'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
MAJELIS TABLIGH PDA KARANGANYAR MENGIKUTI BIMWIL SUSCATIN
07 Oktober 2018 18:46 WIB | dibaca 293
MAJELIS TABLIGH PDA KARANGANYAR MENGIKUTI BIMWIL SUSCATIN Bimbingan Teknis Fasilitator, Bimbingan Perkawinan Bagi Lembaga Bina Keluarga Sakinah ini dilaksanakan di Aula SLB Negeri Semarang pada tanggl 6-7 Oktober 2081 dimulai pukul 13.30. Diikuti oleh 35 PDA Sejateng sejumlah 70 orang. Acara pembukaan diawali dengan melafalkan basmallah, melantunkan ayat-ayat suci al qur'an surat Attin ayat 1-8 oleh ibu Fatimah dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sangsurya, dan mars Aisyiyah dipimpin oleh ibu Ami Masyaroh. Sambutan ketua majelis Tabligh PWA Jawa Tengah oleh ibu Hj. Linta Muna S.Pd.I M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan latar belakang diadakan Bimwil Suscatin karena melihat permasalahan riil angka perceraian yang semakin tinggi, adanya perkawinan usia dini dan kehamilan diluar nikah. Selain itu membekali remaja utk menikah karena 4 hal: karena kecantikannya, hartanya, keturunannya dan karena agamanya. Sambutan ketua PWA Jawa Tengah oleh ibu Hj Ummul Baroroh, M.Ag menyampaikan ucapan selamat kepada Majelis Tabligh PWA Jawa Tengah telah melaksanakan Bimwil Suscatin. Bimwil ini penting, strategis bagi dakwah Aisyiyah berdasarkan angka perceraian semakin tajam. Aisyiyah terpanggil untuk membina keluarga Samara. Beliau juga menyampaikan tidak ada yang mengharapkan keluarganya bercerai walaupun islam membolehkan talaq. Perkawinan perlu kematangan umur untuk mempertahankan keutuhan keluarga. Pada saat ini marak pernikahan dini. Faktor faktor yang mempengaruhi pernikahan dini: ekonomi, pendidikan, MBA dab sosial. Dampak pernikahan dini: Psikologis, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan . PUP: Pendewasaan Usia Perkawinan, perempuan minimal 21 tahun, laki-laki minimal 25 tahun. PUP mengusahakan agar kehamilan pertama terjadi pada usia yang cukup dewasa sehingga diharapkan bisa melahirkan generasi emas. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini: adanya generasi emas, konseling keluarga remaja, konseling keluarga balita. Acara dibuka oleh ketua PWA Jateng dengan membaca basmallah. Materi tentang MEMPERSIAPKAN PERKAWINAN KOKOH MENUJU KELUARGA SAKINAH Pernikahan diibaratkan seperti aliran sungai sebagai simbul kehidupan untuk saling muhasabah. Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah tentunya ada ujian, tantangan, hambatan maka perlu solusi. Empat pilar perkawinan yang kokoh: berpasangan, janji kokoh, saling memperlakukan pasangan dengan baik dan musyawarah. MATERI DINAMIKA PERKKAWINAN. Perkawinan merupakan sesuatu yang dinamis karena memiliki banyak faktor dan dipengaruhi oleh proses yang terjadi. Banyak perkawinan menjadi tdk harmonis karena suami istri tidak siap menjalankan perannya dan tidak siap berbagai tantangan. Ada 3 komponen utama yang akan menentukan bentuk hub antara suami istri : kedekatan emosional, gairah mendapatkan kepuasan seksual dari pasangannya, Komitmen suami istri sehingga ikatan perkawinan yang kokoh. Materi MENYIAPKAN GENERASI BERKUALITAS Ciri generasi berkualitas: sholeh shalihah, sehat, pandai berkomunikasi, mampu beradaptasi, aktif dan kreatif. Materi MENGELOLA KONFLIK DAN MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA Perbedaan merupakan sunatullah olehsebab itu setiap keluarga selalu menghadapi perbedaan perbedaan yang kadang kala menimbulkan konflik yang perlu dikelola sehingga persoalan yang dihadapi selesai dengan baik. Suami istri saling memahami dan merespon terhadap perbedaan yang dikategorikan menjadi 3 : perbedaan yang membutuhkan pemahaman, membutuhkan dialoq dan membutuhkan perubahan sikap. KONSULTASI ORGANISASI 1. Majelis Tabligh PWA Jateng mengharapkan semua daerah melaksanakan Pelatihan Mubalighat 2. Setiap tahun sekali pada bulan Desember MT PDA membuat laporan 3. Setiap mubalighat hafal ayat Al qur'an dan hadits tematik 4. Dakwah harus inovatif 5.Rencana tahun 2019 akan diadakan lomba pidato 6. Pembekalan mubalighat 3 bulan sekali. Dirilis oleh Ummie Masrurah, S.Pd.
Shared Post: