'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Hukum Menimbun Barang dalam Islam oleh : Shoimah Kastolani
11 April 2020 16:37 WIB | dibaca 524

Assalamualaikum Wr. Wb.

Berkaitan dengan wabah corona saat ini, banyak saudara-saudara kita yang bertanya, "bagaimana kalau misalnya kita memborong makanan untuk kepentingan keluarga di rumah?"

Memang kalau kita dipelajari dalam fikih jual beli, praktek di lapangan ada beberapa penyebab mengapa menimbun, diantaranya adalah :
1. Menimbun barang untuk menghadapi musim paceklik
2. Menimbun barang/makanan dikarenakan pada saat itu sedang panen raya. Hal tersebut menyebabkan harganya murah (anjlok), kemudian barang disimpan terlebih dahulu dan pada saat harganya naik sesuai dengan biaya (cost) waktu menanam untuk dijual kembali (tidak berniat menaikkan harga mengambil kesempatan).
3. Menimbun barang akan dijual dengan harga yang mahal, apalagi barang tersebut sangat dibutuhkan. Tujuan menimbun barang mempersulit untuk menjualnya, kecuali dengan harga yang mahal. Hal ini yang diharamkan!

Mengapa menimbun barang dengan niat dijual mahal atau untuk memutus barang tersebut di masyarakat diharamkan? Ada 2 hadist yang menerangkan :
1. "Siapa menimbun makanan kaum muslimin selama 40 malam maka terlepas dari naungan Allah dan Allah melepaskan naungan darinya". (HR. Imam Ahmad)

2. "Abu Umamah al-Bahili meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW telah melarang penimbunan makanan". (HR. Hakim)
Makna kedua hadist tersebut menunjukkan pengertian umum yang dinamakan ihtikar / memonopoli, mudah memutus mata rantai barang susah dikonsumsi oleh masyarakat (ada kesengajaan). ihtikar / monopoli / menimbun barang / menumpuk barang yang dibutuhkan oleh masyarakat memenuhi kriteria sebagai berikut (yang diharamkan) :
1. Sesuatu yang ditimbun / barang yang memang dibutuhkan
2. Menimbun dengan niat untuk dijual kembali pada waktu harga melambung tinggi
3. Menimbun pada saat dibutuhkan oleh masyarakat banyak
4. Sesuatu yang ditimbun melebihi kebutuhannya
5. Menimbun bahan makanan, bahan pokok yang sangat dibutuhkan
6. Menimbun barang pada waktu tertentu

Bagi ibu-ibu yang memang untuk keperluan keluarga membeli beras, telur, kecap dengan niat jangan sampai untuk kepentingan sendiri semua diborong, sewajarnya saja. Jangan sampai sering ke pasar dan lain sebagainya dan ini juga ikhtiar untuk kesehatan. Boleh membeli barang lebih dari biasanya tetapi jangan terlalu berlebih-lebihan.

Mudah-mudahan kondisi ini tidak lama dan membuat kita semua sabar dan mendekatkan diri kepada Allah. Semakin banyak berdzikir dan mudah-mudahan kita semua dilindungi oleh Allah SWT.

Wassalamualaikum, Wr. Wb.

 

Sumber : Kajian Online Aisyiyah

Shared Post:
Berita Terbaru