'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Aisyiyah, Muhammadiyah dan Ortom Sholat Ghoib Untuk Mahasiswa Muhammadiyah Tewas Aksi Demo Lanjut Audiensi dengan Kapolres Karanganyar
27 September 2019 20:49 WIB | dibaca 133

27 September malam, Majelis Dikdasmen dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar hadiri acara audiensi. Diawali dengan salat isak berjamaah dilanjutkan salat ghaib untuk mahasiswa Muhammadiyah yang tewas saat aksi demo di Kendari. Usai salat isak acara dialog dimulai bertempat di aula gedung dakwah Muhammadiyah. Acara dialog diawali dengan sambutan oleh ketua PDM Karanganyar menyampaikan perkenalan tentang Muhammadiyah, ortom dan amal usahanya. Berikutnya paparan dari Kapolres menyampaikan ikut prihatin atas meninggalnya 2 mahasiswa Muhammadiyah. Berharap adik-adik IMM tetap tenang, pelaku akan diusut dan di proses secara hukum. Beliau berharap pertemuan malam ini untuk lebih mengakrabkan dan permohonan maaf selama berdinas pasti banyak kekurangan. Dengan silaturahmi malam ini beliau berharap bisa untuk memperbaiki kekurangan. Selanjutnya aspirasi dari ketua Pimpinan cabang IMM Karanganyar. Beberapa permasalahan di negeri ini yakni; RUU KPK, RKUHP, RUUPKS. Sehingga mengundang aksi demo mahasiswa di beberapa tempat. Saat demo 2 anak IMM tewas maka mohon Kapolres bisa mengawal pelakunya. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Besok Senin IMM dan mahasiswa Soloraya akan melakukan aksi di depan gedung DPR. Hanya sebagai rasa solidaritas, jangan sampai dianggap kami memprovokasi. Penyampaian aspirasi disambung oleh immawan dan immawati yang lain dengan lantang menyampaikan kritik tentang RKUHP. Banyak hal disampaikan tentang pasal yang bertentangan dan dianggapnya sebagai pasal karet. Seakan RUU dipaksakan agar di akhir jabatan presiden dianggap berprestasi. Saat mahasiswa melakukan aksi sering disikapi dengan kekerasan pihak kepolisian. Aksi yang akan dilakukan bukan anarkis maka jangan dianggap privokatif. Kami hanya menyampaikan tuntutan ke DPRD agar sampai DPR RI. Ditanyakan pula sebenarnya SOP pengamanan kepolisian seperti apa. Kemudian ditanggapi oleh Kapolres walaupun jawaban membuat IMM tidak puas sehingga IMM balik bertanya. Berikutnya penyampaian sikap dari IMM Karanganyar; mendesak presiden mengganti RKUHP, tolak RKUHP yg mendiskteditkan rakyat, mendesak dan menuntut pelaku tewasnya 2 immawan dan mencopot kapolda sultra. Aksi besok Senin agar dikawal dan bisa bertemu dengan 45 anggota DPRD. 

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari