'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Aku adalah Guru Mereka
01 April 2020 04:12 WIB | dibaca 157

Apalah daya manusia kita hanya bisa membuat rencana namun semua Allah Subhanahu wa ta'alaa yang menentukan.
Sudah beberapa hari ini sekolah dipindah kegiatannya di rumah dikarenakan sebuah wabah yang bernama Covid-19. Anak-anak untuk sementara waktu diminta belajar di rumah.
Jadi ini bukan liburan tapi belajar di rumah.
Ketika kegiatan belajar di rumah diterapkan siapa gurunya sudah Pasti orang tua.
Mau tidak mau orang tua yang biasanya memasrahkan masalah pendidikan kepada guru di sekolah beberapa hari ini bertransformasi menjadi seorang guru.
Bukan guru untuk siapapun tapi guru untuk anak mereka sendiri.
Tentu banyak hal tidak terduga terjadi mulai dari anak yang hobi protes, susah diminta belajar, atau apapun itu.
Pernahkah muncul di benak kita "Ini baru satu atau dua anak repotnya minta ampun apa kabar para guru yang setiap hari paling tidak menghadapi 20 anak?"

Bapak Ibu barokallahufiikum
Lockdown yang diterapkan Pemkot memang tidak kita inginkan aktivitas belajar yang biasanya dilaksanakan di sekolah harus berpindah ke rumah.
Ada satu hal yang perlu diingat, bahwa ini bukan liburan.
Mengapa kita semua diminta untuk tetap di rumah dikarenakan ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
Maka sangat disayangkan jika ada anak yang justru ke luar kota.
Di keadaan sekarang ini tinggal dimana pun resiko terkena virus Covid-19 sama besarnya.
Apalagi jika anak-anak bapak ibu berada jauh dari pengawasan bisa saja di sana mereka justru main kesana kemari.
Tidak ada yang berharap kita terkena virus Covid-19 tapi kita bisa menjadi carrier (pembawa) virus tersebut yang menempel di baju kita.
Inilah yang terjadi di Italia karena terlalu bebas ke mana-mana dan gagal lockdown angka kematian di negara tersebut sangat tinggi sampai 2.000an jiwa.
Apalagi jika anak-anak ada di luar kota dan baru kembali menjelang sekolah masuk secara medis anak tersebut menjadi ODP (Orang dalam Pantauan) dan harus dikarantina minimal 14 hari.

Bapak ibu barokallahufiikum
Bagi yang putranya ada di luar kota alangkah lebih baik bawa kembali ke rumah.
Tahan di rumah di dalam pengawasan bapak ibu.
Itu yang terbaik saat ini.
Pastikan anak-anak tidak keluar rumah agar mata rantai penularan virus Covid-19 bisa terputus.

Jazakumullah khairan
Guru SD ASC Karanganyar

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari