah memberi kenikmatan bisa sebagai siksaan yang akan mendatangkan kesengsaraan karena tanpa ada rasa syukur. Namun pemberian Allah sebagai penderitaan justru mendatangkan kebaikan dan kebahagiaan karena diiringi sikap tunduk,  patuh, menyerah dan ridha terhadap ujian yang diberikan Allah.

Jadi pemberian Allah yang baik harus disyukuri dan pemberian yang menyusahkan dijadikan sarana peringatan untuk lebih dapat meningkatkan perbuatan yang lebih baik lagi dengan penuh kesabaran dan tawakal.

Allah SWT berfirman:

فَاَ مَّا الْاِ نْسَا نُ اِذَا مَا ابْتَلٰٮهُ رَبُّهٗ فَاَ كْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗ ۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْۤ اَكْرَمَنِ ۗ 
fa ammal-insaanu izaa mabtalaahu robbuhuu fa akromahuu wa na''amahuu fa yaquulu robbiii akroman

"Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, Tuhanku telah memuliakanku."
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 15)

Allah SWT berfirman:

وَاَ مَّاۤ اِذَا مَا ابْتَلٰٮهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ  ۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْۤ اَهَا نَنِ ۚ 
wa ammaaa izaa mabtalaahu fa qodaro 'alaihi rizqohuu fa yaquulu robbiii ahaanan

"Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, Tuhanku telah menghinaku."
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 16)

Contoh rahman dan rahim Allah :
1. Usaha dan do'a
2. Hidup dan mati
3. Musibah/ ujian hidup

(Sumber buku Tanya Jawab Agama Jilid 1 halaman 1-2)

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari