'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Ketua PDM Karanganyar Memberikan Ceramah dan Dialog pada Musypimda PDA Karanganyar oleh Sunarmi.
26 Agustus 2018 09:19 WIB | dibaca 322
Ketua PDM Karanganyar Memberikan Ceramah dan Dialog pada Musypimda PDA Karanganyar oleh Sunarmi. Untuk memberikan penguatan organisasi pada Musypimda, Ketua PDM Karanganyar K.H.Moh Samsuri memberi materi tentang " Peran dan Posisi Strategis Kepemimpinan Aisyiyah untuk Umat dan Bangsa. Keduduksn wanita dalam Muhammadiyah dalsm Muktamar 46. Allah menciptaksn wanita dan laki sebagai makhluk yang sempurna dan terhormat. Laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan di hadapan Allah, kesempatan beribadah, berperan dalam berbagai aspek kehidupan, dan berhak mendapat penghargaan yang adil sesuai amalnya. Sikap merendahkan perempusn bertentangan dengan HAM. Muhammadiyah memberikan penghargaan atas prestasi kaum perempuan. Oleh karena itu Muhammadiyah tidsk berpoligami. Hal itu buksn berarti tidak pahsm Al Quran tetapi karens bukan kewajiban, Muhsmmadiyah memilih tidak mengambil karena menempatkan perempuan secara terhormat. Sejarah menunjukkan Aisyiyah sudah berperan secara nasional sejsk sebelum Kemerdekaan RI. Kyai Ahmad Dahlan diberi gelar pahlawan karena gerakannya membawa organisasi yang di dalamnya mampu menggerakkan wanita menjadi pelopor pergerakan wanita. Persoalan umum awal Abad 21 adanya pola pikir, rasional objektif, sekuler, liberalisasi politik, Kapitalisme, Superdigdaya, budaya populer, digitalisasi, keterbukaan medsos. Masalah sosial kemanusiaan semakin komplek. Di Era globsl banyak persoalan terkait tukar ideologi, budaya, dan gaya hidup yang harus diwaspadi perkembangannya oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah agar terjaga benang merah budaya yang sejalan dengan Islam. Masalah sosial kemanusiaan semakin komplek orang cenderung menjalankan pekerjaan kehilangan ruhaniah (the lost of soul) hanya jasmaniah. Permasalahan dunia perempuan awal abad 21. Tuntuntan emansipasi di ruang publik dan tarik menarik peran publik dan domestik. Wanita mempunyai tugas keluarga yang sangat vital. Aisyiyah dituntut untuk hadir menghadapi dunia baru untuk meneguhkan dan mencerahkan perspektif keislaman perempuan berkemajuan Dirangkum cepat oleh LPPA
Shared Post: