'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Kajian Pagi GDM Karanganyar oleh K H. M. Samsyuri- 15 Juli 2018
15 Juli 2018 08:17 WIB | dibaca 349

Kajian Pagi GDM Kra oleh K H. M. Samsyuri Penyakit hati obatnya adalah menanamkan Tauhid. Latusrikbillah jangan menskutukan Allah. Jauhkan diri dari kemusrikan. Orang Jawa tanpa sadar sering mengajari anak dengan menakut nakuti ada hantu ada setan yang demikian mendekati pada kelemahan tauhid. Bedanya orang mandi atau wudhu karena sholat dengan orang yang mandi tidak sholat adalah ada upaya penghapusan dosa dan bagi orang yang tidak sholat tidak ada penghapusan dosa. Pesan Nabi untuk menjaga sholat dan ibadah dengan istilah Istiqomah. Makna istiqomah adalah menjaga ibadah dengan cara meningkat bukan hanya ajeg. An Naql ayat 92 peringatan kepada manusia terkait ketaatan yang sudah pernah dirajut kalau akhirnya tidsk dilanjutkan maka itu sama halnya dengan kisah Roitah. Ayat ini cerita tentang seorang wanita bernama Roitoh seorang juragan kain tenun, usaha berkembang baik dengan karyawan wanita. Usahanya sukses namun akhirnya menurun yang mengakibatkan streas, karyawan pagi diminta menenun dan sore dilepas maka tidak akan ada manfaatnya. Ibroh yang dapat diambil adalah sudah melakukan sholat malam di bulan Romadhon maka setelah Romadhon harus tetap dijaga agar ibadah yang sudah dirajut jangan dilepas agar rajutan tetap terjaga indah. Contoh yang sudah digambarkan oleh Abu Bakar RA dan Umar. Abu Bakar contoh orang yang sangat hati-hati sehingga kalau mau tidur selalu menjaga sholat malam. Sementara Umar yang punya tekad kuat untuk bisa bangun sehingga bisa bangun untuk melakukan sholat malam setelah bangun di akhir sepertiga malam. Menjadi orang yang ingin sodakoh maka bekerjalah untuk bisa sodakoh. Sodakoh bisa dengan harta bisa dengan tenaga. Fenomena di sekitar kita, pertama dahulu orang punya kerja atau hajatan cukup dengan tenaga seluruh tetangga tanpa harus membayar. Sekarang orang punya hajatan cenderung hampir semua tenaga membayar. Kedua, orang punya hajat selalu mengharapkan kehadiran sesepuh dan diberi tempat khusus supaya ayem tentrem. Namun demikian sering fenomena tersebut dimaknai beda tempat sesepuh dilengkapi dengan air degan untuk sesaji. Padahal itu sebenarnya makan khusus untuk sesepuh sebagai bentuk penghormatan. SunArmi.interior@gmail.com

Shared Post: