'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Kajian Rutin Komunitas Aisyiyah -PKU Muh Karanganyar oleh Dra. Sunarmi, M. Hum.
06 September 2017 14:29 WIB | dibaca 605
 
Pada hari Rabu pertama bertepatan dengan tgl 6 Sep 2017 PDA Karanganyar memberikan materi untuk kajian di Masjid PKU Muh Karanganyar.  Pengajian diikuti oleh seluruh staf PKU Muh Karanganyar.  Materi disampaikan oleh Dra.  Sunarmi,  M. Hum.  Pada kajian kali ini mengambil Tema " Dampak Media Sosial dan Strategi BerMedSos Secara ringkas.
Tema ini sengaja diambil dalam rangka memberikan penguatan bagi komunitas Aisyiyah dalam menghadapi perkembangan media sosial. 
Dijelaskan oleh Sunarmi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengbangan Aisyiyah PDA Karanganyar dalam kajian sebagai berikut. 
 
Aisyiyah dan Muhammadiyah tidak boleh gaptek harus melek tekhnologi.  Perkembangan media sosial akhir2 ini harus disikapi secara positif. Ini Aisyiyah tidak boleh alergi harus siap menerima dengan  sikap kritis dan bertanggungjawab.
Media sisial bagian dari media massa. Secara etimologi media massa berarti perantara atau pengantar  dan kumpulan atau banyak. Media massa adalah menyampikan pesan ke banyak orang. Seiring dengan perkembangan tehnologi dan informasi berkembang pula media sosial contoh twitter, instagram, ini facebook, dll. Berdasar penelitian disebutkan dampak perkembangan Media Sosial dimanfaatkan untuk mengeluh/menghujak/pamer/sombong/riyak/ dsb menempati urutan terbesar disusul untuk bisnis, mencari jodoh, ini dan terakhir mencari teman. 
 
    
 
Banyak contoh yang dapat diamati di facebook misalkan saling komentar terhadap permasalahan yang sebenarnya bukan wilayahnya, akhirnya berujung pada hukum. 
Dalam kontek Islam maraknya media sosial sudah dijelaskan jauh hari oleh Junjungan Nabi Besar  Kita, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di antara tanda-tanda dekatnya kiamat adalah dzuhurul qalam(tersebarnta pena/tulisan).
Hadist ini memberikan isyarat kepada kita untuk waspada terhadap masa ini agar kita tifak hanyut dan larut dalam kepasrahan. Kritis dan bertanggungjawab yang harus kita kedepankan. 
 
  
 
Untuk itu ada tujuh point yang harus kita pegang dalam bersosial media. 
1. Ingat, kita harus proporsional. Ini disebutkan dalam suatu Hadist"$ Sesungguhnya bagi dirimu, keluargamu, ini dan tubuhmu ada hak atasmu yang harus engkau penuhi, ini maka berikanlah masing-masing pemilik hak itu haknya(HR. Bukhori dan Muslim). Hal yang bisa diambil hikmah dari hadits ini adalah kita harus bisa membagi waktu dam bermedsos. Hadist lain menyebutkan bahwa " Kedua kaki seirang hamba tudak akan beranjak sebelum ditanya umurmu dibabiskan untuk apa, ilmumu diamalkan dimanakah,  harta diperoleh dari mana dan dimana diinfaqkan,  dan  tubuhnya dimanakah usangnya (HR Tirmidzi 2417).
 
2. Menanamkan kuat bahwa setiap postingan,  komen,  dan share di sosmed harus kita pertanggungjawabkan kelak nanti. Lihat Al Quran Surat Qaf 18.
 
3. Bersosmed harus dengan padang niat mendekatkan diri pada Allah. 
 
4. Ingat kaidah fiqh, tiga syarat bicara, (1) karena Allah, (2) benar yang dikatakan, ini (3) menekan kemudhorotan. 
 
5. Mampu membedakan publik dan pribadi. 
 
6.Tidak semua yang didengar mesti disampaikan, hujan ingat  Hadist Riwayat Muslim, ini "Cukuplah seorang dikatakan berdosta kalau menceritakan segala hal yang didengar. 
 
7.  Hindari Gibah dan Fitnah. 
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari