'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Kajian Rutin Ramadan oleh Nufus LPPA Karanganyar - Hari 3
15 April 2021 15:54 WIB | dibaca 98

CATATAN RAMADAN

Hari Ketiga
Tulisan sebelumnya memaparkan makna ayat 11 surat al-Balad tentang jalan mendaki atau al aqobah. Untuk memahami kandungan ayat lebih utuh kita harus merujuk pada beberapa ayat sebelumnya di surat al- Balad. Mengapa manusia diperintahkan untuk menempuh jalan yang tinggi dan penuh kesukaran?
 
Pada tulisan terdahulu sudah disampaikan bahwa manusia ditakdirkan hidup dengan kepayahan  dan keluh kesah, kepayahan itu dimulai sejak manusia lahir sampai ia tutup usia, hal itu membuat manusia harus terus  berjuang sepanjang hidupnya. Al Qur'an memberi tuntunan bagaimana cara mengatasi kegelisahan dan keluh kesah dengan memberi petunjuk tentang dua jalan (najdain) (Q.S. Al-Balad 90:10) yaitu jalan yang tinggi lagi sukar yang harus ditempuh atau jalan yang dianggap tinggi dan juga sukar yang harus dihindari.
 
Mungkin kita bertanya mengapa jalan yang tinggi yang harus ditempuh dan jalan  lain yang harus dihindari sama- sama disebut najdain. Menurut ulama karena sebagian orang yang memilih jalan yang keliru beranggapan bahwa jalan yang ditempuhnya adalah jalan yang tinggi dan penuh kemuliaan.
 
Pada akhirnya jalan yang tinggi mauoun jalan kenistaan sama- sama sukar dan memiliki resiko yang tidak mudah. Selanjutnya ayat menerangkan tentang cara menempuh jalan mendaki itu yaitu dengan melepaskan perbudakan, memberi makan di saat sulit pangan baik anak yatim yang memiliki hubungan kekerabatan maupun orang miskin yang sangat fakir.
 
Surat Al-Balad turun di Makah pada saat  perbudakan merupakan fenomena yang umum di jazirah Arab dan sekitarnya. Majikan memperlakukan budaknya semena- mena merupakan hal biasa pada saat itu karena majikan memiliki hak penuh atas hidup mati budaknya. Amar bin Yasir beserta keluarganya dan Bilal bin Rabah adalah orang- orang beriman dari kalangan budak  yang mendapat tekanan dan siksaan yang sangat berat dari majikannya karena memeluk Islam. Yasir dan Sumayah orang tua Amar adalah sahid pertama dari kalangan budak yang mati karena kekejaman dan siksaan Abu Jahal majikan mereka.
 
Al Qur'an menunjukkan bahwa jalan mendaki  yang harus ditempuh adalah membebaskan perbudakan, (fakku roqobah) , roqobah asal katanya berarti kuduk atau leher. Dahulu para tawanan atau hamba sahaya diikat kaki  dan tangannya ke lehernya agar dia tidak bebas bergerak, kemudian roqobah dimaknai budak dan maknanya dapat dikembangkan mencakup semua manusia yang terbelenggu lahir dan batin. 
 
Islam adalah  agama yang sejak awal turunnya mempunyai misi menghilangkankan perbudakan dan membebaskan manusia dari keterjajahan yang membelenggu harkat dan martabat kemanusiaannya .Membebaskan manusia dari belenggunya adalah tahap pertama yang harus dilakukan bila seseorang ingin menempuh aqobah. 
 
Pendakian yang sulit selanjutnya adalah  memberi makan  anak yatim yang memilki hubungan kekerabatan atau fakir miskin di saat rawan pangan atau paceklik. Secara materi tidak ada balasan langsung diterima oleh orang yang melakukannya kecuali ucapan terima kasih.
 
Buya Hamka menceritakan dalam tafsir Al Azhar tentang seorang kader penting Partai Pendidikan Nasional Indonesia  yang diditikan dandipimpin oleh Muhammad Hatta bernama Darwis Thaib. 
 
Menurut Darwis Thaib ayat- ayat dalam surat al- Balad adalah dasar teguh dari ajaran keadilan sosial yang bersumber dari wahyu. Orang dididik untuk mengokohkan imannya sehingga sanggup menempuh jalan mendaki lagi sukar( aqobah), mengeluarkan harta bendanya untuk meberantas segala macam perbudakan, penindasan manusia atas sesama manusia dan memberi makan di saat kondisi rawan pangan dan kesulitan ekonomi. Yang juga tidak kalah penting adalah iman yang terpelihara sampai akhir hayat yang menjadikan pendakian sulit itu tidak sia-sia dan berbuah balasan yang membahagiakan di sisi Allah. (Q.S. Al- Balad 90:17-18)
 
Saya mulai memahami mengapa Pak Amin Rais menjawab pertanyaan tentang alasan beliau nyapres dengan mengutip surat al- Balad ini, karena untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial secara menyeluruh dibutuhkan kekuatan tangan besar kekuasaan yang amanah,  adil dan beradab. Wallahu a' lam.
 
Hayati Nufus, 3 Ramadan 1412 H, Boran, Kerjo, Karanganyar
----------------------------------------------------------------------------------
 
 
Redaktur : LPPA PDA Karanganyar
Shared Post: