'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Komunitas Aisyiyah Karanganyar Mengaji
03 Maret 2020 22:10 WIB | dibaca 72

Rutin sebulan sekali Pimpinan Daerah Karanganyar selenggarakan pertemuan rutin komunitas Aisyiyah Kota Karanganyar. Setiap pertemuan disampaikan info organisasi terkini serta acara inti kajian. Kegiatan diharapkan dapat memberikan penguatan dalam aqidah serta ideologi Muhammadiyah.

Pertemuan Rutin Komunitas Aisyiyah Karanganyar Selasa 3 Maret 2020 di SMK Muhammadiyah 6 Karanganyar diisi Kajian Tarjih tentang Puasa Tathawwu' oleh ibu Kunti Basthona.

PUASA TATHAWWU'

1. Pendahuluan
Puasa itu merupakan perisai oleh karena itu apabila salah seorang diantara kamu berpuasa maka janganlah berkata kotor dan membuat gaduh. Jika ada yang mengajak berkelahi maka katakan kepadanya ; Saya sedang berpuasa. demikian  potongan dari terjemahan sebuah hadits  (mutafaq 'alaih).
Hadits ini mengingatkan kita bahwa hendaklah senantiasa menjaga lidah dari perkataan kotor, yang dapat menjadi fitnah, sehingga menyelamatkan hidup kita baik di dunia maupun di akhirat.
Menjaga lidah dari perkataan kotor itu sangat penting dan dapat dilatih melalui puasa, hingga Rasulullaah SAW telah bersabda : "Barang siapa tidak meninggalkan berkata dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak memandang perlu ia meninggalkan makanan dan minumannya", hadist hasan shahih.
Jelas sekali bahwa fungsi utama puasa adalah pengendalian diri untuk meraih pribadi muttaqin.

2. Keutamaan Puasa Tathawwu' :
a. Menjadi perisai dari api neraka.
b. Malaikat selalu bershalawat atas orang yang berpuasa
c. Penghapus dosa.

3. Tata Cara Mengerjakan Puasa Tathawwu' :
a. Niat ikhlas karena Allah semata.
b. Diperkenankan berbuka kapan saja.
(Apabila menghendaki berbuka sewaktu waktu tidak ada dosa).
c. Untuk pasangan suami istri hendaklah bermusyawarah.

4. Puasa Sunnah Yang Disyari'atkan Berdasarkan Keterangan Hadits-hadits :
a. Puasa Nabi Dawud.
Puasa sunnah yang paling disenangi Allah.
b. Puasa hari Senin dan Kamis. Di hari Senin dan Kamis amal perbuatan manusia dinaikkan / disampaikan.
c. Puasa bulan sya'ban.
Rasulullaah tidak berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadlan, dan tidak banyak berpuasa kecuali di bulan Sya'ban.
d. Puasa bulan-bulan Hurum.
Asyhurul Hurum / bulan-bulan haram adalah bulan Dzul Qoidah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Potongan sabda Nab : "Berpuasalah tiga hari setiap bulan dan berpuasalah di bulan haram".
Tiga setiap bulan ( tanggal 13, 14 dan 15 bulan Qomariyah).
e. Puasa 'asyura dan tasu'a
Puasa 'asyura tanggal 10 Muharram. Sedang Tasu'a tanggal 9 Muharram.
f. Puasa 6 hari di bulan Syawal
g. Puasa hari Arafah

5. Puasa yang dilarang :
a. Puasa sepanjang masa.
b. Puasa menyambung dua hari atau lebih tanpa berbuka (wishal).
c. Puasa pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adlha).
d. Puasa hari Tasyriq (tanggal 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah).
e. Puasa khusus hari Jum'at.
f.  Puasa mendahului puasa Ramadlan sehari atau dua hari. Kecuali jika seseorang terbiasa melakukannya seperti puasa Dawud atau puasa Senin Kamis.

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari