'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Bertemu Ibu Dra. Dewi Purnamawati, M.PI Pagi Ini Ceramah Ahad Pagi di GDM
29 Desember 2019 12:23 WIB | dibaca 499

oleh Kunti Basthona Ketua PDA Karanganyar

Beliau teman kuliah di IKIP Jogja seangkatan dan satu Jurusan Pendidikan Teknik Elektro angkatan '81. Setelah lulus IKIP,  saya ditempatkan di STM N Tegal, beliau di STM N 2 Solo (sekarang SMKN 5) karena kuliah kami wajib ikatan dinas sehingga begitu lulus langsung ditempatkan di SMK N yang ada jurusan listrik.

Kami mahasiswi minotitas di Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, dari 320 mahasiswa angkatan '81 yang perempuan hanya 10 orang diantaranya saya dan bu Dewi.

Suami pertama bu Dewi ini adik dari ibu kosnya saat kuliah di Jogja yang tadinya aktifis masjid diajak bu Dewi pindah agama Kristen seperti agama bu Dewi saat itu. Keluarga ini diberi putra 1 dan pada akhirnya keduanya berpisah. Anak semata wayangnya kuliah di Theologi menjadi Penginjil seperti keluarga bu Dewi yang mayoritas menjadi pendakwah militan di agama Kristen. Ibunya pernah mengkristenkan takmir masjid di Lombok sana, adiknya yang di Madura belum akan keluar dari pulau Madura kalau belum bisa mengkristenkan kiai.

Setelah cerai dengan suami pertama kemudian menikah dengan suami kedua yang beragama Islam. Dari sini mulai tertarik untuk memahami Islam, sering pinjam buku-buku agama di sekolah hingga ketika ada Al Quran terjemah kemudian membukanya dari kanan ketemulah surat Al Ikhlas lalu membaca terjemahannya, ..  akalnya membenarkannya. Dari situ aqidah mulai goyah.
Hingga suatu ketika bu Dewi nyetir mobil sendirian di daerah Ngawi kemudian mengalami kecelakaan, dalam ketidaksadaran itu .. berdoa kepada Allah mohon tidak diwafatkan kalau tidak masuk surga. Begitu sadar yang didengar pertama kali adalah suara adzan, dan itulah yang dirasakan seperti jawaban Allah dari doanya hingga memeluk agama Islam ...
Dari suami kedua inilah yang banyak memperoleh dorongan untuk menjadi muslimah, suami kedua ini kemudian dipanggil menghadap Allah SWT.

Bu Dewi memang keluarga militan dalam berdakwah, ketika menjadi muslimah seperti Allah yang sudah membukakan jalan untuk menjadi muballighah, bu Dewi gabung Arimatea suatu komunitas yang membentengi masyarakat dari Kristenisasi, mendapat bimbingan aqidah dan dorongan serta pembinaan untuk menjadi muballighah, kemudian mendapat beasiswa dari DDII Surakarta kuliah S2 Jurusan Pemikiran Islam di UMS.

Bu Dewi mulai terjun di muballighah dan dengan gaya bicara yang lugas dan runtut serta intonasi yang membangkitkan semangat .. ditambah keikhlasan dalam menyampaikan kebenaran .. maka banyak diundang di berbagai tempat untuk ceramah .. tidak hanya di pulau Jawa, bahkan sudah banyak kota di luar pulau Jawa yang mengundang beliau.. dan beliau selalu siap kapanpun dimanapun... tidak pernah menolak ataupun mengeluh selama mampu... pernah kondisi sakit tapi telanjur janji mengisi pengajian, berangkat diberi suntikan terlebih dahulu dan selasai ceramah langsung masuk rumah sakit.
Karena perempuan ada kalanya butuh mahram ketika bepergian jauh, kemudian menikah yang ketiga kalinya dengan suami yang  lebih muda, yang siap mendampingi dalam aktifitas dakwah dimanapun.
Walaupun anak semata wayangnya telah memutus hubungan kekeluargaan karena bu Dewi lebih memilih Islam, tetapi suami ketiga ini memiliki beberapa putra yang juga menjadi keluarga baru bu Dewi....

Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan serta barokah dalam berdakwah... dan dalam segalanya....

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari