'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Diklat Penguatan Dewan Sugli Se Jawa Tengah dan Pelatihan Jaya Melati di MIM Karanganyar- Oleh Hayati Nufus
10 Juli 2019 17:16 WIB | dibaca 235
 
HW & SHALAT
 
Oleh : Hayati Nufus
MIM Bloran Kerjo, Karanganyar
 
Pembukaan Diklat Penguatan Dewan Sugli Sejawa Tengah Angkatan  ke-3 dan Pelatihan Jaya Melati Angkatan ke-3 tanggal 8-11 Juli 2019 digelar di Aula MIM Karanganyar pada hari Senin 8 Juli 2019. Acara ini mengambil tema : Peran Serta Pandu HW Sebagai Generasi Milenial yang Bermartabat, Berkarakter, Berkemajuan Serta Berkeadilan Sosial.
 
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathon (HW) yang menjadi trade mark Muhammadiyah tidak terlepas dari kiprah besar seorang tokoh pejuang yaitu Jendra─║ Soedirman.
Lahir di lingkungan keluarga dan kader Muhammadiyah Soedirman muda  tergembleng jiwanya dengan nilai-nilai pergerakan Muhammadiyah. Pergumulan kental dengan ideologi Muhammadiyah membentuk pribadi Soedirman menjadi sholeh dan zuhud. Saat sekolah bakat kepemimpinannya terasah  optimal dalam kegiatan eskul kepanduan hizbul wathon yang aktif diikutinya.Menurut Ketua PP Muhammadiyah DR. Haidar Nasir  Jendral Soedirman adalah anak kandung Muhammadiyah karena Soedirman adalah kader murni Hizbul Wathon dan Pemuda Muhammadiyah.
 
Kegiatan Diklat Penguatan Dewan Sugli dan Jaya Melati yang berlangsung di MIM Karanganyar dibuka oleh  DR. H. Ari Anshori Ketua Majlis Kader PP Muhammadiyah pada orasi pembukaan beliau menyampaikan tentang rahasia kesuksesan Jendral Soedirman dalam perjuangan. Sejarah mencatat dengan tinta emas tentang sumbangsih Jendral Soedirman bagi pergerakan kemerdekaan Indonesia, jariyah amalnya  lestari melampaui umur biologisnya yang relatif singkat beliau wafat di usia 34 tahun.
 
Menurut penulis jejak sukses perjuangan Jendral Soedirman masih sangat relevan untuk diikuti oleh Pandu HW agar sukses menjawab tantangan kehidupan di era milenial. Seperti disampaikan DR. H. Ari Anshori berikut rahasia sukses sang jendral:
Pertama, Shalat tepat waktu. Al Quran dalam surat Maryam ayat 59 mendiskripsikan tentang generasi yang buruk  dimulai dari prilaku yang menyia-nyiakan dan meninggalkan shalat.
Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang menyia-nyiakan salat dan menperturutkan hawa nafsunya (syahwat) kelak mereka akan menemukan siksa (goyya) (QS:19:59)
Ulama berbeda pendapat tentang arti menyia-nyiakan salat diantaranya menunda-nunda waktu salat, meninggalkan salat berjamaah dan meninggalkan salat.
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan prilaku orang yang menyia-nyiakan shalat sebagai prilaku orang yang meninggalkan salat.  Orang'-orang yang meninggalkan salat sudah tentu akan menelantarkan  kewajiban lainnya, karena salat adalah tiang agama serta amal yang paling baik. Akibatnya orang yang menyengaja tinggalkan salat mereka menjadi orang yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya dan cenderung memperturutkannya.
 
Jendral Soedirman selalu menjaga salatnya dalam setiap situasi bahkan saat kondisi sulit seperti sakit dan masa perang gerilya pun beliau tidak meninggalkan salat.
 
Kedua, menjaga wudhu. Dikisahkan panglima Soedirman  adalah orang yang selalu menjaga wudhunya sehingga selalu dalam keadaan suci lahir dan batin. 
Seperti kisah Bilal Bin Rabah sahabat Rosul yang suara terompahnya terdengar di dalam surga karena istiqomah menjaga wudhunya, maka bagi Pandu HW yang ingin berkontribusi dalam perjuangan umat hendaklah menjaga salat dan istiqomah menjaga wudhu, agar Allah senantiasa memberi energi dan kemudahan dalam perjuangan.
 
Ketiga, menjaga keikhlasan dalam beramal. Jendral Soedirman sudah mengajarkan kepada kita
 tentang ketulusan dan keikhlasan dalam beramal yang berbuah kemenangan. Ikhlas itu bersumber dari hati yang suci dan bersih tidak ada  pamrih beramal selain pada Allah.
 
Menjaga hati untuk selalu ikhlas  bukan hal  mudah di tengah godaan hidup materialis dan pragmatis, namun kita harus meyakini bahwa Allah akan mengokohkan pijakan kita bila kita sungguh-sungguh berjuang memelihara keikhlasan. Tidak ada kemuliaan hidup tanpa didahului kepayahan dan perjuangan maka bersabar adalah aebuah keniscayaan. Wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS:2:154)
Wallahu a'lam.
 
 
Kerjo, 07 Dzulkaidah 1440 H
---------------------------------------------
             10   Juli    2019  M
 
Shared Post: