'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Lockdown 309 Tahun
20 Maret 2020 06:39 WIB | dibaca 489

LOCKDOWN 309 TAHUN

oleh : Ismail Soleh, MTDK PDM Karanganyar

Lockdown adalah metode Qurani dalam upaya penyelamatan jiwa manusia. Bagi umat muslim yang membaca Al Quran serta memahami isinya tentu akan menemukan kisah nyata ini. Kisah ribuan tahun lalu yang terabadikan dalam surat Al Kahfi. Kisah tentang pemuda-pemuda beriman yang berikhtiar menyelamatkan jiwa dan agamanya dari penguasa zalim.

Dikisahkan dari ayat 9 sampai ayat 26 surat Al Kahfi, ketika para pemuda yang berjumlah 7 orang beserta seekor anjingnya (menurut Ibnu Abbas dalam tafsir Ibnu Katsir) berupaya meninggalkan kota mereka. Kota yang menjadi ancaman bagi mereka karena disana ada seorang penguasa yang tak setuju dengan keimanan mereka. Ketika upaya dialogis menemui kebuntuan dan tak ada lagi jalan keluar, maka lari menjauh dari sumber bahaya adalah pilihan. Mereka sepenuhnya menyadari larinya mereka bukan tanpa resiko. Tapi lebih beresiko kalau mereka tak lari.

Maka Allah Yang Maha Melihat, melihat ikhtiar mereka. Allah Yang Maha Perkasa menyelamatkan mereka. Sampailah mereka pada sebuah gua yang jauh dari kota. Disitulah ketujuh pemuda itu dikarantina. Allah me-Lockdown mereka. Berapa lamanya? Tak tanggung-tanggung, 309 tahun dalam hitungan kalender Komariah atau 300 tahun dalam kalender Miladiyah mereka diisolasi dalam gua yang tak seberapa luasnya.

Pada puncak ikhtiar dan tawakal, maka waktu seolah dilipat. Masalah menjadi tak terasa. Bagi mereka 309 tahun bagai sehari atau setengahnya saja. Allah lah yang mengatur semuanya. Ketika bahaya telah berlalu, penguasa zalim telah binasa, dunia luar sudah aman maka Allah kembalikan pemuda-pemuda Kahfi balik ke dunia nyata. Bertemu dengan manusia-manusia baru dalam keadaan aman tanpa bahaya. Penguasa zalim telah diganti dengan penguasa yang beriman lagi bijaksana.

Itulah buah dari ikhtiar dan tawakal. Tak pasrah bongkokan sebagaimana orang-orang Jabariah. Pun juga tak merasa jumawa dengan ilmu dan kekuatannya sebagaimana orang-orang qodariyah. Orang-orang beriman yang benar imannya menyandingkan ikhtiar dan tawakal pada porsinya.  

Maka kita yakini bahwa keadaan sulit ini akan berakhir. Sebagaimana Pemuda Kahfi kembali menghirup udara segar di luar gua tanpa rasa takut, tanpa terancam jiwanya. Kata kuncinya pada Ikhtiar dan tawakal, maka Allah akan menurunkan pertolongannya.

Nas'alullahu wal 'afiyah.
Malam Jumat, 23.36 WIB.

Shared Post:
Berita Terbaru