'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Diskusi " Peran Masyarakat Sipil Dalam Mengawal Pilkada Menuju Demokrasi Substantif Bagi Kesejahteraan Perempuan dan Anak Oleh LPPA PWA Jateng
01 April 2018 04:37 WIB | dibaca 319

31 Maret 2018 bertepatan dengan 13 Rajab 1349 H, Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah Menyelenggarakan Diskusi " Peran Masyarakat Sipil Dalam Mengawal Pilkada Menuju Demokrasi Substantif Bagi Kesejahteraan Perempuan dan Anak. Kegiatan diikuti seluruh perwakilan PDA dari daerah se Wilayah Jateng. Menjelang pilkada 2018, Aisyiyah mengambil peran turut serta memberikan edukasi agar warga Aisyiyah mampu mengawal Pilkada menuju Pilkada yang Demokrasi secara substansi berdampak pada kesejahteraan perempuan dan anak. Diharapkan dari kegiatan ini, seluruh PDA dapat mendesiminasikan di daerah masing-masing. Memberikan penyadaran pentingnya peran serta warga Aisyiyah turut serta mengawal Pilkada, sebagai pemilih maupun tokoh masyarakat memberikan edukasi, ini agar pilkada dapat berdampak pada kesejahteraan perempuan dan anak. Sambutan Ketua LPPA PWA Jateng. Kegiatan ini diselenggarakan secara mendadak, ini namun diharapkan mampu mengisi pencerahan sesuai misi Aisyiyah. 98 % dari undangan yang diedarkan sudah hadir menunjukkan kegiatan ini dapat dikatakan sukses. Seluruh peserta diharapkan dapat menyampaikan pandangan-pandangan pada diskusi hari ini. Narasumber Dr. Umul Baroroh, M. Ag Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jateng " Membangun Demokrasi Substantif Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak" Aisyiyah merupkan LSM yang memiliki kepengurusan yang kuat sejak pusat, pada wilayah, daerah daerah, wilayah, cabang dan ranting memiliki program dakwah, sehingga menjadi wajar kalau kita harus ikut serta campur tangan mengawal pilkada, karena dalam gerakan dakwah selalu akan berhubungan dengan pejabat2 hasil Pilkada. Untuk itu sejak pemilihan balon dan pelaksanaan Aisyiyah harus bisa mengawal terlibat. Ummu Baroroh menjelaskan 1. Problem Perempuan dan Wanita, 2. Strategi, pengalaman, 3.kangkah yang dilakukan, 4. Isu-Isu perempuan yang penting diadvokasi. Ada persoalan kenapa perempuan menjadi minoritas saat pencalonan sementara jumlah wanita di semua lini menunjukkan jumlah paling banyak. Ingat bahwa yang bisa memikirkan kebutuhan perempuan ya hanya perempuan. Hal itu bisa dilihat pada jalannya proyek/ kegiatan di desa yang selama ini kebijakan mementingkan kepentingan laki-laki. Tugas Aisyiya mendorong munculnya cakon leguslatif dan eksutif dari kaum perempuan. Pendidikan politik dan pemilu sangat minim. Materi ke dua perwakilan dari Akademisi. Hal 91 Tanfidz Aisyiyah. Aisyiyah cerdas dalam berpolitik walaupun tidak praktis. Saatnya Aisyiyah harus bangkit ikut terlibat berbicara dalam mengisi politik. Kezaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat tetapi karena diamnya orang baik ( Ali bin Abi Thalib RA). Kalau orang yang sehat tidak mau menjadi imam maka orang yang tidak sehat akan menjadi imam(Siti Nurjanah Ketua PP Aisyiyah). Kyai H.M Dahlan berpesan *Hai wanita jangan kau disibukkan dengan kegiatan di dapur

Shared Post: