'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Memaknai Muharam Menurut Drs. M.Samsuri,M.Si Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar
16 September 2018 07:57 WIB | dibaca 348

Kajian Ahad Pagi Gedung Dakwah Muhammadiyah Karangsnyar, 16 September 2018

 

 

Membaca Al Quran bersama Surat A Syura 159. Kajian diisi oleh Drs. M Samsuri, M.Si. Tema Hal yang Terkait Tahun Baru Hijriyah Atau Bulan Muharam Bulan Muharam berkaitan dengan Hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Mekah ke Madinah. Bagaimana kita dapat memahami Bulan Muharam itu harus dilandasi dengan cara meletakkan persoalan Bulan Muharam dengan benar. Tradisi Jawa ada yang memahami bulan Muharam banyak larangan dan melakukan upacara- upacara kaitannya untuk mencari keselamatan. Pertanyaannya bagaimana pandangan Islam mensikapi. Dalam Islam ada larangan karena untuk memuliakan. Contoh ketika Bulan Muharam, Islam melarang ada peperangan karena Islam memang mengajarkan kedamaian. Tradisi di Mekah walaupun ada persoalan yang memang sangat luar biasa tetapi orang Mekah bisa menghentikan di bulan Muharam. Tradisi itu berlangsung karena diharamkan itu kemuliaan. Haram itu mengajarkan kedamaian antara manusia dengan manusia. Islam itu cinta kedamaian. Perang terkadang diperlukan untuk kedamaian, contoh di dekat Masjid ada kemungkaran maka Islam harus berani memerangi. Islam membolehkan perang demi kebenaran. Nabi mengajarkan dalam memerangi kemungkaran tidak suka membunuh. Kafir itu selama tidak memusuhi Islam maka tidak boleh dimusuhi harus dilindungi dan dibantu asalkan sesuai wilayahnya, ada batasannya antara agama dan kemasyarakatan. Islam dibolehkan membantu dalam kemasyarakatan. Kapan Tahun Baru Islam dimulai. Waktu Hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah. Maknanya adalah manusia dilahirkan oleh siapa, dimana, kapan itu tidak boleh dijadikan dasar mengapa orang sukses atau tidak tetapi bagaimana manusia bisa berbuat, bekerja mengisi hidupnya bermanfaat untuk bisa merubah hidupnya menjadi lebih baik. Lama dan tidaknya bekerja tidak penting tetapi bagaimana orang bisa bekerja yang dapat merubah menjadi baik. Orang bisa menjadi baik dan itu dapat terjadi kalau orang ada semangat hijrah. Hijrah Nabi dapat dijadikan contoh. Sebelum Hijrah pengikut tidak banyak banyak selama 13 tahun di Mekah. Banyak cobaan yang luar biasa. Orang rela meninggalkan segala yang dimiliki karena untuk kebaikan perjuangan Islam. Hijrah bisa sukses kalau ada kebersamaan dan ada panutannya yakni Nabi juga sosok Sahabat Nabi. Sahabat yang rela mendukung dengan jiwa dan harta yakni Abu Bakar, Ali, dll. Maknanya orang yang punya harta itu bisa ikut berdakwah walau tidak mampu dalam bidang agama, karena dakwah perlu harta. Ali rela menggantikan posisi nabi tidur yang saat itu diincar nyawanya. Abdulan bin Abu Bakar rela menjadi mata-mata melihat situasi Mekah dan Madinah. Amir bin Huairoh menjadi pembantu yang menyediakan susu. Hikmah yang bisa diambil adalah bahwa di bulan Muharam mari bisa berjuang bersama untuk Hijrah mendukung sesuai kemampuan. Nabi Hijrah itu tidak pernah sendiri banyak orang di sekitarnya turut mendukung. Ditulis cepat oleh sunarmi.interior67@gmail.com

Shared Post: