'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Dukung Peningkatan Kualitas Layanan, SSR Aisyiyah Karanganyar Sebar Survey Layanan Kesehatan
27 April 2019 21:16 WIB | dibaca 283
Karanganyar, 27 April 2019. Bagi pasien TBC, mendapat akses terhadap pelayanan baik yang manusiawi, mulai dari diagnosis penyakit sampai selesainya pengobatan menjadi hak pasien. Hak pasien terhadap akses pelayanan tersebut tertuang dalam Piagam Hak dan Kewajiban Pasien (PHKP). Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkannya dengan apa yang diharapkannya, sedangkan ketidakpuasan pasien timbul karena terjadinya kesenjangan antara harapan pasien dengan kinerja layanan kesehatan yang dirasakannya sewaktu menggunakan layanan kesehatan. Pasien yang mengalami kepuasan terhadap layanan kesehatan yang diselenggarakan cenderung akan mematuhi nasehat, setia, atau taat terhadap rencana pengobatan yang telah disepakati. Sebaliknya, pasien yang tidak merasakan kepuasan atau kekecewaan sewaktu menggunakan layanan kesehatan cenderung tidak mematuhi rencana pengobatan, tidak mematuhi nasehat atau menjadi mangkir dalam pengobatan TBC. Melihat adanya keberpengaruhan tersebut, maka SSR Aisyiyah Karanganyar mengadakan survey layanan kesehatan pada pasien TBC-HIV di Karanganyar. Lebih lanjut, Koordinator Program Shubuha Pilar Naredia, M.Si menerangkan bahwa "kepuasan pengguna jasa pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: a). Pemahaman pengguna jasa tentang jenis pelayanan yang akan diterimanya. Dalam hal ini, aspek komunikasi memegang peranan penting karena pelayanan kesehatan adalah lebih pada hubungan personal (high personal contact). b). Empati (sikap peduli) yang ditunjukkan oleh petugas akan menyentuh emosi pasien. Faktor ini akan berpengaruh pada tingkat kepatuhan pasien (compliance). c). Tingginya biaya (cost) pelayanan dapat dianggap sebagai membebani bagi pasien dan keluarganya serta menjadi sumber keluhan klien. Sistem asuransi kesehatan/ BPJS dapat mengatasi masalah biaya kesehatan. d). Penampilan fisik meliputi kerapian petugas, kondisi kebersihan dan kenyamanan ruangan. e). Jaminan keamanan yang ditunjukkan oleh petugas, termasuk disini adalah ketepatan jadwal pemeriksaan dan kunjungan petugas pada para pasien. f). Keandalan dan keterampilan petugas kesehatan dalam memberikan perawatan. g). Kecepatan petugas dalam memberikan layanan terhadap keluhan pasien, informasi yang lengkap tentang penyakit, memberi jawaban yang dimengerti, memberi kesempatan untuk bertanya, ketersediaan obat, privasi atau keleluasaan pribadi dalam kamar periksa, waktu tunggu, kesinambungan layanan oleh petugas yang sama, tersedianya toilet, kebersihan, dan tersedianya tempat duduk di ruang tunggu".
 
Tujuan dilaksanakannya survey ini diantaranya adalah:
a. Untuk melihat perspektif pasien TBC berkenaan dengan tingkat pelayanan yang mereka dapatkan dari fasilitas kesehatan (Puskesmas) di arena intervensi kegiatan.
b. Hasil survey akan dikomparasikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kementerian Kesehatan guna menentukan gap antara SPM yang harus dilakukan dengan perspektif pelayanan yang diterima oleh pasien.
c. Hasil survey akan digunakan sebagai bahan umpan balik terhadap fasilitas kesehatan untuk upaya perbaikan pelayanan TBC yang menyeluruh.
 
Responden dari kegiatan survey ini terdiri dari 15 orang dari Pasien TBC, 1 orang dari Tokoh Agama, 1 orang dari Tokoh Masyarakat, dan 3 orang dari CSO di level Kecamatan. Survey akan dilakukan oleh staf SSR Aisyiyah Karanganyar dengan cara melakukan wawancara dan mengisi kuesioner (terlampir). Kegiatan ini dilaksanakan selama 10 hari yang dipimpin langsung oleh Koordinator Program SSR Aisyiyah Karanganyar. Kuesioner yang telah diisi akan dikirim ke PR TB Aisyiyah dan selanjutnya akan dilakukan pengolahan dan analisis data oleh Tim M & E PR. Hasil analisis dan laporan survey akan dikirim pada pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar sebagai bahan evaluasi bersama agar dapat meningkatkan layanan dan pengelolaan program penanganan TBC-HIV di Karanganyar.
Shared Post: